MALANG, Tugumalang.id – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) mewujudkan komitmennya dalam pengembangan layanan akademik melalui pengembangan infrastruktur pendidikan serta kesehatan.
Langkah strategis yang kini sedang disiapkan adalah pembangunan rumah sakit pendidikan bertaraf internasional, Maliki International Hospital yang berlokasi di Kampus 3 UIN Malang yang berada di Tlekung, Kota Batu.
Rencana ini mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI), Benjamin Paulus Octavianus yang hadir dalam kegiatan Jumat Menanam di kawasan Kampus 3 UIN Malang, Jumat (22/3/2026).
Baca Juga: Rektor UIN Malang Prof Ilfi Ajak Perempuan Berdaya Redam Kasus Sosial Saat Harlah Muslimat NU ke-80
Dalam sambutannya, Benjamin memuji perkembangan pesat Kampus 3 UIN Malang setelah meninjau fasilitas yang ada di kampus Ulul Albab ini.
“Sebagai orang Batu, saya tidak menyangka ada kampus semegah ini dengan perkembangan yang sangat cepat,” ujarnya.

Kunjungan ini dirasa menjadi sinyal positif bagi pengembangan UIN Malang, khususnya dalam mendukung penguatan Fakultas Kedokteran dan layanan kesehatan berbasis pendidikan.
Sementara Wakil Rektor I UIN Malang, Drs. H. Basri, M.A, Ph.D menyebut kunjungan Kementerian Kesehata ke UIN Malang memberi rasa optimisme baru dalam rencana pengembangan kampus di masa depan.
Baca Juga: Rektor UIN Malang Prof Ilfi Ajak Perempuan Berdaya Redam Kasus Sosial Saat Harlah Muslimat NU ke-80
“Civitas akademika tidak pernah menyangka Pak Wamen (Wamenkes RI) bersama para direktur hadir langsung ke Kampus 3. Ini menjadi energi positif bagi pengembangan kampus,” ungkap Basri.
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Malang, Dr. Zainal Habib, M.Hum menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan konsep pembangunan rumah sakit yang akan diberi nama Maliki Islamic Hospital.
Menurutnya pengembangan rumah sakit tersebut dirancang sebagai rumah sakit pendidikan bertaraf internasional yang tidak hanya mendukung proses pembelajaran mahasiswa Fakultas Kedokteran, tetapi juga melayani masyarakat luas di wilayah Malang Raya dan Kota Batu.
“Kami ingin membangun rumah sakit yang memiliki standar pelayanan baik dan dapat dimanfaatkan secara luas, bukan hanya untuk kepentingan akademik,” jelasnya.
UIN Malang saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan terkait tahapan pembangunan. Namun, kajian teknis dan perencanaan kebutuhan rumah sakit terus dimatangkan. Peletakan batu pertama pembangunan diperkirakan dapat dimulai pada 2027.
Dalam kunjungan ke kampus 3 UIN Malang, selain Wakil Menteri Kesehatan, kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan pimpinan universitas, di antaranya Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Setjen Kemenkes Zan Susilo Wahyu Mutaqin serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar.
Sedfangkan dari jajaran pimpinan kampus hadir pula Wakil Rektor III Triyo Supriyatno, Wakil Rektor IV M. Abdul Hamid, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Yuyun Yueniwati, serta sejumlah dekan, kepala biro, dan civitas akademika UIN Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A
























