Malang, Tugumalang.id – Penawar Special Learning Centre (PSLC), lembaga pendidikan dan terapi bagi anak dengan spektrum autisme serta kebutuhan khusus lainnya, membeberkan alasan mengapa terapi yang sudah dijalankan secara rutin di pusat terapi sering kali belum memberikan dampak optimal di sekolah.
Penyebab utamanya adalah sistem yang belum terhubung dengan baik antara institusi terapi dan sekolah formal. Minimnya komunikasi serta koordinasi membuat pihak sekolah kesulitan menyesuaikan metode belajar dengan kebutuhan setiap anak.
“Anak dengan spektrum autisme memiliki karakteristik belajar dan interaksi yang unik. Tanpa pendekatan khusus, pembelajaran di sekolah sering kali tidak maksimal,” kata Clinical Director PSLC, Dr. Ruwinah Abdul Karim.
Sistem Pendidikan Belum Adaptif untuk Anak Autisme
PSLC menilai, sebagian besar sekolah di Indonesia masih menggunakan metode pembelajaran umum tanpa penyesuaian yang memadai. Akibatnya, anak kerap dianggap sulit diatur atau tidak mampu mengikuti pelajaran sebagaimana siswa pada umumnya.
Kondisi ini memicu keluhan dari pihak sekolah, meski anak sebenarnya sudah menjalani terapi secara rutin. “Berapa banyak guru yang frustrasi karena tidak tahu strategi apa yang digunakan di terapi anak? Berapa banyak terapis yang tidak tahu dinamika anak di kelas?” ujar Ruwinah.
Baca juga: PSLC Gelar Autism Management Course 2025 di Bandung, Perkuat Dukungan untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Perlu Komitmen Bersama dan Kolaborasi
Menurut PSLC, keberhasilan terapi anak berkebutuhan khusus sangat bergantung pada kolaborasi antara terapis, guru, dan orang tua. Terapi di pusat intervensi harus diikuti dukungan berkelanjutan di rumah dan sekolah agar pembelajaran dan terapi berjalan sinkron.
“Lewat pendekatan terstruktur, kita bisa membangun pusat terapi yang bukan hanya mengajar, tetapi juga menyambungkan dengan pihak sekolah,” jelas Ruwinah.
Hadirnya PSLCNet sebagai Mitra bagi Sekolah
PSLC berupaya menjembatani hal ini dengan mendirikan PSLCNet di beberapa daerah yang ada di Indonesia. Ini sebagai upaya membuka ruang edukasi dan koordinasi antara terapis, orang tua, dan sekolah agar intervensi bisa lebih terarah dan konsisten.
Melalui pendekatan terpadu ini, PSLC berharap anak dengan autisme mendapatkan lingkungan belajar yang suportif, dan sekolah bisa lebih siap menerima serta mendukung kebutuhan anak-anak secara holistik.
Jadi, kendala utama mengapa terapi sudah berjalan tapi sekolah masih mengeluh adalah karena belum terbangunnya sistem yang menyambung secara utuh antara terapi, sekolah, dan keluarga.
Ini membuat kebutuhan khusus anak autisme belum dapat diakomodasi secara efektif, sehingga hasil perkembangan anak belum optimal.
Baca juga: PSLC Gelar Autism Management Course 2025 di Kota Batam: Wujudkan Kehidupan yang Lebih Inklusif
PSLC terus berupaya mendorong sinergi yang lebih baik, guna memastikan anak-anak dengan spektrum autisme dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang ramah dan penuh dukungan.
“PSLCNet mengundang guru, kepala sekolah, penggerak pendidikan untuk menjadi bagian dari ekosistem yang menyatukan rumah, terapi, dan sekolah,” tutup Ruwinah.
Deskripsi: PSLC ungkap permasalahan terapi sudah jalan tetapi masih ada komplain dari sekolah, disebabkan masalah sistem yang tak terhubung.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko


























