Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Warga Pilih Kendaraan Pribadi, Mikrolet di Kabupaten Malang Semakin Langka

Redaksi by Redaksi
Maret 17, 2024 2:35 pm
in News
Mikrolet Kabupaten Malang

Mikrolet di wilayah Kabupaten Malang semakin langka. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Mikrolet atau angkutan umum di Kabupaten Malang semakin hari semakin jarang terlihat. Saat ini, penumpang mikrolet semakin menurun karena mereka lebih memilih menggunakan transportasi pribadi, khususnya sepeda motor.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, di tahun 2023 hanya terdapat 193 unit mikrolet yang diperpanjang kartu pengawasannya. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun 2022, yakni 224 unit.

READ ALSO

Kebakaran Hutan Gunung Butak, 182 Pendaki Dievakuasi

Harga Daging Sapi di Kabupaten Malang Tembus Rp140 Ribu per Kg

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Malang, Tri Hermantoro mengatakn setiap tahun, jumlah pemilik mikrolet yang memperpanjang kartu pengawasan semakin menurun. Sebelum pandemi COVID-19, jumlah mikrolet yang diperpanjang kartu pengawasannya bisa mencapai lebih dari 400 unit.

Baca Juga: Pastikan Hak Tenaga Kerja, Disnaker Kabupaten Malang Buka Posko Aduan THR

“Jadi sebetulnya jumlah angkutannya tidak menurun, tapi yang memperpanjang kartu pengawasan itu menurun setiap tahun,” kata Tri saat dihubungi Tugu Malang ID beberapa waktu lalu.

Mikrolet
Abdul Jafar, salah satu sopir mikrolet yang masih bertahan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Menurut Tri, jumlah perpanjangan kartu pengawasan sebenarnya tidak bisa menjadi indikator menurunnya jumlah mikrolet yang beroperasi di wilayah Kabupaten Malang. Bisa jadi, pemilik mikrolet enggan memperpanjang kartu pengawasan karena ada biaya retribusi yang harus dibayar, sementara penghasilan mereka terus menurun.

“Apalagi saat ini persaingan bisnis semakin ketat. Warga bisa lebih mudah membeli sepeda motor dengan uang muka ringan. Ini mendorong orang lebih suka naik kendaraan roda dua,” kata Tri.

Semakin ketatnya persaingan bisnis ini tak diimbangi dengan perbaikan kualitas mikrolet, sehingga mereka kalah bersaing. Tri menyebut memperbaiki kualitas angkutan umum di Kabupaten Malang bukanlah perkara yang mudah. Selain masalah modal, ada beberapa hal lain yang juga perlu dipertimbangkan.

“Mikrolet masih ada yang beroperasi. Tapi kondisinya tidak lebih baik. Mempertahankan yang ada ini saja sudah susah,” tuturnya.

Saat ini, mikrolet masih bisa ditemui di sejumlah trayek. Menurut Tri, masih banyak mikrolet yang beroperasi di wilayah utara Kabupaten Malang, seperti di Kecamatan Singosari, Karangploso, dan Lawang.

“(Trayek) Kepanjen – Gunung Kawi juga masih banyak. Gondanglegi – Turen juga ada. Tapi memang semakin langka,” ujar Tri.

Seorang sopir mikrolet jurusan Gondanglegi-Gadang, Abdul Jafar (65) mengatakan, saat ini jumlah penumpang memang semakin sedikit. Bahkan, dalam sehari ia bisa tidak mendapatkan penumpang sama sekali.

Baca Juga: Sediakan Mudik Gratis, Dishub Kabupaten Malang Siapkan 5 Rute

“Kalau sekarang ini sepi. Kadang ya nggak dapat (penumpang),” kata Jafar saat ditemui ketika ia sedang mencari penumpang di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, belum lama ini.

Sebagai sopir mikrolet, penghasilan Jafar tidak menentu. Saat tidak mendapat penumpang, ia pulang dengan dengan tangan kosong. Di saat ia mendapat penumpang, ia hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu dalam sehari. Padahal beberapa tahun lalu, dalam sehari Jafar bisa memperoleh penghasilan lebih dari Rp 100 ribu per hari.

“Dulu (zaman) sebelum ada handphone itu ya bisa sampai penuh penumpang,” ujar warga Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang telah berprofesi sebagai sopir mikrolet selama puluhan tahun ini.

Mikrolet jurusan Gondanglegi
Mikrolet jurusan Gondanglegi-Gadang di persimpangan Pasar Gadang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Namun, tak seperti dulu, kini Jafar tidak perlu menyetor uang ke pemilik mikrolet yang ia sewa. Mikrolet yang ia gunakan untuk mencari nafkah saat ini adalah miliknya sendiri.

“Kalau dulu iya, saya bayar setoran. Kalau sekarang sudah nggak,” ujarnya.

Warga Kabupaten Malang beralih dari mikrolet ke kendaraan pribadi dengan berbagai alasan. Mulai dari kenyamanan, kecepatan, hingga biaya yang relatif lebih murah.

Salah seorang warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Balqis Fakhriyah (24) mengatakan dulu ia sering menggunakan mikrolet sebagai sarana transportasi. Namun, sejak April 2021, ia beralih menggunakan sepeda motor dan tidak pernah lagi menggunakan mikrolet.

“Terakhir kali naik mikrolet sekitar bulan April 2021. Sekarang sudah ada kendaraan sendiri, jadi sudah tidak naik mikrolet,” kata Balqis.

Sebelumnya, ia menggunakan mikrolet hampir setiap hari untuk bepergian. Mulai dari mikrolet yang beroperasi di wilayah Kabupaten Malang hingga yang beroperasi di Kota Malang.

“Dulu sering banget naik mikrolet. Seminggu bisa sampai enam kali. Jurusannya ke Kepanjen, Gadang, Alun-alun Malang,” ujarnya.

Setelah memiliki sepeda motor, ia lebih memilih bepergian dengan menggunakan kendaraan pribadinya tersebut. Selain lebih praktis, menggunakan sepeda motor juga bisa menghemat waktu.

“Kalau tidak ada kendaraan pribadi, mungkin masih memilih naik mikrolet sampai sekarang,” pungkasnya.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: HeadlineKendaraan pribadiMikroletMikrolet kabupaten malang

Related Posts

Kebakaran Hutan Gunung Butak, 182 Pendaki Dievakuasi
News

Kebakaran Hutan Gunung Butak, 182 Pendaki Dievakuasi

Selasa, 1 Sep 2026
Harga Daging Sapi di Kabupaten Malang Tembus Rp140 Ribu per Kg
News

Harga Daging Sapi di Kabupaten Malang Tembus Rp140 Ribu per Kg

Selasa, 1 Sep 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertalite Habis di Sejumlah SPBU Kota Malang
News

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertalite Habis di Sejumlah SPBU Kota Malang

Selasa, 1 Sep 2026
RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah
News

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Senin, 31 Agu 2026
Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang
News

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Senin, 31 Agu 2026
Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta
News

Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Senin, 31 Agu 2026
Next Post
demam berdarah

Kasus Demam Berdarah di Kota Malang Meningkat, Banyak Rumah Sakit Over Kapasitas

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.