Oleh: Ulul Azmy*
Tidak lama lagi, tahun 2021 sudah akan berakhir. Ini menjadi penanda bahwa saya sudah setahun lebih memperkuat Tugu Media Group, perusahaan media berbasis di Kota Malang, Jawa Timur dan menaungi dua media online yakni tugumalang.id dan tugujatim.id.
Selama setahun lebih di sini, liburan akhir tahun jadi semacam tradisi. Terhitung sudah dua kali ini saya ikut liburan bareng semua karyawan Tugu Media Group. Waktu 2020 lalu, kami liburan dua hari di kota tetangga, di Kota Batu. Kami melakukan rafting, gathering di vila, dan jalan-jalan ke Jatim Park.
Kali ini, tahun 2021, kami berkesempatan melawat ke Semarang dan Yogyakarta. Di sana kami dijamu habis-habisan oleh Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana dan anaknya, Savero Dwipayana. Juga Pemred Tugu Media Group, Noercholis MA Basyari yang jauh-jauh datang dari Ciamis.

Untuk pertama kalinya saya bertemu ketiganya dari jarak dekat, dengah leluasa. Ngobrol-ngobrol kecil seperti keluarga sendiri. Di sana kami juga bertemu dengan Wagub Jateng, Gus Taj Yasin, yang adalah anak pesohor NU nusantara, Mbah Moen. Kami dijamu ala tamu-tamu negara di rumah dinasnya.

Selain itu, juga kami disambangi oleh Kabid TIK Polda Jateng yang juga dijagokan menjadi Kapolda Jateng selanjutnya, AKBP Alfian Nurrizal. Di sana kami juga dipersilahkan menginap, meluruskan punggung kami oleh Ibu Anna Santosa di Santosa Stable, di lereng Gunung Ungaran, Jawa Tengah.
Di luar ekspektasi, Santosa Stable ternyata bukan destinasi wisata pada umumnya. Karena yang ditawarkan di destinasi seluas 15 hektar itu adalah tentang olahraga kuda. Kuda yang benar-benar kuda alias dibuat untuk kompetisi. Total ada 25 lebih kuda berotot baik lokal maupun luar negeri berkandang di sana.
Bukan soal apa, awalnya Santosa Stable memang tadinya dibangun untuk arena latihan berkuda anak mendiang Chendra Sentosa, pengusaha kawakan tersohor di Semarang. Namanya Ivanna Putri Sentosa. Ivanna sendiri sudah menyabet puluhan lebih medali emas, baik di kejuaraan nasional maupun internasional.
Sosok-sosok ternama dan berpengaruh tersebut tak segan bertemu kami semata-mata hanya untuk menjalin tali silaturahmi, bukan karena sebagai pejabat wilayah. Di balik seragam, jabatan, dan segala kemewahan duniawi yang mereka miliki, mereka tetap membumi. Manusia.
Sebagai pribadi yang kaku, di situ saya mulai benar-benar paham keistimewaan dari silaturahmi. Dari situ pula, kekerasan dalam diri saya ikut melentur. Saya mulai membuka diri pada banyak hal, termasuk untuk berwisata. Saya sadar bahwa rekreasi adalah kebutuhan mendasar manusia, setidak menarik apapun destinasi wisatanya.
Kalau menurut Bos CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq, hidup tidak melulu soal deadline dan kerjaan. Kita juga perlu rehat sejenak. Kata-kata itupun cukup mujarab karena sepulang saya dari liburan itu, logika saya yang penuh tuntutan ekonomi dan kaidah jurnalistik ikutan membeku.

Tiga hari sudah saya seolah menjadi orang kaya. Perut kenyang, pikiran tenang. Sampai-sampai hari ini saya masih kagok menulis berita. Dari sini pula saya paham bahwa perusahaan bos kami punya itikad baik untuk membentuk ekosistem kerja yang sehat.
Tidak hanya soal gaji yang diberikan, tapi juga berbagai kebutuhan mendasar manusia lainnya, seperti salah satunya, rekreasi. Semoga, ekspektasi saya itu tidak salah. Dengan demikian, paripurna sudah perjuangan kami membangun Tugu Media Group di tahun 2021.
Waktunya, kami mengemban lebih banyak lagi tugas dan mimpi-mimpi kami yang belum kesampaian di tahun 2022 mendatang. Saat ini, kami sudah punya kantor di Jalan Dirgantara, Sawojajar. Sebelumnya, kami hanya berkantor di garasi kecil di bilangan Blimbing, Kota Malang.
Untuk memungkasi, saya mengucapkan banyak salut dan terima kasih untuk Pak Aqua Dwipayana dan Bung Ero, anaknya, yang turut andil membangun support system yang baik di antara kami. Begitu juga kehadiran Noercholis MA Basyari yang menjadi sosok bapak bagi kami.
Salut dan hormat juga buat bapak CEO Irham Thoriq yang tetap berusaha mensejahterakan kami sekuat tenaga dan pikiran bersama Pak GM Tugu Malang, Fajrus Shidiq dan GM Tugu Jatim, Bayu Eka Novanta.

Tak lupa juga salam sehat, bahagia, serta sejahtera buat 42 rekan karyawan saya di Tugu Media Group. Jangan lupa bahagia dan kesehatan adalah yang utama dalam tugas kita di jalan. Pantang pulang, sebelum tumbang.
*Penulis merupakan Wartawan Tugu Malang ID























