Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Tiktok-isasi Dunia: Bagaimana Video Singkat Mengubah Cara Kita Mengonsumsi Informasi

Redaksi by Redaksi
Januari 14, 2025 6:15 am
in Budaya
Fenomena TikTok dan video pendek membuat orang lebih mudah bosan./freepik

Fenomena TikTok dan video pendek membuat orang lebih mudah bosan./freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial yang paling populer dalam beberapa tahun terakhir. Dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif per bulan, TikTok membawa perubahan besar dalam cara kita mendapatkan dan menyerap informasi.

Fenomena “TikTok-isasi” ini menggambarkan pergeseran yang terjadi saat ini. Format video singkat menjadi pilihan utama. Namun, fenomena ini juga berdampak pada kebiasaan masyarakat, khususnya dalam hal rentang perhatian dan cara kita mengonsumsi informasi sehari-hari.

READ ALSO

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Dampak terhadap Rentang Perhatian

Video pendek seperti yang ada di TikTok membuat kita terbiasa mendapatkan hiburan dan informasi dalam waktu singkat. Hal ini berdampak pada kemampuan kita untuk fokus dalam waktu lama. Studi Microsoft pada 2021 menunjukkan bahwa rentang perhatian manusia kini hanya sekitar 8 detik, bahkan lebih pendek dari ikan mas!

Kebiasaan menonton video berdurasi 15 hingga 60 detik dapat membuat otak kita lebih sulit untuk beradaptasi dengan tugas yang memerlukan konsentrasi mendalam, seperti membaca artikel panjang atau menyelesaikan pekerjaan yang kompleks. Jika tidak diimbangi, hal ini bisa berdampak pada produktivitas dan kualitas belajar kita.

Baca Juga: Tarian Daboy yang Sedang Trending di TikTok, Kenali Budayanya

Perubahan Preferensi Konten

Sebelum era video pendek, banyak orang menikmati konten dalam bentuk artikel panjang atau video berdurasi lama seperti di YouTube. Namun, kini preferensi masyarakat berubah drastis. Video pendek lebih diminati karena langsung menyampaikan inti informasi tanpa bertele-tele. Ditambah lagi, algoritma TikTok sangat pintar dalam menyajikan konten yang sesuai dengan minat pengguna, sehingga membuat kita terus ingin menonton. Format ini juga mudah diakses karena dirancang untuk ponsel, membuatnya nyaman untuk dikonsumsi kapan saja.

Dampak pada Perilaku Sosial

TikTok-isasi tidak hanya mengubah cara kita mengonsumsi informasi, tetapi juga bagaimana kita berinteraksi. Berbagi informasi kini sering dilakukan melalui video viral yang singkat, bukan diskusi mendalam. Tren seperti challenge viral, dance, atau meme menciptakan budaya baru yang menyatukan pengguna di seluruh dunia. Namun, ada sisi negatifnya. Ketergantungan pada interaksi digital dapat mengurangi kualitas komunikasi langsung dan memperkuat budaya instan yang terkadang dangkal.

Dampak Positif dan Negatif

Meski begitu, TikTok juga membawa manfaat. Video pendek memungkinkan informasi tersebar lebih cepat dan menjangkau banyak orang, termasuk mereka yang sebelumnya kurang terpapar informasi. Selain itu, platform ini mendorong kreativitas penggunanya untuk menyampaikan ide atau cerita dengan cara baru. Namun, dampaknya tidak selalu positif. Risiko seperti penyebaran informasi palsu, kecanduan konten, dan penurunan kemampuan berpikir kritis juga meningkat.

Baca Juga: Rapalguna si Bapak Kucing, Raih 326 Ribu Followers di Tiktok Berkat Konten Anabul

TikTok-isasi telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, terutama anak muda. Rentang perhatian yang semakin pendek menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Meski demikian, fenomena ini juga menawarkan peluang baru untuk menyampaikan informasi secara kreatif. Penting bagi kita untuk tetap bijak dalam mengonsumsi konten video pendek, mencari keseimbangan, dan memastikan informasi yang kita serap bermanfaat. Dengan begitu, kita bisa menikmati manfaat fenomena ini tanpa mengorbankan kemampuan berpikir kritis.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Say Martua Panji Tampubolon
Redaktur: jatmiko

Tags: budaya digital.konsumsi informasirentang perhatiantiktokvideo pendek

Related Posts

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Next Post
komunitas motor klasik

Mengenal Lebih Dekat Komunitas Mr. Duck Baik, Ajak Nostalgia Sepeda Motor Klasik di Jalanan Kota Malang

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.