MALANG, Tugumalang.id – Tebing setinggi 20 meter dengan panjang 10 meter longsor di Jalan Raya Gubukklakah, Desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Kamis (8/1/2026). Longsor ini menyebabkan jalan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tertutup total.
Hingga Jumat (9/1/2026) pukul 09.00, jalur tersebut masih belum bisa dilalui. Petugas gabungan dari berbagai instansi masih melakukan karya bakti untuk membersihkan material longsor.
Baca Juga: Longsor di Wajak Malang Tutup Akses Perkampungan di Dua Titik
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan menyebut, longsoran yang menutup jalan memiliki ketebalan 1 hingga 1,5 meter dan panjang sekitar 10 meter.
“Saat ini kami sedang melakukan pembersihan, baik secara manual maupun menggunakan alat berat,” kata Sadono.
Sebelum terjadi longsor, wilayah Desa Gubukklakah dilanda hujan deras sejak pukul 15.00. Sadono menduga hujan yang terjadi selama enam jam tersebut menjadi pemicu terjadinya longsor.
“Kami masih mendata kerugian yang diakibatkan longsor ini,” kata Sadono.
Kecamatan Poncokusumo termasuk wilayah yang rawan terhadap tanah longsor karena berada di lereng gunung. Sepanjang tahun 2025, wilayah Poncokusumo mengalami 13 kejadian tanah longsor. Sementara di tahun 2024, wilayah tersebut dilanda tiga kejadian tanah longsor.
Baca Juga: Tanah Longsor Landa Kabupaten Malang 5 Hari Berturut-turut
Di awal tahun 2026, Kabupaten Malang sudah mengalami lima kejadian tanah longsor. Dua di antaranya terjadi di Jalan Raya Malang-Kediri yang berada di wilayah Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.
Dua tanah longsor juga terjadi di Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Sementara satu tanah longsor terjadi di Kecamatan Poncokusumo.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























