Tuesday, July 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

WHO Peringatkan: 3 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Otak dan Syaraf

Redaksi by Redaksi
October 26, 2025 9:25 am
in Tugu Sehat
gangguan otak dan syaraf
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Jenewa, Tugumalang.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa hanya kurang dari sepertiga negara di dunia yang memiliki kebijakan nasional untuk menangani beban gangguan neurologis (penyakit otak dan saraf) yang terus meningkat. Padahal, kondisi ini menjadi penyebab lebih dari 11 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.

Dalam Laporan Status Global tentang Neurologi 2025 yang dirilis WHO hari ini, disebutkan bahwa lebih dari 3 miliar orang – atau sekitar 40% populasi global – hidup dengan gangguan neurologis.

READ ALSO

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

10 Kondisi Gangguan Otak dan Syaraf Paling Mematikan di Dunia

Menurut laporan tersebut, sepuluh penyakit neurologis yang paling banyak menyebabkan kematian dan kecacatan pada tahun 2021 antara lain:

  1. Stroke

  2. Ensefalopati neonatal

  3. Migrain

  4. Penyakit Alzheimer dan demensia lainnya

  5. Neuropati diabetik

  6. Meningitis

  7. Epilepsi idiopatik

  8. Komplikasi neurologis akibat kelahiran prematur

  9. Gangguan spektrum autisme

  10. Kanker sistem saraf

WHO juga menyoroti ketimpangan besar antarnegara. Negara berpenghasilan rendah memiliki 80 kali lebih sedikit ahli saraf dibandingkan negara maju, padahal beban penyakit di wilayah tersebut justru lebih tinggi.

“Lebih dari satu dari tiga orang di dunia hidup dengan kondisi yang memengaruhi otaknya. Kita harus memastikan mereka mendapat layanan kesehatan yang layak,” ujar Dr. Jeremy Farrar, Asisten Direktur Jenderal WHO, sebagaimana dikutip dari laman WHO

“Banyak gangguan neurologis dapat dicegah atau diobati, tetapi akses layanan masih terbatas – terutama di daerah pedesaan dan miskin,” tambahnya.

Baca juga: Mengenal 9 Jenis Terapi untuk Anak Autisme, Bisa Menjadi Referensi Bagi Orang Tua

Fakta Penting dari Laporan WHO

  • Hanya 53% negara anggota WHO (102 dari 194 negara) yang memberikan data untuk laporan ini.

  • Hanya 32% negara (63 negara) yang memiliki kebijakan nasional untuk gangguan neurologis.

  • Hanya 18% negara (34 negara) yang memiliki dana khusus untuk penanganannya.

  • 25% negara (49 negara) memasukkan gangguan neurologis dalam jaminan kesehatan universal (UHC).

Keterbatasan kebijakan dan pendanaan ini menyebabkan sistem kesehatan di banyak negara masih terfragmentasi, kekurangan tenaga ahli, dan tidak siap memenuhi kebutuhan pasien.

Selain itu, laporan WHO mengungkap bahwa:

  • Negara miskin memiliki 82 kali lebih sedikit ahli saraf dibandingkan negara kaya.

  • Hanya 46 negara yang memiliki layanan dukungan bagi pengasuh pasien, dan 44 negara yang memiliki perlindungan hukum bagi mereka.

  • Mayoritas pengasuh masih merupakan perempuan dan sering kali tidak mendapat pengakuan maupun dukungan finansial.

Baca juga: Brain Rot: Ketika Otak Lelah karena Media Sosial

Seruan Aksi Global

Sebagai tindak lanjut, WHO mengingatkan pentingnya implementasi Rencana Aksi Global Intersektoral untuk Epilepsi dan Gangguan Neurologis Lainnya (IGAP) yang diadopsi pada tahun 2022.

Rencana ini menjadi peta jalan global untuk memperkuat kebijakan, memperluas layanan kesehatan, meningkatkan sistem data, serta melibatkan pasien dan keluarga dalam penyusunan kebijakan.

WHO menyerukan agar semua negara:

  1. Menjadikan gangguan neurologis sebagai prioritas nasional.

  2. Menjamin akses layanan neurologi yang adil melalui sistem jaminan kesehatan universal.

  3. Meningkatkan kesehatan otak sepanjang hidup, termasuk pencegahan sejak usia dini.

  4. Memperkuat sistem data dan riset agar kebijakan berbasis bukti dapat diterapkan.

Tanpa langkah nyata, beban gangguan otak dan saraf akan terus meningkat dan memperparah kesenjangan kesehatan global.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: rilis WHO

redaktur: jatmiko

Tags: AlzheimerAutismeDemensiaensefalopati neonatalepilepsigangguan neurologiskanker sistem sarafkebijakan kesehatankesehatan globalkesehatan masyarakatKesehatan Otaklaporan WHO 2025meningitismigrainneuropati diabetikpenyakit otakpenyakit sarafstrokeWHO

Related Posts

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Monday, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Sunday, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Sunday, 28 Jun 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Pria Mulai Rp 900 Ribu!

Saturday, 27 Jun 2026
PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang gelar webinar session sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak, khususnya anak dengan gangguan autisme. /Foto: Dok. PSLC.
Tugu Sehat

Gratis! Ikuti Event Webinar Session PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang

Thursday, 25 Jun 2026
inas26
Tugu Sehat

Pasca INAS26, PSLC Terus Berkomitmen Bergerak Mendukung Lingkungan yang Lebih Ramah bagi Anak

Wednesday, 24 Jun 2026
Next Post
Arema FC vs Borneo FC

Prediksi Susunan Pemain Arema FC vs Borneo FC: Ujian Sulit Singo Edan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.