Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo di Songgoriti: Warisan Budaya 1 Suro yang Tetap Lestari

Redaksi by Redaksi
Juli 2, 2025 5:41 pm
in News
Ngarak Banteng Empu Supo di Kota Batu

Bantengan Empu Supo Songgoriti, simbol keberanian. Foto: Dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

KOTA BATU, Tugumalang.id – Kawasan Songgoriti di Kota Batu dikenal sebagai salah satu wilayah yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi dan budaya leluhur. Salah satu tradisi unik yang masih lestari hingga kini adalah Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo, sebuah agenda tahunan yang digelar setiap 1 Suro atau 1 Muharam dalam penanggalan Jawa dan Hijriah.

Tahun ini, tradisi tersebut digelar pada Senin (30/6/2025) dan memasuki pelaksanaan yang ke-17 kalinya. Masyarakat setempat bersama seniman dan budayawan mengarak sosok banteng yang menjadi simbol Empu Supo XVII, menyusuri kawasan wisata Songgoriti.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto, Lurah Songgokerto Dian Arsyam Ramadhan, serta perwakilan Dewan Kesenian Kota Batu. Ribuan warga dan wisatawan pun memadati sepanjang jalur arak-arakan untuk menyaksikan tradisi budaya yang sarat makna tersebut.

Simbol Kekuatan dan Keberanian Masyarakat

Tradisi Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo
Tradisi Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo di Songgoriti Kota Batu. Foto: Dok

Empu Supo XVII, sosok simbolik dalam arak-arakan, merepresentasikan kekuatan, keberanian, dan semangat perjuangan masyarakat Kota Batu. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai media edukasi dan pemersatu masyarakat lintas generasi.

Tahun ini, tema yang diusung adalah Jayati Janapada, sebuah frasa dari bahasa Sanskerta yang berarti kemenangan rakyat. Banteng (andhaka) sebagai ikon utama dalam tradisi ini juga menjadi lambang kerakyatan yang kuat, berani, dan membumi.

Ngarak Banteng Empu Supo Kolaborasi Seni Pencak Silat dan Bantengan

Sebagai bagian dari ritual, pertunjukan seni tradisional seperti pencak silat dan bantengan turut meramaikan acara. Pencak silat dipentaskan dengan gerakan indah, tegas, dan penuh filosofi. Seni bela diri ini tidak hanya menunjukkan keahlian fisik, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan simbol perlindungan dari marabahaya.

Baca juga: Angkat Budaya Lokal, Kesenian Bantengan Bantolo Warnai Festival 76 IAK di Malang

Sementara itu, seni bantengan—yang khas dari Malang Raya—menampilkan perwujudan banteng sebagai makhluk simbolis yang dipuja karena kekuatannya, sekaligus menjadi bagian dari ekspresi spiritual masyarakat.

Pelestarian Budaya yang Terus Dijaga

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo ini menjadi salah satu daya tarik budaya di Kota Batu yang mampu mengundang wisatawan sekaligus memperkuat identitas lokal. Pemerintah Kota Batu bersama masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi ini sebagai bagian dari kekayaan budaya yang tak ternilai.

Sementara, banteng dengan tanduk berapi – api merupakan simbol cita – cita dari semangat rakyat kota Batu yang membara, melibas, membakar segala angkara dan kebatilan, menuju kota Batu yang bermartabat dan sejahtera.

”Event ngarak banteng 1 suro empu supo ini selain agenda tahunan juga sebagai acara kolektif antara warga lingkungan songgoriti, berbagai komunitas dan organisasi dan juga pemerintah. Tahun ini sudah ke-17 kalinya,” ungkap Ahmad Choirul Amirrudin, Humas Paguyuban Mpu Supo, Rabu (2/7/2025).

Baca juga: Kenalkan Spirit ‘SARUNGAN’, Puluhan Pelaku Seni Bantengan di Kota Batu Berbagi Takjil di Jalan

Choirul menekankan jika tujuan digelarnya event ini adalah membangkitkan kembali kecintaan warga terhadap seni tradisi leluhur. Selain itu memberikan kesan pertunjukan drama tari sebagai prototipe wisata budaya Kota Batu yang harus digaungkan.

”Total ada 60 komunitas yang berpartisipasi di event ini, 17 komunitas punya karakter dan ciri khas drama tarinya masing-masing. Ini bisa menjadi prototipe wisata budaya Kota Batu ke depannya. Apalagi, Songgoriti sangat cocok untuk itu, penginapan ada, cagar budaya dan venue yang strategis,” jelasnya.

Ia yakin jika pertunjukan ini digarap lebih serius lagi dan dikolaborasikan dengan seluruh pihak, maka daya tarik wisata Kota Batu akan semakin berwarna dan membawa dampak ekonomis pula kepada warganya. ”Sekaligus adat, tradisi dan budaya leluhur juga tetap terjaga,” imbuhnya.

Pemkot Batu Siap Dukung Tradisi Jadi Wisata Unggulan

Pemkot Batu lestarikan bantengan
Wawali Heli Suyanto saat ikut mengarak Banteng 1 Suro Empu Supo di Songgoriti Kota Batu. Foto: Dok

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menuturkan apresiasi positif atas kegiatan tersebut. Menurutnya, prosesi Ngarak Banteng ini menjadi momen penting untuk melestarikan budaya dan tradisi leluhur.

Dengan diadakannya prosesi ini, masyarakat Kota Batu dapat lebih memahami dan menghayati nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Selain itu, pihaknya berjanji akan mendukung eksistensi tradisi ini sekaligus dikembangkan menjadi obyek wisata unggulan.

”Kesenian ini saya pastikan akan menjadi binaan dari Dinas Pariwisata Kota Batu. Semoga harapannya ke depan bisa mendatangkan turis dan para wisatawan untuk berkunjung ke Kota Batu,” ujarnya.

Baca juga: Ribuan Pegiat Seni Bantengan di Kota Batu ‘Kalap Bareng’

Bantengan Jadi Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Sintiche Agustina Pamungkas menambahkan jika upaya pelestarian budaya seperti kesenian bantengan ini juga menjadi tanggung jawab mereka.

“Karena kesenian bantengan ini merupakan warisan budaya, dan kami terus dari Dinas Pariwisata turut melestarikan dan mengembangkan kesenian ini menjadi warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang,” tuturnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: budaya songgoritiDinas Pariwisata Kota Batukesenian bantengankota batuNgarak Banteng 1 Suro Empu Supopencak silatwakil wali kota batu heli suyanto

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Binaraga Kota Malang

Atlet Binaraga Kota Malang Sumbang 4 Medali di Porprov Jatim 2025

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.