MALANG, Tugumalang.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berhasil mencetak 1.211 siswa SMK unggul melalui Program Kurikulum Unggulan sepanjang tahun 2024. Para siswa mendapatkan pelatihan langsung dari para ahli di bidang jaringan fiber optik dan fiber to the home (FO-FTTH), guna memperkuat keterampilan mereka sebelum terjun ke dunia kerja.
Program Kurikulum Unggulan merupakan bagian dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) TBIG yang fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan pelajar SMK.

Program ini telah berjalan sejak 2017 dan diperbarui pada 2024 untuk menjangkau lebih banyak sekolah dan memperdalam materi pelatihan.
“Program ini memberi kesempatan bagi siswa untuk praktik langsung di lapangan. Jadi, mereka tidak hanya belajar teori, tapi juga siap kerja setelah lulus,” ujar Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An.
Baca juga: Bisa Praktik Langsung, Siswa SMK Antusias Pelajari Fiber Optik di Rumah Belajar TBIG
Perluas Jangkauan ke 9 Provinsi
Selama periode 2017–2023, program ini hanya menyasar SMK di Jakarta dan sekitarnya. Namun mulai 2024, TBIG memperluas cakupan program hingga ke 31 sekolah yang tersebar di sembilan provinsi di Indonesia.
“Karyawan kami yang berada di daerah turut terlibat langsung dalam pelatihan, sehingga kegiatan bisa lebih efisien tanpa harus bergantung ke kantor pusat,” jelas Lie dalam sesi Zoom Journalism Fellowship on CSR yang digelar Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), belum lama ini.
Untuk mendukung proses pembelajaran, TBIG juga menyediakan platform Learning Management System (LMS) yang berisi materi pelatihan dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
“Siswa bisa mengakses materi sebelumnya dan belajar secara mandiri sesuai kebutuhan,” tambah Lie.
Buka Kesempatan Siswa SMK Siap Kerja
Sebanyak 83 siswa peserta program mendapat kesempatan magang di TBIG dan mitra kerja selama 2024. Dari jumlah tersebut, 45 siswa langsung direkrut menjadi tenaga kerja setelah lulus dari SMK.
“Ini semua berkat dukungan dari mitra kami yang menyediakan fasilitas dan peluang magang,” ujar Lie.
Siswa magang juga terlibat langsung dalam kegiatan operasional di lapangan. Hal ini membuat mereka lebih siap menghadapi dunia kerja dan meningkatkan keterampilan teknis melalui pendampingan dari tenaga profesional.
Baca juga: Tower Bersama Group Dukung Pelestarian Batik Lewat Rumah Batik TBIG di Pekalongan
Pelatihan untuk Guru SMK

Tak hanya siswa, program ini juga menyasar guru SMK. Sepanjang 2024, sebanyak 50 guru mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi yang disiapkan TBIG. Pelatihan ini bertujuan agar guru bisa menyampaikan materi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Guru yang terlatih bisa memotivasi siswa untuk tertarik masuk dunia industri, terutama sektor telekomunikasi,” kata Lie.
Komitmen untuk Pendidikan Tanpa Biaya

TBIG memastikan seluruh rangkaian Program Kurikulum Unggulan ini gratis alias tidak dipungut biaya. Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap pengembangan pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia.
“Kami sadar tidak bisa menyelesaikan semua tantangan pendidikan. Tapi setidaknya, kami bisa membantu dan memberi inspirasi agar perusahaan lain turut berkontribusi,” tutup Lie.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























