Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sambung Dulur

Silaturahmi dengan Pelaku UMKM Kaus Organik Berbahan Bambu, Asli Malang

Redaksi by Redaksi
April 10, 2023 9:52 am
in Sambung Dulur
Naning Suharti (kiri), pelaku UMKM kaus berbahan organik asli Malang, saat ditemui di gedung MCC Kota Malang.

Naning Suharti (kiri), pelaku UMKM kaus berbahan organik asli Malang, saat ditemui di gedung MCC Kota Malang. Foto/Faisol

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Produksi fashion terus berjalan dengan berbagai brand. Industri kecil maupun besar gila-gilaan memproduksi pakaian termasuk kaus. Namun mereka jarang yang memperhatikan limbah dari produksi mereka. Padahal itu bisa merusak lingkungan.

Itulah kekhawatiran Naning Suharti, pelaku UMKM kaus berbahan organik asli Malang, saat melihat perkembangan fashion di Indonesia saat ini. Dia kemudian melakukan terobosan, meskipun belum populer, dengan memproduksi kaus berbahan bambu. Kreasi ini menjadi satu-satunya di Malang Raya.

READ ALSO

Bangga! Universitas Negeri Malang Peringkat Tujuh Kategori Kampus Terbaik Asia di Bidang Pendidikan Versi SIR 2024

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

“Saya memang suka yang sustainable. Karena di fashion itu brand terus berganti. Tapi limbahnya tidak terkontrol, tak ada yang memikirkan itu. Siapa yang bertanggung jawab,” kata Naning saat ditemui  di lantai 3 Malang Creative Center (MCC) dalam sebuah bazar pada Minggu (9/4/2023).

Salah satu produk kaus organik berbahan bambu. Foto/Naning

Baca Juga: Gandeng Influencer, DekatKita Mudahkan UMKM Kuliner Hidden Gem Malang Dikenal

Menurut perempuan yang juga Alumni STIE Malangkucecwara itu, dia menekuni pakaian berbahan organik tersebut sejak setahun terakhir. Sebelum itu, perempuan asli Wagir Kabupaten Malang itu banyak berkiprah di berbagai industri. Saya sendiri mengenalnya sudah lama, dulu pernah bekerja bersama di salah satu penerbitan buku di Kota Malang.

Saya secara pribadi terkesan dengan apa yang dilakukan Naning ini. Karena diakui atau tidak, persoalan lingkungan saat ini menjadi perhatian semua pihak. Tidak hanya pemerintah Indonesia, bahkan perhatian global. Karena itu, pakaian berbahan organik ini menjadi satu terobosan yang penting untuk berkontribusi setidaknya mengurangi kerusakan lingkungan.

Saya lalu mencoba menggali tentang kaus organik milik Naning yang diberi brand Imlicht (bahasa Jerman, berarti cahaya). Menurut dia, kaus tersebut terbuat dari bahan bambu dan kapas, dengan komposisi 70 persen bambu dan 30 persen kapas.

Salah satu produk kaus organik berbahan bambu. Foto/Naning

Baca Juga: Dorong UMKM Melek Digital, Pemuda Turen Kembangkan Aplikasi Talok Go

“Yang organik bukan hanya bahannya, tetapi tinta sablonnya juga organik dari bahan akar mangrove dan daun indigo,” katanya sambil menunjukkan kaus karyanya yang terasa lembut di tangan.

Apa kelebihan kaus berbahan organik bambu ini? Kata Naning, yang pasti itu ramah lingkungan. Limbahnya tidak seperti kaus pada umumnya kalau dibakar masih bersisa semacam plastik, kaus organik miliknya kalau dibakar seperti membakar kertas semuanya jadi arang. Artinya, kaus organik itu ketika sudah jadi limbah mudah terurai.

“Selain itu ada anti bakterialnya. Kalau keringatan tidak mudah bau, menyerap sinar UV lebih baik dan teksturnya lebih lembut,” kata dia.

Namun demikian untuk produksinya masih terbatas, yaitu sekitar 50 pcs dalam sebulan. Keterbatasan ini karena dia harus mengontrol sendiri kualitas kaus tersebut mulai dari jahit hingga penyablonannya.

“Kalau sablonnya saya sendiri yang mengerjakan. Karena tintanya kan organik, tidak semua orang bisa mencampurnya dan itu tidak bisa dipakai di sablon printing,” kata dia.

Walaupun produksi Naning masih terbatas pada kaus saja saat ini, tetapi peminatnya sudah mulai ada terutama dari mereka yang sadar akan kelestarian lingkungan. Anak-anak muda baik laki-laki atau perempuan sudah ada yang merasa nyaman dengan produk organik itu.

“Kalau bahan organik kayak gini perlu edukasi ke masyarakat. Karena tidak semua mereka mengerti arti pentingnya. Mereka inginnya pakaian yang penting murah,” kata dia.

Spesialnya lagi, produksi kaus berbahan organik ini merupakan satu-satu di Malang Raya. Bahkan di Indonesia masih belum banyak. “Di Indonesia paling adanya di Bali dan Jakarta saja. Surabaya belum ada. Tapi di Malang sudah ada,” timpalnya senyum.

Adapun harga kaus organik Naning dibanderol antara Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu bergantung pada seberapa banyak penggunaan tinta sablon dan variasi warnanya. “Karena ini kan tintanya organik tentu kalau semakin banyak akan mempengaruhi harga juga,” kata dia.

Harga segitu, menurut saya, untuk suatu produk organik yang dikerjakan secara teliti terbilang terjangkau. Saya melihat langsung produknya memang terasa sangat lembut di tangan dan tampak elegan.

Kemudian desain samblonnya juga simpel dengan tulisan Imlicht di bagian depan dan tulisan-tulisan pendek yang menggugah kesadaran akan kelestarian lingkungan. Ini sangat cocok untuk anak-anak muda atau siapapun yang peduli dengan fashion.

Silaturahmi yang sangat mengesankan dengan sosok perempuan yang peduli akan kreasi, entrepreneur, dan lingkungan itu teras sangat gayeng, namun waktu harus membatasi perbincangan itu.

Reporter: Herlianto. A

Editor: Herlianto. A

Tags: KasuKaus Berbahan BambuKaus OrganikPeduli LingkunganUMKM

Related Posts

Universitas Negeri Malang
Pendidikan

Bangga! Universitas Negeri Malang Peringkat Tujuh Kategori Kampus Terbaik Asia di Bidang Pendidikan Versi SIR 2024

Rabu, 25 Des 2024
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
PMB Unikama
Pendidikan

Calon Mahasiswa Baru Wajib Catat! Jalur Prestasi PMB Unikama Resmi Dibuka

Kamis, 19 Des 2024
Profesor UB dikukuhkan
Pendidikan

9 Profesor UB Dikukuhkan, Ada yang Teliti Leadership ala Nabi Muhammad

Rabu, 18 Des 2024
vokasi umm
Pendidikan

Wamen Dikti Sains Lepas 165 Peserta TC hingga Kelas Daihatsu Vokasi UMM ke Jepang

Rabu, 18 Des 2024
Dosen ITN Malang
Pendidikan

Dosen ITN Malang Buat Inovasi Pemanfaatan Limbah Grey Water Hasil Budidaya Ikan Nila

Rabu, 18 Des 2024
Next Post
Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau Pasar Murah di Balai Kartini Kota Malang.

Kendalikan Inflasi, Pemkot Malang Gelar Pasar Murah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.