Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Stok Pasokan Ekspor Tanaman Hias dari Kota Batu Mulai Langka

Redaksi by Redaksi
Oktober 20, 2021 2:07 pm
in Berita
Stok tanaman hias di Kota Batu mulai langka

Juni Purnomo, Ketua Jaringan Petani Nasional Kota Batu tengah menunjukkan stok tanaman hiasnya. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

BATU – Penghobi tanaman hias belakangan ini mulai menjamur. Otomatis permintaannya pun meroket. Nah, Kota Batu sebagai wilayah pemasok utama tanaman dan bunga hias dari Indonesia ternyata mulai kewalahan. Bagaimana tidak, permintaan pasokan bisa sampai 2000 unit tiap bulannya.

Seperti dikatakan Juni Purnomo yang adalah Ketua Jaringan Petani Nasional Kota Batu. Hal ini sudah dirasakan petani dalam 2 tahun terakhir. Kondisi ini membuat neraca supply dan demand tak seimbang. Akibatnya, sejumlah jenis tanaman kini jadi barang langka.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

”Seperti yang awalnya tanaman kelas hias sekarang bisa jadi kelas koleksi. Stoknya di Kota Batu sudah tipis sekali. Terus terang sudah mulai sulit,” kata dia pada awak media, Rabu (20/10/2021).

Juni mengatakan, petani Kota Batu tidak hanya memasok ke pasaran dalam negeri saja, tapi juga ke pasaran internasional. Sebut saja seperti ke Jepang, Rusia, Belanda hingga negeri Paman Sam Amerika.

Dia mencontohkan seperti tanaman jenis Anthurium Kuping Gajah dan Philodendron itu banyak diminati di Belanda dan Amerika Serikat. Untuk di Jepang dan Rusia, banyak mencari tanaman jenis Agave Titanota dan Sanseveira Trifasciata.

Menghadapi kondisi itu dia berharap dinas terkait melakukan pendampingan kepada petani, terutama untuk menyediakan laboratorium kultur jaringan. Kenapa? Karena memang kondisi itu tercipta karena banyak petani masih menggunakan cara lama.

Jika difasilitasi oleh laboratorium kultur jaringan, kata dia, maka kendala budidaya perbanyakan tanaman itu bisa diatasi. Metode kultur jaringan sudah bangak dijalani banyak petani di Thailand dan Filipina.

”Jadi kondisinya begini, kita sering banyak diminta dari luar negeri. Mereka juga berani bayar mahal. Kan sayang jika ditolak terus, pasokan ekspor jalan, kita juga sejahtera. Saya berharap sekali dinas terkait mendengar ini,” harapnya.

Terpisah, Kepala DPKP Kota Batu, Sugeng Pramono berjanji akan mewujudkan aspirasi petani tanaman hias ini. Selama ini, Sugeng mengaku jika sudah sering memberikan pelatihan-pelatihan dengan tujuan agar menjadi petani mandiri.

”Mandiri yang dimaksud adalah petani yang bisa ekspor tanpa harus lewat pihak ketiga. Sehingga untungnya ya petani sendiri yang dapat,” kata dia dikonfirmasi.

Terlebih, lanjut dia, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga mendorong agar daerah bisa mandiri dalam memperbanyak ekspor komoditas pertanian. Pertanian memang terbukti menjadi sektor paling tangguh, sekalipun dihadapkan masa pandemi.

Reporter: Ulul Azmy
Editor: Sujatmiko

Tags: kota batutanaman hias

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Universitas Brawijaya

Kota Malang PPKM Level 2, Perkuliahan Tatap Muka Universitas Brawijaya Tunggu Kondisi Stabil

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.