Selasa, Juni 23, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Wacana Prodi Keguruan Dihapus Demi Industri, Ini Kata Akademisi UMM

Redaksi by Redaksi
April 30, 2026 4:56 pm
in Pendidikan
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa UMM, Dr. M. Isnaini. Foto: Dok.

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa UMM, Dr. M. Isnaini. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Dunia pendidikan tinggi Indonesia tengah dihangatkan perdebatan soal wacana penghapusan prodi keguruan. Usulan yang dikemukakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sekjen Kemdiktisaintek) RI ini didasarkan pada alasan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri.

Namun, kebijakan itu dinilai berisiko karena dinilai menyederhanakan makna pendidikan dan mengancam masa depan pembentukan karakter bangsa. Kritik tajam datang dari kalangan akademisi yang melihat kebijakan ini sebagai bentuk ‘tragedi kalkulator pendidikan’.

READ ALSO

UIN Malang Teken MoU dengan Pemkot Blitar, Dorong Akses Pendidikan Melalui Program Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu

Pembangunan Capai 80 Persen, Sekolah Rakyat di Bantur Malang Siap Beroperasi Tahun Ini

Baca Juga: Luluskan 346 Guru Profesional Angkatan Pertama, Prodi PPG FKIP Unisma Lahirkan Pendidik Inovatif dan Adaptif

Istilah ini merujuk pada cara pandang pragmatis yang menilai keberhasilan lembaga pendidikan hanya melalui angka statistik dan tingkat serapan kerja semata. Jika logika ini terus digunakan, peran perguruan tinggi dikhawatirkan akan tereduksi menjadi sekadar ‘pabrik’ pemasok tenaga kerja bagi industri.

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. M. Isnaini, M.Pd., menerangkan bahwa wacana tersebut menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dalam memetakan arah pendidikan nasional secara komprehensif. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab strategis yang jauh lebih besar daripada sekadar mengikuti tren pasar kerja.

“Pemerintah melalui pendidikan tinggi tidak selalu harus mengekor pada tren industri. Kampus adalah ruang inkubasi pemikiran kritis. Ketika kebijakan hanya berorientasi pada pasar kerja, fungsi intelektual itu akan tergerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi melemahkan posisi pendidikan tinggi sebagai penggerak intelektualitas kritis masyarakat,” paparnya.

Baca Juga: Profil IKIP Budi Utomo, Kampus Keguruan yang Jadi Jujugan Atlet Nasional di Malang

Ia menambahkan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses untuk memanusiakan manusia, sebagaimana filosofi yang diusung oleh bapak pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara. Pendidikan tidak hanya membekali lulusan dengan keterampilan teknis agar siap bekerja, tetapi juga membangun cara berpikir, sikap, estetika, dan tanggung jawab sosial.

“Jika guru atau lulusan kependidikan hanya diukur dari serapan kerja, itu sangat tidak ideal. Kalau logikanya hanya soal keterampilan teknis, lebih baik kita cukup membangun Balai Latihan Kerja (BLK) saja, tidak perlu ada perguruan tinggi. Lulusan yang hanya cakap teknis tanpa bekal nilai estetika dan moral berisiko menjadi pekerja yang kehilangan arah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Isnaini sapaan akrabnya menekankan bahwa sarjana pendidikan memiliki fleksibilitas karier yang luas. Mereka tidak harus selalu menjadi guru formal di kelas.

Banyak lulusan prodi kependidikan yang berkontribusi di berbagai sektor industri dengan membawa perspektif humanistik yang tidak dimiliki oleh lulusan non-kependidikan.

”Sentuhan etika dan moral inilah yang sering kali tidak masuk dalam hitungan statistik serapan kerja, namun sangat krusial dalam dunia profesional,” ungkapnya.

Mengenai isu surplus atau ketidaksesuaian jumlah lulusan, ia menilai persoalan utama bukan pada keberadaan prodinya, melainkan pada sistem distribusi dan rekrutmen tenaga pendidik yang belum optimal secara nasional. Ketimpangan jumlah guru antar wilayah menunjukkan adanya hambatan struktural yang seharusnya dibenahi pemerintah.

Sebagai solusi, ia menyarankan agar pemerintah memperketat regulasi melalui sistem on/off program studi berdasarkan akreditasi dan evaluasi kualitas, bukan dengan menutupnya secara menyeluruh.

Pengutamaan prodi dengan akreditasi “Unggul” dinilai lebih bijak untuk menjamin kualitas lulusan tanpa menghancurkan ekosistem keilmuan kependidikan.

“Yang harus dibenahi adalah sistemnya. Regulasi bisa diperketat dan kualitas dievaluasi secara berkala. Persoalan pendidikan adalah persoalan masa depan peradaban, sehingga tidak bisa hanya dilihat dari kacamata statistik angka semata,” pungkasnya.

Jika kebijakan ini terus dipaksakan hanya demi mengejar angka serapan industri, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar keberlanjutan sebuah program studi, melainkan kualitas manusia Indonesia di masa depan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Kemendiktisaintekmalangpendidikanprodi keguruanumm

Related Posts

Kerja sama Pemkot Blitar dan UIN Malang berikan kemudahan akses melanjutkan studi ke perguruan tinggi bagi siswa kurang mampu lewat program beasiswa. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

UIN Malang Teken MoU dengan Pemkot Blitar, Dorong Akses Pendidikan Melalui Program Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu

Senin, 22 Jun 2026
Sekolah Rakyat di Bantur Malang saat pembangunan masih 55 persen. Foto: Dinas Sosial Kabupaten Malang
Pendidikan

Pembangunan Capai 80 Persen, Sekolah Rakyat di Bantur Malang Siap Beroperasi Tahun Ini

Minggu, 21 Jun 2026
Sesi talkshow inspiratif dalam Make Over Campus Tour 2026: Own Your Frame yang berlangsung di Gedung Widyaloka UB (M Sholeh)
Pendidikan

Make Over Sapa Kampus UB, Ajak Mahasiswa Temukan Kepercayaan Diri

Minggu, 21 Jun 2026
Wisuda Ke-92 UIN Malang di Gedung Jenderal Besar Soeharto, Sabtu (20/6/2026). Foto/dok
Pendidikan

UIN Malang Cetak Lulusan Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Sabtu, 20 Jun 2026
ITN Malang terpilih sebagai kampus penerima hibah dari PT Siemens Indonesia. Foto/dok. ITN Malang
Pendidikan

ITN Malang Kantongi Lisensi Resmi Software Siemens, Modal Kuat Lulusan Terserap Dunia Kerja

Sabtu, 20 Jun 2026
Yudisium Fakultas Psikologi UIN Malang tahun 2026, para lulusan siap menapaki dunia profesional. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Pendidikan

Yudisium Fakultas Psikologi UIN Malang 2026: 79 Lulusan Resmi Dikukuhkan, Siap Menapaki Dunia Profesional

Jumat, 19 Jun 2026
Next Post
Kapolresta Malang Kota dalam dalam Apel Besar Sabuk Kamtimbas 2026. (Foto/dok. Humas Polresta Malang Kota)

Polresta Malang Kota Siagakan 500 Personel Jelang Aksi Hari Buruh

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kafe dengan Cathedral Effect di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapenda Kota Malang Sosialisasikan Opsen PKB dan BBNKB hingga Tingkat RT RW

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.