Malang, Tugumalang.id – Perum Jasa Tirta I (PJT I) telah empat kali menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Agustus 2026. Bantuan terbaru disalurkan pada 10–11 September berupa lima unit toren air bersih berkapasitas 800 liter dan 70 dus air minum dalam kemasan (AMDK) melalui Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah Kota Malang.
Rangkaian bantuan tersebut diberikan dalam bentuk dan melalui jalur yang berbeda. Pada tahap awal, PJT I mengirimkan bantuan logistik melalui jalur laut dan udara, kemudian menyalurkan bantuan uang tunai kepada warga di Kabupaten Manggarai Barat. Penyaluran terbaru diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat berupa air minum dan sarana penampungan air bersih.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Perum Jasa Tirta I turut mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana. Program tersebut menjadi salah satu wadah PJT I dalam menyalurkan dukungan sosial kepada Masyarakat.
Gempa kuat yang mengguncang wilayah Flores pada Agustus 2026 menjadi latar belakang rangkaian bantuan tersebut. Aktivitas gempa susulan juga masih tercatat BMKG di sejumlah wilayah pada awal September.
Empat Kali Bantuan PJT I untuk NTT

Penyaluran bantuan pertama dilakukan pada 18 Agustus 2026. PJT I menyalurkan bantuan berupa air mineral, obat-obatan, dan makanan ringan melalui Posko Peduli Bencana yang merupakan kolaborasi KSOP Utama Tanjung Perak, Pelindo Group, dan PT PELNI.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Surabaya. Selanjutnya, bantuan dikirim menuju Pelabuhan Maumere menggunakan kapal PT PELNI.
Setibanya di Maumere, bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui BNPB Provinsi NTT di Maumere.
Baca juga: Upaya Baru PJT I Bangun Ketahanan Air Nasional di Wilayah Sungai Bali-Penida
Sehari kemudian, 19 Agustus 2026, PJT I kembali mendukung distribusi bantuan kemanusiaan melalui Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma.
Pada penyaluran kedua, bantuan terdiri atas 100 dos air minum dalam kemasan, 18 dos popok bayi, 50 dos makanan instan, obat-obatan, dan vitamin. Bantuan tersebut diterima oleh Helen Romauli selaku Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB.

Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma menjadi pusat penerimaan dan konsolidasi bantuan dari berbagai pihak. Selanjutnya, bantuan didistribusikan melalui jalur udara menuju wilayah terdampak, termasuk Labuan Bajo dan Maumere, dengan dukungan operasi angkutan udara TNI AU.
Dua penyaluran pada Agustus tersebut menunjukkan bentuk dukungan PJT I pada tahap awal yang mencakup kebutuhan dasar dan logistik tanggap bencana. Distribusinya dilakukan melalui jalur laut maupun udara dengan melibatkan sejumlah lembaga dan instansi.
Bantuan Berlanjut ke Manggarai Barat

Rangkaian bantuan berlanjut pada 9 September 2026. Ketua Dewan Pengawas Perum Jasa Tirta I, Prof. Dr. Sukro Wahab, melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PJT I menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada warga Desa Wae Bangka dan Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores.
Baca juga: Hadapi Kemarau Ekstrem, PJT I Minta Industri Hemat dan Kelola Air Secara Bijak
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung setelah gempa kuat mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan catatan BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 7,7 setelah pemutakhiran parameter, dengan kedalaman 15 kilometer dan episenter di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Gempa tersebut juga memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah.
Aktivitas gempa susulan kemudian masih tercatat di kawasan Flores. Pada 8 September 2026, BMKG mencatat gempa yang berpusat di sekitar wilayah Manggarai dan dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Manggarai Barat. Kondisi tersebut menjadi konteks kebencanaan ketika PJT I kembali menyalurkan bantuan pada awal September.
Penyaluran Terbaru Fokus Air Bersih

Penyaluran pada 10 dan 11 September 2026 menjadi bantuan keempat PJT I untuk masyarakat terdampak gempa NTT.
Melalui Sub Divisi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan serta Environmental, Social & Governance, PJT I kembali menyalurkan bantuan melalui Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah Kota Malang.
Bantuan kali ini berupa 70 dus air minum dalam kemasan serta lima unit toren air bersih berkapasitas 800 liter.
Jika dihitung berdasarkan kapasitas masing-masing unit, lima toren tersebut memiliki total kapasitas 4.000 liter air bersih.
Penyaluran terbaru ini melengkapi rangkaian bantuan yang sebelumnya diberikan dalam bentuk air mineral, makanan, obat-obatan, popok bayi, vitamin, serta bantuan uang tunai.
Dengan demikian, dukungan PJT I untuk masyarakat terdampak gempa NTT berlangsung secara bertahap sejak Agustus hingga September 2026. Bentuk bantuannya juga berkembang, mulai dari pemenuhan kebutuhan logistik pada masa awal hingga dukungan sarana air bersih.
Khusus penyaluran terbaru, penyediaan toren dan air minum menjadi bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah proses pemulihan pascabencana.
Empat kali penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya PJT I untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana. Bantuan disalurkan melalui sejumlah jalur dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Jasa Tirta I
editor: jatmiko






























