Kamis, Juni 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Tak Punya Jamban, Warga Gondanglegi Manfaatkan Sungai dan Toilet Pom Besin

Redaksi by Redaksi
Agustus 6, 2023 5:32 pm
in Pilihan Redaksi
tak punya jamban

Sudi, warga Desa Ketawang, berdiri di depan rumahnya yang tak memiliki jamban. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Malang, khususnya di Kecamatan Gondanglegi masih belum memiliki akses sanitasi yang layak di rumahnya. Setidaknya, dua rumah di Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi masih belum memiliki jamban dan memanfaatkan sungai untuk buang air besar (BAB).

Nurul Hidayah (39), warga Desa Ketawang mengatakan dirinya belum memiliki jamban yang layak. Akan tetapi ada lubang di belakang rumahnya yang ia gunakan untuk buang air besar (BAB) di saat aliran sungai di dekat rumahnya mengering.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

“Kalau sungainya mengalir ya BAB ke sungai. Ini dipakai kalau sungainya mati (kering),” ujar Nurul saat menunjukkan jamban di belakang rumahnya kepada Tugu Malang ID, belum lama ini.

Jamban tersebut berupa lubang yang ditutupi batu bata saat tidak terpakai. Lubang tersebut berada di bawah ruang sederhana berukuran 1,5 x 1,5 meter beratapkan seng yang dipasang cukup rendah sehingga penggunanya tidak bisa berdiri tegak di dalamnya. Sebagai “dinding”, Nurul memasang kain dan karpet bekas mengelilingi jamban tersebut.

Jamban darurat milik Nurul Hidayah (atap seng) yang ia gunakan saat aliran sungai mengering. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Lokasinya berhimpitan dengan kandang ayam. Tak ada aliran air di jamban tersebut dan tidak ada penerangan di malam hari.

Tak jauh dari rumah Nurul, berdiri rumah Sudi (40) yang juga tidak memiliki jamban. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani tersebut memanfaatkan air sungai untuk buang air dan mandi.

Apabila air sungai mengering, maka Sudi terpaksa memanfaatkan toilet umum di pom bensin yang tak jauh dari rumahnya. “Kalau sungainya mati ya ke pom bensin atau ke rumah tetangga,” kata Sudi.

Menurut pengakuan Sudi, rumah yang ia huni telah berdiri sejak zaman pemerintahan Bung Karno. Rumah yang dulunya dimiliki oleh kakeknya tersebut diwariskan turun temurun, hingga kini menjadi miliknya.

Baik Nurul maupun Sudi mengatakan bahwa rumah mereka telah disurvei oleh berbagai pihak. Akan tetapi, tidak ada tindak lanjut berupa bantuan akses sanitasi yang baik.

“Sering disurvei, tapi tidak ada apa-apa (bantuan),” kata Nurul.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq mengakui akses sanitasi yang layak masih menjadi permasalahan di Kabupaten Malang, khususnya di Kecamatan Gondanglegi. “Di Gondanglegi masih banyak (yang belum punya jamban). Malang selatan itu masih banyak,” kata Zia.

Akan tetapi, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah memiliki program untuk pengadaan jamban bagi masyarakat. “Ada banyak program di Dinas Cipta Karya dan program itu berjalan. Mulai jambanisasi hingga (penanganan) rumah rusak,” jelas Zia.

BACA JUGA: Pemkab Malang Targetkan 2023 Bebas BAB Sembarangan

Banyaknya masyarakat yang belum memiliki jamban ini menjadi evaluasi atas kinerja Pemkab Malang yang dipaparkan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otoda) Akmal Malik beberapa waktu lalu.

Menurut data yang ia miliki, baru 81,67 persen rumah di Kabupaten Malang yang memperoleh layanan pengolahan air limbah domestik. Artinya, masih ada sekitar 18 persen rumah yang belum memiliki jamban.

Dua batu bata menutupi lubang jamban darurat yang digunakan Nurul. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Ia juga memaparkan jumlah rumah yang belum mendapat akses sanitasi layak tersebut diperkirakan sejumlah 142.969 unit. “Pemkab Malang dapat melakukan intervensi kebijakan berupa penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis komunal pada kelurahan-kelurahan yang masih banyak yang tidak mengakses air bersih dan sanitasi,” saran Akmal kepada Bupati Malang pada saat itu.

Sementara itu, pada Desember 2022 lalu, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto juga pernah memaparkan bahwa baru 60 persen desa di Kabupaten Malang yang mencapai status open defecation free (ODF). ODF artinya suatu wilayah memiliki akses sanitasi yang layak sehingga semua warganya BAB di toilet dan bukannya di sungai atau ruang terbuka lainnya.

Menurut Didik, apabila masyarakat masih BAB sembarangan, maka kualitas kesehatan masyarakat akan menurun dan bisa menyebabkan stunting bagi balita. Oleh karenanya, ia meminta ada percepatan agar lebih banyak wilayah di Kabupaten Malang yang mendapat status ODF.

“Saya mengajak para camat agar melakukan upaya percepatan. Camat juga perlu melakukan verifikasi desa yang telah memiliki akses sanitasi dasar dan ODF lebih dari 90 persen,” ujar Didik pada saat itu.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: BAB di sungaiHeadlinejambanPemkab Malangsungai jadi jamban

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
seni bantengan

Ribuan Pegiat Seni Bantengan di Kota Batu 'Kalap Bareng'

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.