MALANG, Tugumalang.id – Universitas Islam Malang (Unisma) menjalin kerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang berlangsung di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta pada Rabu (29/10/2025).
Perwakilan Unisma dihadiri oleh Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd, Ph.D, Ketua Umum Yayasan Unisma, Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto, S.P, M.P, dan juga Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni Unisma, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd diterima langsung oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin dalam acara audiensi.
Baca Juga: Fun Walk Meriahkan Dies Natalis ke-44 Unisma Sekaligus Peringatan Hari Santri Nasional 2025
Pada pertemuan tersebut kedua belah pihak menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan juga Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi dalam pengembangan kualitas calon pekerja migran Indonesia.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni Unisma, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd mengatakan pertemuan kemarin merupakan bagian dari tindak lanjut pertemuan sebelumnya.
Seperti diketahui, Unisma telah menjalin penjajakan kerja sama dalam rangka mengembangkan pusat pengembangan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia pada Februari 2025 lalu bersama Menteri P2MI yang saat itu masih dijabat oleh Abdul Kadir Karding.
“Kegiatan kemarin menindaklanjuti pertemuan sebelumnya. Realisasi penandatanganan MoU dan PKS memang membutuhkan waktu yang cukup panjang karena memang perlu drafting dan bentuk program yang konkret,” tutur Yunus kepada Tugumalang.id pada Kamis (30/10/2025).
Fokus Pada Peningkatan Kualitas Kompetensi dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Setelah penandatanganan MoU dan PKS tersebut, Unisma akan berfokus pada dua aspek penting, yakni peningkatan kualitas perlindungan pekerja migran Indonesia dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pekerja migran Indonesia.
Baca Juga: Unisma Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Selangkah Lagi Menuju World Class University
Yunus menjelaskan nantinya Unisma akan menjadi salah satu perguruan tinggi yang menyiapkan demand permintaan tenaga kerja migran Indonesia ke luar negeri.

“Kapasitas kompetensi apa yang dibutuhkan, kami akan menyiapkan lulusan kami dan juga masyarakat umum juga tentunya. Menyiapkan kompetensi apa saja yang dibutuhkan oleh pekerjaan yang ada di luar negeri,” jelasnya.
Selain berfokus pada peningkatan kualitas kompetensi pekerja migran Indonesia, Unisma juga akan memberi perhatian khusus pada jaminan perlindungan para pekerja migran selama mereka bekerja di luar negeri. Hal ini dirasa sejalan dalam rangka mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk kesejahteraan pekerja migran Indonesia.
Tingkatkan Keterampilan Penguasaan Bahasa Asing
Salah satu upaya yang akan dilakukan Unisma untuk meningkatkan kompetensi pekerja migran Indonesia adalah meningkatan keterampilan penguasaan bahasa asing. Para calon pekerja migran Indonesia akan dibekali kemampuan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan juga Bahasa Mandarin.
“Yang paling penting adalah penyiapan bahasa yang akan digunakan di luar negeri. Kami akan bekerja sama dengan KP2MI, dalam rangka menyiapkan tenaga migran Indonesia yang berkualitas, baik dari sisi kompetensi dan juga dari sisi perlindungan itu sendiri,” terang Yunus.
Kegiatan audiensi dan juga penandatanganan MoU beserta PKS antara Unisma dan KP2MI diharapkan menjadi momentum untuk mencetak generasi bangsa yang tidak hanya terampil, tapi juga terlindungi secara menyeluruh.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A
























