Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Tips Diet Sehat Selama Ramadan ala Yulia Baltschun

Redaksi by Redaksi
Februari 18, 2026 9:06 am
in Tips
Yulia Baltschun, konten kreator edukasi kebugaran (Foto: Instagram @yuliabaltschun)

Yulia Baltschun, konten kreator edukasi kebugaran (Foto: Instagram @yuliabaltschun)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Bulan Ramadan sering dianggap sebagai ajang untuk menurunkan berat badan. Namun, kenyataannya banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan setelah Lebaran.

Edukator kebugaran, Yulia Baltschun, menjelaskan bahwa jam makan yang terbatas saat puasa tidak otomatis membakar lemak jika prinsip dasarnya tidak diperhatikan.

READ ALSO

5 Panci Listrik yang Cocok untuk Anak Kos

5 Tempat Fotokopi di Malang untuk Mahasiswa Baru, Cocok untuk Print Tugas hingga Kebutuhan Ospek

“Jam makan puasa ini tidak berefek besar dalam weight loss ataupun fat loss. Malahan bisa banget terjadi, meskipun kamu sudah disiplin puasa, berat badan dan lemak tubuh kamu bisa bertambah kalau 3 blok piramida diet di bawahnya (makronutrien, mikronutiren,energy balance) enggak kamu urusin,” tegas Yulia melalui kanal YouTube-nya.

Baca Juga: Sambut Ramadan 2026, Kampung Budaya Polowijen Kota Malang Gelar Tradisi Megengan

Berikut adalah panduan lengkap diet sehat Ramadan ala Yulia Baltschun.

1. Fokus pada “Energy Balance” (Defisit Kalori)

Menurut Yulia, prioritas utama dalam diet bukan waktu makan, melainkan seberapa banyak makanan yang dikonsumsi. Dalam piramida diet, Energy Balance menempati posisi paling bawah sebagai fondasi utama.

“Mau enggak mau, meskipun sudah puasa atau enggak puasa, kalau kamu mau fat loss tetap harus berada dalam kondisi kalori defisit,” jelasnya.

Yulia mengingatkan agar tidak memotong kalori terlalu drastis. Berdasarkan studi, hasil penurunan lemak antara diet ekstrem dan diet moderat hampir sama, namun diet ekstrem jauh lebih sulit dipertahankan. Cukup potong 20% dari total kebutuhan kalori harian (TDEE) Anda.

2. Konsumsi Cuka Alami Sebelum Makan

Salah satu tips unik yang dibagikan Yulia adalah mengonsumsi asam asetat atau cuka alami (seperti cuka apel) saat perut kosong, baik saat sahur maupun berbuka.

“Kenapa aku saranin konsumsi asam asetat alami? Kalau dikonsumsi saat perut kosong sebelum makan, ini bisa membantu mengontrol lonjakan gula darah,” ungkap Yulia.

Lonjakan gula darah yang ekstrem tidak hanya memicu penyimpanan lemak, tetapi juga membuat Anda sulit mengontrol nafsu makan dan sering merasa lemas atau moody. Yulia menyarankan mencampur satu sendok makan cuka alami dengan air dan meminumnya menggunakan sedotan untuk melindungi lapisan gigi.

3. Atur Urutan Makan saat Berbuka

Budaya Indonesia sering kali menjadikan takjil manis sebagai menu utama berbuka. Yulia menyarankan untuk mengubah pola pikir ini demi menjaga stabilitas hormon. Dengan menanamkan bahwa 80% makan untuk kebutuhan tubuh, dan 20% untuk kepuasan mental.

Mulailah berbuka dengan air putih dan 1–3 butir kurma. Yulia menjelaskan bahwa kurma adalah pilihan bijaksana karena mengandung serat larut dan tidak larut serta kalium.

Baca Juga: Sajikan Menu Kering, MBG di Kabupaten Malang Tetap Jalan Selama Ramadan

“Semua takjil manis taruh di akhir, taruh di belakang dengan mindset sebagai dessert. Kenapa? Karena takjil manis di Indonesia banyak yang kandungan gula dan kalorinya lumayan sadis,” tambahnya.

4. Komposisi Piring Makan Seimbang

Dalam menyusun komposisi piring makan yang seimbang, Yulia Baltschun merekomendasikan pembagian zat gizi makro yang tepat agar tubuh tetap bertenaga selama berpuasa.

Porsi karbohidrat disarankan berkisar antara 45–50% dengan memilih jenis karbohidrat berindeks glikemik sedang, seperti ubi atau nasi merah, karena kandungan seratnya yang tinggi membantu memenuhi target harian 20–30 gram serat tanpa harus mengonsumsi sayuran dalam jumlah yang tidak masuk akal.

Selain itu, asupan protein sebesar 20–30% bersifat wajib untuk mendukung metabolisme tubuh agar bekerja secara optimal. Terakhir, jangan mengabaikan lemak sehat yang sangat penting untuk penyerapan vitamin dan stabilitas hormon, khususnya bagi wanita.

Pastikan juga untuk menghindari lemak trans dan memperbanyak konsumsi lemak tidak jenuh seperti yang terdapat pada alpukat atau kacang-kacangan.

5. Olahraga (Opsional)

Yulia mengakui bahwa tanpa olahraga pun berat badan bisa turun selama kalori defisit terpenuhi. Namun, jika tujuannya adalah estetika tubuh, aktivitas fisik mutlak diperlukan.

“Kalau kendalanya kamu punya perut kendur dan pengen lebih singset, ya enggak bisa kalau cuma dari diet saja. Tetap harus ada usaha yang berhubungan dengan physical activity,” pungkasnya.

Ia merekomendasikan latihan yang menargetkan otot TVA (Transversus Abdominis) yang berfungsi sebagai “korset alami” tubuh untuk membantu meratakan perut yang buncit.

Diet saat puasa bukan soal menahan lapar semata, melainkan tentang mengatur pola makan dengan lebih bijak. Dengan pendekatan yang seimbang dan tidak berlebihan, Ramadan bisa menjadi momen terbaik untuk memperbaiki kebiasaan makan sekaligus mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan ideal.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: RamadanTips DietYulia Baltschun

Related Posts

Panci Listrik Samono SW-DG01P. (Foto: Shopee/ Ufo Electronika & Furniture Official Shop)
Tips

5 Panci Listrik yang Cocok untuk Anak Kos

Jumat, 29 Mei 2026
Fotokopi Vian 24 Jam cabang UIN. (Foto: Intagram/ @fotocopyvian24jam)
Tips

5 Tempat Fotokopi di Malang untuk Mahasiswa Baru, Cocok untuk Print Tugas hingga Kebutuhan Ospek

Jumat, 29 Mei 2026
Mesin kopi rumahan
Tips

Mesin Kopi Rumahan untuk Pemula, Ini Pilihan yang Hemat Listrik dan Praktis

Kamis, 28 Mei 2026
Perbedaan Plushies dan Boneka
Tips

Perbedaan Plushies dan Boneka, Ternyata Tidak Sama

Selasa, 26 Mei 2026
Tagihan listrik
Tips

Tagihan Listrik Naik Terus? Bisa Jadi karena 5 Kebiasaan Sepele Ini

Selasa, 26 Mei 2026
Aplikasi edit foto dan video
Tips

Rekomendasi 5 Aplikasi Edit Foto dan Video yang Banyak Digunakan

Minggu, 24 Mei 2026
Next Post
Jadwal imsakiyah Kota Malang untuk tanggal 18-28 Februari 2026 sebagai panduan menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan nyaman. /Foto: Pinterest/Dreamy Vibes

Jadwal Imsakiyah Malang 18-28 Februari 2026: Panduan Lengkap Ibadah Puasa Ramadan dengan Nyaman

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.