Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Servant Leader ala Umar bin Abdul Aziz

Redaksi by Redaksi
September 7, 2022 6:10 pm
in Ruang Cendekia
Puguh Wiji Pamungkas

Puguh Wiji Pamungkas. dok/pribadi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

drh. PUGUH WIJI PAMUNGKAS, MM*

1.304-an tahun lalu pernah ada seorang pemimpin lahir dari rahim keturunan sahabat yang bakal kelahirannya telah diimpikan sabahat Nabi Umar Bin Khattab. Dialah pemimpin Umar Bin Abdul Aziz, seorang yang terlahir dari darah pemimpin. Yakni, Abdul Aziz yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur Mesir pada masa Bani Umayyah.

READ ALSO

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Umar Bin Abdul Aziz ini adalah cicit Sabahat Nabi Umar Bin Khattab, kecerdasannya sejak kecil telah terlihat bahkan para ulama dan gurunya telah mengakuinya, kelak suatu hari dia akan menjadi seorang pemimpin yang ahli ilmu.

Tepatnya tahun 717, setelah terjadi gejolak di Madinah dan Makkah, sebuah gejolak tentang tampuk kepemimpinan, Umar Bin Abdul Aziz diangkat menjadi Khalifah (pemimpin). Yang menarik adalah penunjukannya menjadi pemimpin ini di saat usianya 34 tahun.

Usia yang sangat muda, dan wajar jika cerita dikemudian hari banyak prestasi gemilang dan banyak perubahan tatanan masyarakat yang signifikan mampu ia torehkan selama masa kepemimpinannya. Bahkan banyak ahli sejarah Islam menyebut ia sebagai Khulafaurrasyidin ke lima.

Apa yang dilakukan Umar Bin Abdul Aziz selama kurang lebih 3 tahun dia menjabat, sampai terjadi perubahan tatanan sosiodemografi masyarakat yang begitu fundamental. Bahkan bisa dikatakan sejarah kemakmuran umat Islam salah satunya terjadi pada era kepemimpinan Umar Bin Abdul Aziz ini ;

  1. Umar Bin Abdul Aziz merombak ulang administrasi Provinsi-provinsi di kekhalifahannya. Wilayah administrasi di mekarkan, hal ini dilakukan agar lebih efektifnya sistem pemerintahan. Daerah dan masyarakat yang diurus gubernur lebih sedikit, sehingga bisa maksimal.
  2. Umar Bin Abdul Aziz mengganti semua gubernurnya dengan Gubernur Baru. Tentu ini langkah yang sangat menarik. Bahkan sejarawan Wellhausen mencatat bahwa ”Umar tidak membiarkan para gubernur mengatur wilayah mereka sendiri hanya karena sudah menyetorkan pendapatan daerah ke pusat. Tetapi secara aktif mengawasi administrasi para gubernurnya’.’ Kalau bahasa ngetrendnya sekarang adalah agile leadership. Sebagaimana risetnya Jim Collins pada 1.435 perusahaan yang bertahan 50 tahun dan yang secara berturut-turut mengalami pertumbuhan 3 kali lipat saham selama 5 tahun. Bahwa ternyata rahasia perusahaan tersebut bisa sukses dan bertahan lama adalah karena memiliki kepemimpinan level 5 di perusahaannya, Atau sebagaimana teori John C Maxwel tentang kepemimpinan level 5, bahwa pekerjaan pemimpin level 5 dan bintang 5 adalah mengempowering leader dibawahnya dan melahirkan leader-leader baru yang handal.
  3. Melarang pejabat negara untuk berbisnis
  4. Mendesak semua pejabat untuk mendengarkan keluhan masyarakat dan pada setiap kesempatan, diumumkan bahwa jika ada yang melihat petugas yang memperlakukan masyarakat tidak sebagaimana mestinya, dia harus melaporkannya dan sang pelapor akan diberikan hadiah mulai dari 100 hingga 300 dirham.
  5. Dia berhasil mengumpulkan zakat secara masif dan begitu luar biasa, orang kaya dan pejabat wajib menyetorkan zakat dan dikumpulkam di Baitul Mal.

Jadi Umar Bin Abdul Aziz ini selain membuat sebuah tatanan pemerintahaan yang Good Governance, ia juga membuat sebuah tatanan pemerintahan dan negara dengan basic zakat dan harta di Baitul Mal sebagai daya dukung untuk menciptakan kemakmuran di negaranya. Dia memerintahkan ke bawahannya untuk memastikan bahwa :

  1. Semua orang fakir miskin diberikan harta sehingga dia tidak miskin,
  2. Semua ulama, guru pendidikan diberikan gaji yang tinggi,
  3. Memberikan gaji yang berlipat kepada seluruh pasukan militer,
  4. Semua orang yang punya hutang di negaranya dibayarkan hutangnya, agar tidak ada seorangpun di negerinya yang punya hutang,
  5. Bahkan karena saking banyaknya harta yang terkumpul di Baitul Mal, Umar bin Abdul Aziz memerintahkan bahawanya untuk memberikan bantuan uang untuk orang kafir yang sedang kesusahan.

Begitu mulianya Umar Bin Abdul Aziz, begitu makmurnya negara dan masyarakat yang ada saat itu, begitu bahagia dan damainya kehidupan saat itu. Bahkan menurut catatan sejarah, Raja Sriwijaya di Nusantata saat itu mengirimkan surat permohonan untuk dikirimkan seorang yang mengajarkan tentang Islam disaat masa kekhalifahan Umar Bin Abdul Aziz ini, Subhanallah…..

Kalau kita mau belajar dari sejarah, sebenarnya telah banyak “Model” atau teladan nyata yang bisa dijadikan rujukan untuk mengelola bangsa dan negara, baik di skala nasional ataupun daerah.

Hari ini kita dihadapkan pada sebuah kondisi dimana tidak banyak pempimpin yang jiwa dan raganya tidak 100% sebagai seorang “Servant Leader Mindset”, Sebagaimana karakter dan DNA servant leader nya Umar Bin Abdul Aziz yang mampu membuat sebuah tatanan pemerintahan dengan Good Governance, dan memaksimalkan potensi zakat dan baitul mal sebagai daya dukung membangun kemakmuran di negaranya.

Seorang yang memiliki DNA “Servant Leader”  tentunya akan menjadikan seluruh potensi dan Resources yang dia miliki untuk kemakmuran, kesejahteraan, kebahagiaan masyarakatnya.

Dia akan terus mencari cara bagiamana masyarakatnya agar tidak kelaparan, tidak kesusahan, tidak menderita, kehidupan berjalan dengan baik, ekonomi berputar tanpa ada dominasi oligarki, kesehatan masyarakat terjamin, pendidikan dan guru pengajar berkualitas derajatnya, petani terjamin aktivitas pertaniannya dan infrasutruktur tertata dengan rapi dan berkualitas.

Semoga terlahir para pemimpin baru di masa yang akan datang, yang memiliki DNA Seorang servant Leader, yang fikiriannya, hatinya, jiwa dan raganya adalah untuk kemakmuran, kesejahteraan dan kemajuan Indonesia.

Founder RSU Wajak Husada*

 

editor: jatmiko

Tags: puguh wiji pamungkasservant leaderUmar bin Abdul Aziz

Related Posts

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens
Ruang Cendekia

Eksistensialisme Algoritmik: Ketika Gen Alpha Bukan Lagi Homo Sapiens

Sabtu, 17 Okt 2026
Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jumat, 16 Okt 2026
Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd/ Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Kamis, 15 Okt 2026
Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Next Post
Kapolri di UMM

Kapolri: Stabilitas dan Keamanan Bangsa Penting untuk Transformasi Ekonomi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.