Kota Batu, Tugumalang.id – Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto menggelar Strategic Meeting atau evaluasi strategis perangkat daerah di Kota Batu pada Senin (4/8/2025). Dalam forum tersebut, Nurochman secara tegas meminta seluruh jajarannya untuk meninggalkan budaya kerja Asal Bapak Senang (ABS) dan lebih fokus pada hasil yang berdampak langsung ke masyarakat.
Forum ini mengusung tema “Membangun Kolaborasi, Memperkuat Sinergi dalam Mewujudkan Target Kinerja APBD Tahun 2025 dan Rencana Kinerja Tahun 2026 untuk Pencapaian Visi Misi Mbatu SAE.”
Menurut Nurochman, evaluasi kinerja bukan sekadar soal angka dan realisasi fisik proyek, tetapi juga menyangkut sejauh mana manfaat program pemerintah dirasakan oleh warga Kota Batu.
“Jangan cuma buat program yang menyenangkan pimpinan. Kita ingin hasil kerja yang benar-benar menyenangkan rakyat,” tegasnya.
Baca juga: Wali Kota Batu Dorong Investasi Ramah Lingkungan, Lahan Tersisa Hanya 40 Persen
Wali Kota Minta OPD Tinggalkan Pola Kerja Normatif
Politisi PKB yang akrab disapa Cak Nur ini juga menekankan pentingnya forum tersebut sebagai ruang refleksi dan perbaikan bersama. Ia meminta agar setiap paparan program dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tidak normatif, tetapi fokus pada progres konkret dan pencapaian nyata.
“Contohnya, kenaikan insentif bagi pekerja sosial sudah berjalan. Tapi beberapa program seperti insentif takmir masjid dan linmas masih belum optimal,” katanya.
Ia mendorong agar setiap hambatan administratif segera diurai dengan solusi kolaboratif.
“Kita sudah punya nomenklaturnya. Jangan sampai administrasi jadi alasan stagnan. Ajak Kemenag duduk bareng, selesaikan,” tambahnya.
Baca juga: Gelar Monev, Wali Kota Batu Minta ASN Disiplin dan Hindari Konflik Kepentingan
Penanganan Sampah Diminta Libatkan Praktisi dan Masyarakat
Isu strategis seperti penanganan sampah juga mendapat perhatian khusus dalam forum tersebut. Nurochman menegaskan bahwa penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi harus menjadi perhatian semua OPD.
“Masalah sampah itu lintas sektor. Libatkan praktisi, dan semua perangkat daerah harus ikut bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara Wakil Wali Kota Heli Suyanto turut menambahkan dorongan sinergitas antara Bappelitbangda, Inspektorat, dan Badan Keuangan sebagai pusat perencanaan, pengawasan, dan pendukung kebijakan anggaran.
”Bappelitbangda harus kembali pada fungsinya sebagai think tank kepala daerah. Tinggal bagaimana mengimplementasikan rencana yang sudah disusun,” tegasnya.
Heli juga menyoroti pentingnya komitmen dalam memenuhi data dan laporan untuk Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK RI. “PR kita banyak dari KPK. Tinggal bagaimana mengupload data secara lengkap. Jangan lelah mengingatkan,” tegasnya.
Forum ini dihadiri oleh seluruh Kepala OPD, pejabat administrator dan fungsional, serta tenaga ahli Wali Kota. Selain mendengarkan arahan pimpinan, forum ini juga menjadi ajang pemaparan capaian Triwulan II tahun 2025, pembahasan proyek strategis daerah, postur keuangan APBD 2026, hingga isu prioritas nasional seperti pengentasan kemiskinan, hilirisasi, ketahanan pangan, dan peningkatan layanan kesehatan.
Melalui forum ini, diharapkan nantinya dapat terbangunnya kolaborasi nyata lintas perangkat daerah dan mitra eksternal untuk menghasilkan rekomendasi perencanaan yang selaras dengan visi misi Mbatu SAE.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























