Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Viralkan Video hingga Bentangkan Spanduk Usut Tuntas, 4 Aremania Dijemput Polisi

Redaksi by Redaksi
Oktober 6, 2022 4:57 pm
in Peristiwa
Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan.

Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan. Foto/M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (KontraS) menerima laporan setidaknya ada 4 Aremania telah dijemput Polisi pasca tragedi Stadion Kanjuruhan. Mereka dimintai keterangan terkait video viral dan pembentangan spanduk “Usut Tuntas”.

Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan menjelaskan bahwa 4 Aremania itu berasal dari Kasembon, Kepanjen dan 2 Pakis. Salah satu di antara mereka sempat menjadi perbincangan lantaran dikabarkan hilang usai memviralkan video kekacauan di pintu ‘maut’ Stadion Kanjuruhan.

READ ALSO

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

“Jadi setelah video itu viral, dia langsung dijemput di tempat kerjanya di stasiun. Petugas yang jemput gak pakai seragam, dia mengira itu juga Aremania,” kata Andy, Kamis (6/10/2022).

Menurutnya, Aremania itu kemudian diinterogasi di Polres Malang terkait video yang viral itu hingga pukul 19.00 WIB. Namun Aremania itu telah dipulangkan meski ponselnya I Phone 11 masih ditahan.

Selain soal video viral, Andy juga membeberakan bahwa Aremania lainnya telah dijemput polisi saat memasang spanduk bertulisakan ‘Usut Tuntas’.

“Jadi di Pakis ada juga yang pasang spanduk Usut Tuntas ditangkap. Katanya vandalisme, itu dipasang di pinggir-pinggir jalan, dia ditangkap pas pasang,” ungkapnya.

Meski keempat Aremania itu tak sampai ditahan, Andy menilai apa yang dilakukan pihak kepolisian bisa memicu kegaduhan. Terlebih, saat ini Aremania tengah berduka.

“Kalau polisi terus bergerak ke sana, tentu akan menimbulkan keresahan. Teman-teman Aremania kan sedang berkabung, tak ada kegiatan selain doa bersama. Kalau polisi melakukan itu, tentu akan memperkeruh suasana,” tuturnya.

Dia juga menilai bahwa penjemputan 4 Aremania itu bisa memunculkan sentimen bahwa pihak kepolisian tengah menebar ketakutan agar para saksi tak mengungkap kebenaran.

Kini pihaknya tengah mengusahakan agar para Aremania tersebut mendapatkan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Peristiwa ini kan sudah masuk ke proses penyidikan, artinya saksi atas peristiwa pidana itu punya hak mendapat perlindungan LPSK,” ujarnya.

“Saya kira untuk polisi fokus saja sama apa yang menjadi kewajiban dia untuk memeriksa anggota-anggota, para perwira yang punya wewenang atau komando terkait tragedi ini,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A

Tags: Aremaniatragedi kanjuruhanUsutTuntas

Related Posts

Proses evakuasi kakek yang ditemukan tewas di sumur. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Peristiwa

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Rabu, 27 Mei 2026
Lokasi terjadinya kecelakaan di Sumbermanjing Wetan. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Selasa, 26 Mei 2026
Kondisi rumah di Singosari yang hancur akibat ledakan diduga petasan. Foto: Polsek Singosari
Peristiwa

Ledakan Diduga Petasan di Singosari Malang Sebabkan 1 Rumah Rusak Parah dan 6 Orang Luka-luka

Selasa, 26 Mei 2026
Petugas melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya bayi. Foto: Polres Malang
Peristiwa

Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Karangploso Malang

Kamis, 21 Mei 2026
Pohon Tumbang
Peristiwa

BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Malang-Kepanjen

Rabu, 20 Mei 2026
Lansia Tertabrak Motor
Peristiwa

Lansia di Kota Batu Meninggal Dunia Setelah Tertabrak Motor Saat Menyeberang Jalan

Rabu, 20 Mei 2026
Next Post
Nur Saguanto bersama ibunya (memegang jersey Arema).

Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan: Setelah Bangun Wajah Saya Memar, Kaki Retak

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.