Tugumalang.id – Visi misi Universitas Islam Malang (Unisma) dalam menuju The World Class University terus digeber. Salah satunya dengan mendorong sivitas akademika mengelaborasikan artificial intelligence (AI) dalam melakukan riset penelitian.
Semangat itu tampak dalam sebuah International Seminar and Workshop untuk pemanfaatan Artificial intelligence dalam riset, Jumat (19/9/2025) yang digelar oleh Fakultas Pertanian Unisma.
Seminar bertajuk “AI for Academics: A Practical Guide to Writing Research Papers Efficiently and Ethically” itu menghadirkan Professor TS. Dr. Muhammad Hisyam Lee dari Universiti Teknologi Malaysia.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Bakti BCA 2026 untuk Mahasiswa Unisma: Kesempatan Emas Dapat Dukungan Pendidikan
Seminar itu membahas berbagai macam fitur dan peran AI atau kecerdasan buatan yang dapat memacu kualitas riset akademik sekaligus menjaga integritas etika penelitian.

Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D menyambut baik atas kehadiran AI dalam dunia akademik. Perkembangan teknologi ini kata dia juga harus dimiliki oleh para dosen, terutama dalam meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional.
Prof. Jun menyebutkan perkembangan teknologi AI diprediksi akan banyak membantu. Mulai dari mencari referensi, menemukan topik penelitian yang up to date, hingga melacak perkembangan ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Calon Mahasiswa Baru Wajib Tahu! Ini Jadwal PMB Prodi Agroteknologi Unisma Gelombang 3 2025/2026
“AI juga membantu dalam proses penulisan laporan penelitian, meski tetap harus digarisbawahi bahwa karya ilmiah itu tetap milik dosen, bukan karya AI,” tegas Prof. Junaidi.
Sebab itu, terlepas dari manfaat positif AI yang begitu besar ini bertujuan memberi pemahaman tentang batasan pemanfaatan AI agar tetap sesuai etika akademik. Sebab itu, ia menekankan soal pemanfaatan AI harus diiringi dengan literasi yang baik.
“Kalau tidak hati-hati, dosen bisa saja terpeleset menjadi karya AI. Itulah rambu-rambu yang harus kita bahas. Perlu ditekankan bahwa AI itu membantu, tapi bukan berarti menggantikan kita sebagai manusia,” tegasnya.
Sementara, Dekan Fakultas Pertanian Unisma, Dr. Ir. Anis Rosyidah, MP menambahkan jika seminar internasional menjadi bagian dari upaya fakultas untuk meningkatkan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa. Selain itu, sekaligus memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama dengan ITS dan Universiti Teknologi Malaysia.
Soal pemanfaatan AI, ia menegaskan bahwa AI memang semacam menjadi keniscayaan dalam dunia akademik. Namun, pemanfaatannya harus efisien, beretika, dan tetap menempatkan dosen sebagai peneliti utama.
“AI saya kira memang memudahkan, tapi kita tidak boleh terlena, karena AI hanyalah alat. Penelitinya tetap dosen. Integritas akademik harus dijaga. Yang tidak boleh adalah copy-paste dari AI tanpa campur tangan peneliti. Itu melanggar integritas akademik,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























