Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah Tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian dan keberlanjutan ekonomi keluarga di tingkat komunitas.
Program pengabdian yang mengusung tema “Peningkatan Literasi dan Manajemen Keuangan Melalui Edukasi Berbasis Komunitas bagi Ibu Rumah Tangga dan Pelaku UMKM Mikro” tersebut dilaksanakan pada 4 Oktober 2025 di Balai RW 11, Kelurahan Merjosari, Kota Malang.
Sedikitnya 50 peserta, yang terdiri dari ibu rumah tangga hingga pelaku usaha mikro berbasis rumah tangga, tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Ketua PKK RW 11, Hanik Tasnida, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, program pengabdian tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam mengelola keuangan keluarga.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru bagi ibu-ibu dalam mengatur keuangan rumah tangga secara lebih terencana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Yuniarti Hidayah Suyoso Putra, menegaskan pentingnya sinergi antara kalangan akademisi dan masyarakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro dapat meningkatkan kemampuan mengelola keuangan dengan lebih cerdas, terarah, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Baca juga: Guru Besar UIN Malang Ungkap Pentingnya Screening Khusus bagi Mahasiswa yang Mengalami Gangguan Komunikasi
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir dua narasumber berkompeten, yakni Amelia Ika Pratiwi, SE., MSA., Ak., CA., CRP., CSRS. dari Universitas Brawijaya, serta Dyah Metha Nurfitriasih, MSc. dari Politeknik Negeri Malang.
Amelia Ika Pratiwi menyoroti pentingnya literasi keuangan rumah tangga, termasuk kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran realistis, hingga menerapkan prinsip 40-30-20-10—yaitu 40 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, 20 persen untuk tabungan atau investasi, dan 10 persen untuk dana sosial atau darurat.
Sementara itu, Dyah Metha Nurfitriasih menekankan pentingnya manajemen keuangan usaha bagi ibu rumah tangga yang menjalankan bisnis dari rumah. Ia mengingatkan agar keuangan usaha dan keuangan keluarga harus dipisahkan secara jelas, termasuk dalam menentukan porsi laba usaha yang boleh digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Sebagai bagian dari kegiatan praktis, para peserta diajak mengisi lembar kerja perencanaan anggaran bulanan yang telah disiapkan oleh tim pengabdian. Dalam sesi tersebut, peserta belajar memetakan pengeluaran tetap dan variabel, serta meninjau peluang penghematan untuk meningkatkan tabungan keluarga.
Baca juga: Rektor UIN Malang Tekankan Komitmen Kampus Inklusif di Seminar dan Konferensi Nasional Ulama Perempuan Indonesia
Tim pengabdian bersama narasumber mendampingi peserta secara langsung, membantu mereka memahami cara merencanakan keuangan secara sistematis dan aplikatif.
Melalui program ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung di rumah maupun dalam kegiatan usaha.
Program UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah 2025 diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya literasi keuangan di kalangan ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga berbasis komunitas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























