Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar International Conference on Islamic Education (ICIED) 2026, Rabu (9/9/2026).
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Malang, Prof. Dr. H. Abdul Hamid, hadir sebagai opening speech. Dia menyampaikan tantangan pendidikan di masa depan.
Menurutnya, pendidikan tidak pernah berdiri sendiri. Di balik proses belajar mengajar terdapat ekosistem yang saling terhubung, hidup, dan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.
Sebab, pendidikan tidak cukup dipahami sekadar sebagai kumpulan lembaga pendidikan.
“Berbicara pendidikan tidak bisa dilepaskan dengan ekosistem pendidikan itu sendiri. Maka harus dipahami sebagai jaringan yang hidup, bukan hanya sekadar perkumpulan lembaga pendidikan saja,” ujar Prof. Abdul Hamid.
Ekosistem Pendidikan di Tengah Perubahan
Prof. Abdul Hamid menyampaikan ekosistem pendidikan semakin penting ketika dunia menghadapi perubahan yang dinamis.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berinteraksi, hingga membangun pengetahuan. Di tengah perubahan tersebut, pendidikan tidak boleh kehilangan orientasi kemanusiaannya.
Baca juga: Rektor UIN Malang Dampingi Menag pada Tabligh Akbar IGIC 2026
Dia menegaskan, UIN Malang memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan kontribusi melalui pendidikan Islam.
Bagi Prof. Abdul Hamid, pendidikan Islam tidak hanya bertugas mewariskan pengetahuan dan nilai. Pendidikan Islam juga memiliki peran penting dalam mempersiapkan manusia menghadapi masa depan.
“Berbicara pendidikan, tentu UIN Malang memiliki tanggung jawab yang besar. Melalui pendidikan Islam ini memiliki kontribusi penting. Pendidikan harus menciptakan masa depan,” ungkapnya.
Pesatnya perkembangan digital, lanjut dia, harus tetap ditempatkan dalam kerangka kemanusiaan. Teknologi seharusnya menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas kehidupan manusia.
Bukan justru membuat pendidikan kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
Pada titik inilah keberlanjutan pendidikan sangat bergantung pada kemampuan seluruh unsur dalam ekosistem untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Pendidikan ini akan berkelanjutan apabila ekosistem ini terus belajar. Tentunya dibutuhkan kesiapan seluruh unsurnya untuk mau berubah mengikuti kebutuhan zaman,” jelas Prof. Abdul Hamid.
Pendidikan Merespons Perubahan
Prof. Abdul Hamid mengatakan perubahan tidak mungkin dapat dihindari. Tantangannya adalah bagaimana setiap elemen pendidikan mampu merespons perubahan secara bijak.
Respons tersebut tetap harus mempertahankan nilai, identitas, dan tujuan utama pendidikan.
Melalui forum ICIED 2026, dia berharap pertemuan tersebut menjadi titik awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas.
“Saya berharap forum ini menjadi awal kolaborasi untuk memunculkan ekosistem yang inklusif, adaptif, dan berperikemanusiaan,” harap Prof. Abdul Hamid.
Baca juga: Rektor UIN Malang Tekankan Komitmen Kampus Inklusif di Seminar dan Konferensi Nasional Ulama Perempuan Indonesia
Dia menegaskan, kolaborasi menjadi salah satu kunci membangun ekosistem pendidikan yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Pertukaran gagasan, pengalaman, dan pengetahuan dari berbagai perspektif diharapkan dapat melahirkan pendekatan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Harapannya, forum internasional ini tidak hanya menghasilkan diskusi dan publikasi akademik. Tetapi juga memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.
“Semoga pertemuan ini bisa menjadi pertemuan yang berdampak dan membawa maslahat,” tandasnya.
Informasi tentang UIN Malang dapat diakses melalui uin-malang.ac.id.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































