Malang, Tugumalang.id – Pasar Kebalen, Kota Malang, tengah menjadi perhatian. Para pedagang justru berjualan di tepi jalan hingga menjadi kebiasaan bertahun-tahun. Kondisi ini memicu kemacetan lalu lintas. Sepinya pengunjung di dalam pasar menjadi alasan utama pedagang memilih berjualan di tepi jalan.
Sepanjang hari, kawasan Pasar Kebalen, tepatnya di sepanjang Jalan Zaenal Zakse, kerap mengalami kemacetan lalu lintas. Hal ini terjadi karena ratusan pedagang beralih menjadi pedagang kaki lima (PKL) dan berjualan di badan jalan. Pada jam-jam tertentu, kendaraan bahkan tidak dapat berpapasan.
Kebiasaan Lama yang Terus Berulang

Koordinator Pedagang Pasar Kebalen, M Salam, mengatakan bahwa kebiasaan pedagang berjualan di tepi jalan telah berlangsung puluhan tahun. Pada awalnya, para pedagang masih berjualan di dalam area pasar.
“Memang sejak dulu, zamannya Pak Samto (Wali Kota Malang periode 1988-1998), sebagian lapak di pasar itu tidak ditempati,” ucapnya, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, kondisi pasar yang sepi pengunjung membuat pedagang perlahan memilih berjualan di luar. Seiring waktu, kebiasaan tersebut terus berkembang hingga memicu menjamurnya PKL di sepanjang jalan.
“Memang tidak ada pengunjung di dalam pasar. Jadi sebelum PKL sebanyak ini, pengunjung tidak mau masuk. Tidak tahu kenapa,” ujarnya.
Baca juga: Penataan PKL Pasar Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Relokasi ke Gadang
Aktivitas Pasar Lesu, Lapak Banyak Tak Terpakai
Ia juga mengungkapkan bahwa belasan lapak di lantai dua Pasar Kebalen saat ini justru dimanfaatkan oleh toko onderdil konveksi karena minimnya aktivitas jual beli.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pasar berlantai dua tersebut tampak sepi meski lapak telah tertata rapi. Pada siang hari, tidak terlihat aktivitas pedagang di dalam pasar.
Saat ini, Pemerintah Kota Malang mulai melakukan penataan terhadap pedagang PKL yang berjualan di tepi jalan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembatasan jam berjualan di tepi jalan. Pedagang yang memiliki surat lapak juga diarahkan kembali untuk berjualan di dalam pasar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko


















