Tugumalang.id – Narasi pedas program Trans7 yang mengulas budaya pesantren berlatar Ponpes Lirboyo memicu amarah publik. Gelombang aksi massa dari kalangan santri menggema di Kota Malang pada Rabu (15/10/2025). Mantan Wali Kota Malang periode 2018-2023, Sutiaji turut berorasi dalam aksi tersebut.
Dalam orasinya, Sutiaji yang juga tumbuh dari lingkungan pesantren merasa tergerak atas polemik narasi Trans7 yang menyudutkan santri dan kiai. Ia menilai ada framing yang kurang tepat dalam tanyangan Trans7 itu.
Baca Juga: ISNU Kabupaten Malang Kutuk Keras Tayangan Xpose Uncensored Trans7
“Sudah 2 tahun saya tak muncul ke publik. Namun ketika kiai diframing gak benar, maka hati saya membara. Meski sudah dipanggil mbah, tapi kami siap untuk bertempur,” tegasnya.
Baginya, Pesantren Lirboyo adalah lembaga pendidikan yang mulia. Untuk itu, ia juga mendorong pihak berwenang mengusut aktor intelektual dibalik narasi Trans7.
Sutiaji juga menyerukan agar PBNU menyusun struktur tuntutan sampai tuntas. Ia juga mendorong pemda mengawal tuntutan santri di Malang.
“Yang dikehendaki masyarakat (santri) Bumi Arema adalah keteduhan, tidak provokatif sebagaimana yang telah tersiar di Trans7,” ujarnya.
Mantan Wali Kota Malang itu mengatakan, bagi santri, bahkan ia secara pribadi menegaskan bahwa kurang afdol jika menemui kiai tanpa mencium tangan kiai.
Baca Juga: Trans7 Minta Maaf atas Tayangan Xpose Uncensored yang Singgung Kehidupan Pesantren
Mencium tangan kiai baginya merupakan lambang penghormatan kepala pendidik bahkan sebagai simbol kepercayaan untuk meraih berkah.
Amarah Sutiaji juga dinyatakan dengan seruan agar Trans7 ditutup dari peredaran tayangan televisi Indonesia.
“Mari kawal tuntutan kita sampai tuntas. Kalau tadi ada anjuran (cabut izin Trans7) itu, justru tuntutan kita adalah tutup,” tandasnya.
Sebagai informasi, ratusan santri yang tergabung dalam Santri Malang Menggugat melakukan aksi demo di depan DPRD Kota Malang dengan membawakan 5 poin tuntutan atau Panca Gugatan.
1. Segera cabut izin Trans7 sebagai media pemilik program yang berdampak buruk terhadap keutuhan bangsa. Media penyebar fitnah, corong kebencian, tak memilik basis etika moral jurnalisme, dan dampak buruk lainnya.
2. Segera tangkap para pihak manajemen Trans7 dan partner yang bertanggung jawab atas tayangan yang melecehkan, menfitnah, merendahkan para Masyayikh, Santri dan Pesantren.
3. Bekukan dan cabut izin Production House yang membuat progran Xpose Uncensored Trans7
4. Buatlah pertanggungjawaban programatik berupa tayangan yang bisa menyadarkan publik bahwa kesalahan ada dalam diri kalian, dan kemuliaan itu sungguh nyata ada dalam diri para Kiai dan Santri di Pesantren
5. Kami mendesak pemerintah menjadikan kejadian ini sebagai sebuah poin pembelajaran, agar bisa segera merumuskan kebijakan yang lebih menjamin keberlangsungan etika jurnalisme itu terjadi di Indonesia.
Dan memberikan sangsi yang sekeras-kerasnya terhadap media apa pun yang melanggar, berupa pencabutan izin dan sejenisnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























