Malang, Tugumalang.id – Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di SMK Telkom Malang mulai memanfaatkan teknologi digital. Siswa membuat website khusus untuk memudahkan pemungutan suara sekaligus mengurangi penggunaan kertas.
Website tersebut dikembangkan siswa SMK Telkom Malang sebagai penerapan kemampuan teknologi yang mereka pelajari. Sistem itu memungkinkan setiap warga sekolah memberikan suara secara digital menggunakan token sekali pakai yang dikirim melalui email masing-masing.
Token tersebut digunakan sebagai akses untuk memberikan suara. Dengan demikian, setiap pemilih dapat mengikuti proses pemilihan sesuai mekanisme yang telah ditentukan sekolah.
Baca juga: Rendra Masdrajad Safaat: DPRD Kota Malang Tak Bisa Hentikan Program MBG
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Rendra Masdrajad Safaat. Anggota DPRD Kota Malang yang pernah menempuh pendidikan di SMK Telkom Malang itu menilai kreativitas siswa menunjukkan bahwa kemampuan teknologi dapat diterapkan langsung untuk menyelesaikan kebutuhan di lingkungan sekolah.
“Ini apresiasi yang luar biasa. Saya bangga melihat adik-adik di SMK Telkom Malang bisa membuat inovasi seperti ini. Teknologi yang mereka pelajari ternyata bisa langsung diterapkan untuk membuat kegiatan sekolah menjadi lebih efektif,” ujar Rendra.
Menurut Rendra, pengalaman membuat sistem Pilketos digital bukan hanya memberikan manfaat untuk kegiatan sekolah, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menyelesaikan persoalan secara nyata.
“Bangga rasanya pernah menjadi bagian dari sekolah ini. Semoga semakin banyak anak-anak SMK Telkom Malang yang berani berinovasi, berkarya, dan memanfaatkan teknologi untuk memberikan manfaat,” katanya.
Baca juga: Angkutan Pelajar Gratis Resmi Beroperasi, Rendra Soroti Keamanan dan Kenyamanan
Rendra berharap inovasi yang lahir dari lingkungan sekolah tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Menurutnya, kemampuan siswa di bidang teknologi perlu terus mendapatkan ruang agar berkembang menjadi karya yang lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Coding bukan hanya soal membuat program. Yang lebih penting bagaimana ilmu itu bisa dipakai untuk membuat sesuatu yang lebih mudah, lebih efektif, dan membawa manfaat,” tuturnya.
Inovasi Pilketos digital tersebut menjadi salah satu contoh pembelajaran teknologi di sekolah yang diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Selain mendorong efisiensi proses pemilihan, sistem digital itu juga menjadi pengalaman bagi siswa untuk belajar mengembangkan solusi berbasis teknologi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Rendra Masdrajad Safaat
editor: jatmiko































