Tugumalang.id – Universitas Islam Malang (Unisma) kembali mengukuhkan 3 guru besar baru yang digelar secara resmi pada Selasa (7/10/2025) di Gedung Bundar Unisma, Malang. Pengukuhan ini menjadi langkah baru Unisma menuju The World Class University.
Ketiga profesor baru yang dikukuhkan ialah Prof. Dr. Dwi Fita Heriyawati, S.Pd., M.Pd. (kepakaran ICT in ELT), Prof. Dr. Husain Latuconsina, S.Pi., M.Si. (kepakaran Biokonservasi), dan Prof. Novi Arfarita, S.P., M.P., M.Sc., Ph.D. (kepakaran Bioremediasi Pertanian dan Mikroorganisme Fungsional).
Dikukuhkannya 3 profesor baru ini membuat Unisma kini menggenapkan jumlah guru besar yang dimiliki hingga saat ini menjadi 24 guru besar. Tentunya, ini menjadi progres positif bagi keberlanjutan Unisma yang tengah mengejar visi misi sebagai The World Class University.
Baca Juga: Diikuti 5.961 Mahasiswa Baru, OSHIKA MABA 2025 Unisma Berlangsung Meriah
Rektor Unisma Prof. Drs. Junaidi Mistar, M.Pd, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa dikukuhkannya 24 guru besar di kampus Nahdlatul Ulama (NU) ini lahir secara organik dari hasil pembinaan dan dedikasi universitas dalam mengembangkan potensi internal.

Ia menjlentrehkan bahwa 24 guru besar itu meliputi 3 guru besar di FKIP, 2 guru besar di FMIPA dan 6 guru besar di Fakultas Pertanian. Tentu, pencapaian itu bukan menjadi garis finish, melainkan sejarah baru Unisma dalam melahirkan akademisi jempolan.
“Mereka ini, para profesor ini adalah garda terdepan yang akan membawa Unisma melesat menuju World Class University,” tegasnya.
Baca Juga: Kuliner Dekat Unisma yang Wajib Dicoba Mahasiswa: Hemat dan Lezat
Menurutnya, peran para guru besar sangat penting dalam memperkuat reputasi akademik universitas lewat berbagai hal. Mulai karya ilmiah hingga publikasi bereputasi internasional.

“Kami berharap capaian tertinggi dalam jabatan akademik ini tidak membuat kita semua berhenti berkarya. Justru dengan gelar profesor, semangat penelitian dan pembimbingan harus semakin kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Jun, sapaan akrabnya memberikan apresiasi kepada pimpinan fakultas yang telah memberi ruang dan dukungan kepada para dosen untuk berkembang.
”Bahkan saat ini masih ada 2 dosen lagi yang sedang dalam proses menuju jabatan guru besar, setelah mendapat rekomendasi dari Senat Unisma,” imbuhnya.
Terlepas dari itu, Prof. Jun berpesan khusus kepada tiga guru besar yang dikukuhkan hati ini agar terus berkontribusi melalui bidang keilmuannya.
Kepada Prof. Dwi Fita, ia berharap agar riset di bidang Information and Communication Technology in English Language Teaching (ICT in ELT) terus dikembangkan.
“Saya percaya bahwa teknologi tak akan bisa menggantikan peran guru. Namun guru yang menguasai teknologi akan menggantikan mereka yang tidak memahaminya. Itulah tantangan dunia pendidikan hari ini,” pesannya.
Sementara pesan untuk Prof. Husain Latuconsina, Prof. Jun menekankan pentingnya kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam melalui riset-riset biokonservasi. Apalagi, Unisma baru saja menandatangani kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat agenda keberlanjutan.
Lalu, pada Prof. Novi Arfarita, Prof. Jun berharap riset bioremediasi pertanian dan mikroorganisme fungsional yang selama ini ia tekuni dapat memberi dampak bagi peningkatan produktivitas pertanian nasional.
“Riset tentang bakteri mikroba seperti Bioferna menjadi contoh konkret bagaimana ilmu bisa menjawab kebutuhan bangsa,” tuturnya.
Lahirnya para guru besar di Unisma, kata Prof. Jun tak lepas dari kontribusi proses pengajuan guru besar, khususnya atas peran Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Raja Diyasawitri S.A.M.M., dan Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.
“Dengan bertambahnya tiga profesor baru ini, kami semakin optimis Unisma akan menjadi universitas Islam yang berdampak luas bagi bangsa dan negara,” pungkas Prof Junaidi dengan nada penuh keyakinan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























