MALANG, Tugumalang.id – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar acara Seminar Nasional dan Konferensi Nasional Ulama Perempuan Indonesia bertempat di Rumah Singgah Lantai 4 Kampus 2 Pascasarjana UIN Malang hari Kamis (30/10/2025).
Dalam acara yang bertema “Menuju Kampus Inklusif: Memperkuat Peran Ulama dan Akademisi dalam Pemenuhan Hak-Hak Disabilitas”.
Baca Juga: UIN Malang Wujudkan TPQ Ramah Anak di Kota Malang
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si menekankan tentang pentingnya menjaga komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, adaptif, serta berkeadilan bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Ilfi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada UIN Malang selaku tuan rumah kegiatan seminar.
Kemudian juga dukungan yang telah diberikan oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dan Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) atas terselenggaranya acara seminar yang juga dalam rangkaian Dies Maulidiyah ke-64 UIN Malang.
“Terima kasih kepada pimpinan Fahima dan juga KUPI yang telah mempercayai UIN Malang menjadi tuan rumah kegiatan penting ini. Melalui kolaborasi ini, kita bersama-sama membangun komitmen nyata menuju kampus inklusif,” ujarnya.

Prof. Ilfi juga menambahkan bahwa UIN Malang tidak hanya mewujudkan visi sebagai universitas unggul bereputasi internasional yang diukur dari capaian prestasi akademik semata. Namun juga bagaimana dampak yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada masyarakat.
Baca Juga: Forum PUSPA Singhasari dan PSGA UIN Malang Gelar Parenting Education, Bekali Orang Tua dengan Pola Asuh Positif
“Apalah artinya unggul jika keberdampakannya tidak dirasakan oleh masyarakat. UIN Malang bertekad menjadi kampus yang inovatif, kolaboratif, dan adaptif yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi semua,” ungkap Prof. Ilfi.
Pada acara seminar nasional ini, UIN Malang juga memperkenalkan Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD). Kehadiran PSGAD UIN Malang merupakan bentuk komitmen sekaligus penguatan yang dilakukan lembaga, berfokus pada riset dan advokasi inklusivitas.
Acara seminar nasional ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Malang yang diwakili oleh Prof. Ilfi selaku rektor dengan Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) yang diwakili Dr. H. Marzuki Wahid, M.A.

Kegiatan Seminar Nasional yang diselenggarakan UIN Malang dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. Phil Sahiron, M.A, Kasubdit Litabdimas Kemenag RI, Dr. H. Nur Kaifd, S.Thi, M.Sc, Majelis Musyawarah Keagamaan KUPI, Dr. H. Marzuki Wahid, M.A, Ketua KUPI, Dra. Badriyah Fayumi, Lc, M.A.
Kemudian Ketua SAPDA UGM Yogyakarta, Dr. Nurul Sa’adah, S.H, M.H, Ketua LP2M UIN Malang, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag, Guru Besar UIN Malang, Prof Dr.Rohmani Nur Indah, M.Pd, Dewan Majelis Musyawarah KUPI sekaligus dosen PTIQ Jakarta, Dr. Nur Rofiah, Bil.Uzm, serta Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag, M.A.I.S.
Acara seminar nasional ini didukung KUPI, PSGAD UIN Malang, LP2M UIN Malang, Fakultas Syariah UIN Malang, ISIF Cirebon, dan Tugu Media Group.
Selain seminar, juga terdapat agenda lainnya yakni konsolidasi jaringan ulama perempuan, annual meeting forum PSGA PTKI tahun 2025, dan pelatihan bahasa isyarat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A
























