Senin, Juni 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Trend is Friend

Fajrus Sidiq by Fajrus Sidiq
Februari 8, 2022 6:00 am
in Catatan
Kopi Pagi, Fajrus Sidiq.
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Yang penting tren dulu, risiko belakangan. kenyataan yang kerap disuguhkan saat ini. tren yang ada, sok akrab mendekat di kehidupan kita. is trend a friend?

Judul ini bukan seperti jurnal. trend is your friend. yang membahas soal trading. mari kita bahas tren, trending, viral. yang sudah ngajak kita berteman itu. seolah wajib diperhatikan.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Ya, saat ini banyak terlihat orang mencari, dan ikut yang lagi tren. dan tren mengulurkan tangannya, mengajak jadi teman. dulu juga sudah begitu. mulai dari tren celana jeans, hijab, blackberry. dan semacamnya.

Tren mahasiswa tahun dua ribuan misalnya, ngopi sambil diskusi. tren tahun dua ribu sebelas ke atas, ngopi sambil main game. menghasilkan cuan.

Tapi tren yang seperti itu tidak banyak masalahnya. kalau cocok dan mampu, silakan saja. yang mengkhawatirkan itu tren negatif. salah satunya narsis. apa-apa diunggah.

Yang viral sekarang misalnya, video polwan yang hilang. di Malang, ada wisatawan kena covid-19. ditolak ke Bali, malah keluyuran di Malang. bukannya sembunyi, malah upload di medsos. ini tren apa tak sengaja?

Cekrek-cekrek upload-upload, memang sudah jadi tren. mau makan enak, upload dulu. harapannya biar rekan pada tau. kalau sedang di restoran. mau ke jeding, uplod lagi. yang mau ditunjukin apa?

Bukannya simpati, yang begini malah dapat antipati. kecuali yang ditunjukkan itu sebuah prestasi. masuk kategori tahadduts bin nikmah. tanda syukur bisa mendapatkan sesuatu istimewa.

Mari kita bahas wisatawan yang viral kemarin. yang ditolak masuk Bali, keluyuran di Malang. masuk ke toko Lai Lai. lalu upload di facebook, supaya dapat perhatian.

Model-model begini kan sudah sering terjadi memang. termasuk oleh pejabat kita. bikin statemen, ujung-ujungnya minta maaf. nah, yang begini yang saya sebut sudah jadi tren.

Orang memang bisa abai dengan tutur kata, bahasa, dan statemen. baik yang diucapkan, atau ditulis. apalagi jadi konsumsi publik. lebih-lebih tidak ada tujuan jelas, apa motif statemen, apa motif unggahan.

Kenapa bisa begitu? saya kira gejalanya itu tadi. narsis. jadi semua aktifitasnya seolah wajib diketahui orang. memangnya mau kampanye? tapi yang begini sudah jadi tren. artinya sudah jamak.

Mengkuti tren, tentu maksudnya, agar bisa diterima di kalangan tertentu. kalau tidak ikut tren itu, sudi kiranya agak menjauh.

Maka pandai-pandailah memilah. tren apa yang perlu diikuti. tren apa yang cukup diketahui. sesuai kebutuhan saja. karena di era dahsyatnya teknologi ini, tenggat waktu tren, sangat tipis. habis tren ini, besok sudah tren itu.

 

Semua Berawal dari Narsis

Teknologi memfasilitasi kita berinteraksi tanpa batas. dengan cepat. dengan siapa saja. termasuk orang yang tidak dikenal, silakan boleh komentar.

Dan ketika orang sudah like, komen, artinya boleh ikut campur. mungkin memang ini yang diharapkan si pengunggah. agar mendapat respon. positif atau negatif, belakangan. yang penting banyak respon.

Barangkali itu yang dinamakan narsis. baik yang bawaan maupun ikut-ikutan. karena narsis sendiri memang sudah lama ada, dalam peradaban manusia. sebelum Paul Nackle, seorang psikiater Jerman, menemukan konsep self love. lalu Sigmund Freud dengan On Narcissisme.

Sekarang narsis sudah jadi tren. tidak sedikit yang mengamalkan. mungkin sudah boleh disebut kaum narsistis. yang kadar narsisnya, mengabaikan nilai-nilai di sekitar. kalau kata Lowen, loss of human values.

Bahasa kita di medsos lolos filter. atau memang tidak pernah disaring. mungkin karena dianggap umum. menangis atau tertawa, disajikan di medsos. silakan disantap. all you can eat here.

Kalau sudah begitu, siapa saja bisa melahap. termasuk netizen yang siap memviralkan. polisi siber yang siap melacak. dan UU ITE yang siap menjerat. (*)

 

Fajrus Sidiq

GM Tugumalang.id

Tags: lai lai fruit marketnarsisTrendtrending topic

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
pegadaian

Pegadaian Kenalkan Investasi Emas pada Para Pengusaha dan Kalangan Menengah Atas

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.