Unikama Lolos Program Startup Inovasi Indonesia

  • Whatsapp
Lead Coach BEC, Jacobus Wiwin Kuswinardi. Foto: dok
MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) tak henti-hentinya menorehkan prestasi. Melalui unit Business and Entrepreneurship Center (BEC), kampus multikultural ini berhasil lolos seleksi program Startup Inovasi Indonesia (SII) yang diluncurkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek-BRIN) tahun 2021.
SII merupakan rebranding program lama Kemenristek, yakni Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). Tujuannya, untuk membina, baik yang masih menjadi calon startup ataupun yang sudah menjadi scaleup. Kemudian yang telah scaleup, akan didorong untuk bertemu dengan para investor.
Diikuti lebih dari 120 inkubator dari seluruh Indonesia, BEC Unikama merupakan salah satu dari 2 inkubator asal Malang yang lulus seleksi dan seleksi akan dilaksanakan di bulan April 2021 mendatang.
Kepala sekaligus Lead Coach BEC, Jacobus Wiwin Kuswinardi, ST MKom, mengatakan bahwa dalam ajang tersebut, BEC bersaing dengan inkubator bisnis PTN maupun PTS di Indonesia.
Ada tiga indikator penilaian dalam ajang ini, meliputi infrastruktur, SDM dan tata kelola.
Kendati baru berusia satu tahun, lanjut Jacob, BEC Unikama memang sangat percaya diri untuk melaju. Pasalnya, selain didukung infrastruktur kampus, unit wirausaha satu ini juga didukung SDM yang unggul.
Diantaranya, memiliki 3 coach bisnis bersertifikat internasional, bahkan didukung lebih dari 25 mentor dari Komunitas Indonesia Startup Founder.
“Keunggulan (BEC Unikama) inilah yang mendapat point tinggi sehingga BEC lolos dalam seleksi Kemenristek BRIN sebagai inkubator pelaksana program nasional Startup Inovasi Indonesia,” katanya.
Tak hanya itu, BEC termasuk inkubator bisnis pertama di Indonesia yang menerapkan pendekatan berbasis coaching. Sehingga, pengarahannya lebih terarah, efektif, dan efisien.
“Startup yang diinkubasi di BEC sama halnya sebuah klub sepak bola. Ada pendamping manajerial dan prosesnya didampingi oleh seorang coach,” tambahnya.
Prosesnya, mulai dari coaching untuk mengevaluasi ide startup, mengidentifikas kebutuhan dan masalah, hingga mentoring sesuai planning.
“Walaupun masih sangat muda, saat ini BEC sudah melahirkan startup yang selain menjuarai kompetisi nasional juga sudah ada yang berkiprah di event internasional. Salah satunya adalah startup BLANTIX,” ujarnya.
Untuk itu, dia berharap, BEC menjadi salah satu komponen yang berperan aktif dalam melahirkan startup yang inovatif dan unggul. “Baik dari mahasiswa Unikama maupun dari masyarakat yang dapat mengoptimalkan penelitian dan pengabdian para akademisi Unikama untuk mendukung kemajuan Indonesia melalui karya-karya inovatifnya,” inginnya.(ads)
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Lizya Kristanti
Baca Juga  80 Mahasiswa FBS Unikama Ikuti Prosesi Yudisium Secara Virtual

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *