Tugumalang.id – PLN UP3 Malang menghadiri kegiatan peresmian bantuan tahap kedua program Bank Sampah yang diselenggarakan oleh PLN Electricity Services di Pendopo Panji, Kabupaten Malang, pada Kamis 17 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan lintas unit PLN Group dalam memperkuat program lingkungan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang produktif.
PLN UP3 Malang hadir sebagai undangan dan menyatakan kesiapannya untuk membangun kolaborasi sosial lebih lanjut, khususnya bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, dalam mendampingi masyarakat melalui program berbasis pemberdayaan ekonomi.
Baca Juga: Listrik untuk Rakyat, PLN UP3 Malang dan Pemkot Batu Sepakat Majukan Infrastruktur Kelistrikan
Sejak tahun 2015, Bank Sampah KATA di Desa Banjarsari telah menjadi motor penggerak kesadaran lingkungan di tingkat desa.
Warga diajak memilah sampah kering seperti plastik, kardus, dan botol, untuk kemudian ditimbang dan ditabung. Dana dari hasil penjualan dibagikan kepada warga menjelang Hari Raya, menciptakan siklus ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Setelah lima tahun beroperasi, bank sampah ini mendapat bantuan pembangunan gudang penyimpanan, yang membuat kegiatan pengelolaan sampah menjadi lebih tertata dan nyaman. Bahkan, warga berharap produk olahan sampah di masa depan dapat dipasarkan hingga ke luar negeri.
Kepala Kelurahan Banjarsari mengungkapkan bahwa awalnya masyarakat sempat menolak kehadiran bank sampah karena mengira akan menjadi tempat pembuangan akhir (TPA).
Baca Juga: PLN UP3 Malang Dukung Penguatan Sinergi Lintas Lembaga Bersama Malang Tahes Club di Lanud Abdurrahman Saleh
Namun, setelah adanya edukasi bahwa yang dikelola adalah sampah kering, masyarakat mulai memahami dan menerima. Bahkan kini, kegiatan ini sangat membantu ibu-ibu rumah tangga untuk menambah penghasilan.
“Kami harap PLN Group terus memberikan dukungan seperti ini. Programnya nyata dan sangat membantu masyarakat kami,” ujar Kepala Kelurahan.
Kepala Manajemen Risiko PLN Electricity Services, Bapak Isral, menyampaikan bahwa sejak program dimulai, jumlah peserta meningkat dari 72 menjadi 138 orang.
Nilai ekonominya pun melonjak dari 27 juta menjadi 84 juta rupiah per tahun. Dengan peningkatan ini, PLN menambahkan bantuan berupa armada pengangkut sampah kering dengan kapasitas hingga 4 ton per bulan.
“Yang kami lakukan memang kecil, tapi kami yakin dari langkah kecil ini akan tumbuh sesuatu yang besar. Sinergi dengan masyarakat harus terus diperkuat,” ungkapnya.
Wakil Bupati Kabupaten Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menyampaikan bahwa Kabupaten Malang termasuk dalam kategori darurat sampah, sehingga program seperti bank sampah sangat dibutuhkan.

Menurutnya, selain menyelesaikan persoalan lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi masyarakat.
“Kami berharap program seperti ini juga bisa diadopsi oleh desa dan kecamatan lainnya di Malang Raya, agar manfaatnya makin luas,” ujarnya.
Kepala Desa Banjarsari turut menegaskan bahwa program bank sampah sangat membantu ibu-ibu desa menjadi lebih mandiri secara ekonomi. Ia berharap fasilitas yang sudah ada dapat dijaga dan digunakan dalam jangka panjang.
Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, menyatakan bahwa meskipun hadir sebagai undangan, pihaknya mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh PLN Electricity Services. PLN UP3 Malang juga siap menjalin kerja sama sosial ke depan melalui kolaborasi dengan YBM PLN.
“Kami sangat mendukung program yang dijalankan PLN Electricity Services karena langsung menyentuh masyarakat. PLN UP3 Malang siap berkolaborasi melalui YBM PLN untuk membantu kegiatan pemberdayaan ekonomi warga, khususnya yang berbasis lingkungan,” kata Agung.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis PLN UP3 Malang
Editor: Herlianto. A





























