Tugumalang.id – Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa sering kali tidak hanya diisi dengan kegiatan perkuliahan. Banyak mahasiswa juga aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, menjalani magang, hingga bekerja paruh waktu untuk menambah pengalaman maupun penghasilan.
Kondisi tersebut membuat kemampuan mengatur waktu menjadi salah satu keterampilan yang penting agar seluruh tanggung jawab dapat berjalan secara seimbang.
University of Cincinnati menjelaskan bahwa manajemen waktu membantu mahasiswa mengatur prioritas, mengurangi stres akibat pekerjaan yang menumpuk, serta memberikan ruang untuk tetap menjalani aktivitas di luar akademik.
Baca Juga: Mahasiswa Unikama Rayakan Keberagaman Budaya Dunia Lewat Cultureverse 2026
Melalui perencanaan yang baik, mahasiswa dapat mengalokasikan waktu untuk belajar, bekerja, berorganisasi, maupun beristirahat secara lebih terstruktur. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan mahasiswa untuk mengelola waktu secara lebih efektif.
1. Susun Jadwal Mingguan Secara Realistis
Langkah pertama adalah mencatat seluruh aktivitas yang harus dilakukan, mulai dari jadwal kuliah, tugas, rapat organisasi, jadwal kerja part time, hingga waktu istirahat.
Dengan melihat seluruh agenda dalam satu kalender, mahasiswa dapat mengetahui waktu yang masih tersedia dan menghindari bentroknya jadwal.
Penggunaan kalender digital maupun agenda fisik juga dapat membantu mengingat tenggat tugas dan jadwal penting sehingga risiko lupa terhadap kewajiban dapat dikurangi.
2. Tentukan Prioritas Berdasarkan Tingkat Kepentingan
Tidak semua pekerjaan memiliki tingkat urgensi yang sama. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menentukan prioritas setiap hari maupun setiap minggu. Tugas dengan tenggat waktu paling dekat atau memiliki dampak besar terhadap nilai akademik sebaiknya diselesaikan lebih dahulu.
Baca Juga: Make Over Sapa Kampus UB, Ajak Mahasiswa Temukan Kepercayaan Diri
Metode seperti Eisenhower Matrix dapat digunakan untuk membedakan pekerjaan yang penting dan mendesak dengan pekerjaan yang masih dapat dijadwalkan di lain waktu.
3. Hindari Kebiasaan Menunda Pekerjaan
Menunda tugas sering kali membuat beban pekerjaan menumpuk menjelang batas pengumpulan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan sekaligus mengurangi kualitas hasil pekerjaan.
Salah satu cara yang banyak digunakan adalah membagi tugas besar menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dikerjakan secara bertahap. Teknik ini juga membantu mahasiswa lebih konsisten dalam menyelesaikan pekerjaan setiap hari.
4. Gunakan Teknik Belajar yang Membantu Fokus
Mahasiswa dapat mencoba teknik Pomodoro, yaitu belajar selama sekitar 25 menit yang diikuti istirahat singkat selama lima menit. Metode ini banyak digunakan untuk membantu menjaga konsentrasi sekaligus mengurangi kelelahan saat belajar dalam waktu lama.
Selain itu, mengerjakan satu tugas pada satu waktu dinilai lebih efektif dibandingkan melakukan banyak pekerjaan secara bersamaan atau multitasking.
5. Batasi Gangguan dari Perangkat Digital
Notifikasi media sosial maupun aplikasi pesan instan dapat mengganggu konsentrasi ketika mengerjakan tugas. Karena itu, mahasiswa dapat menonaktifkan notifikasi sementara atau menggunakan mode fokus saat belajar maupun bekerja.
Selain itu, penelitian berjudul “Determining the Impacts of Social Media on Mood, Time Management and Academic Activities of Students” (2021) menemukan adanya hubungan negatif antara intensitas penggunaan media sosial dengan kemampuan manajemen waktu mahasiswa.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa semakin tinggi aktivitas di media sosial, semakin rendah partisipasi mahasiswa dalam aktivitas akademik.
6. Sisihkan Waktu untuk Istirahat
Produktivitas tidak hanya ditentukan oleh banyaknya aktivitas yang dilakukan, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental.
Oleh sebab itu, jadwal harian sebaiknya tetap menyediakan waktu untuk tidur yang cukup, makan teratur, berolahraga ringan, maupun melakukan aktivitas rekreasi.
University of Pittsburgh menyarankan mahasiswa menyusun jadwal yang tidak hanya berisi waktu belajar, tetapi juga menyediakan waktu untuk beristirahat, serta memberi ruang bagi kegiatan yang tidak direncanakan agar jadwal yang dibuat tetap fleksibel.
Kemampuan mengatur waktu menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang menjalani berbagai aktivitas sekaligus, baik kuliah, organisasi, maupun kerja part time.
Penyusunan jadwal yang realistis, penentuan prioritas, menghindari penundaan pekerjaan, menjaga fokus, serta menyediakan waktu istirahat merupakan beberapa langkah yang direkomendasikan oleh berbagai institusi pendidikan untuk membantu mahasiswa menjalankan tanggung jawab secara lebih efektif.
Dengan penerapan yang konsisten, manajemen waktu dapat mendukung kelancaran aktivitas akademik sekaligus menjaga keseimbangan antara studi, organisasi, pekerjaan, dan kehidupan pribadi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maura Sampetoding/ Magang
Editor: Herlianto. A


















