Malang, Tugumalang.id – Program Studi Magister Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini untuk mendukung terwujudnya kampus yang aman dan inklusif.
Kegiatan bertema “Mewujudkan Kampus yang Bebas dari Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleransi” tersebut digelar secara hybrid bersama Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Malang.
Sosialisasi berfokus pada penguatan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Baca juga: PBAK Magister Psikologi UIN Malang Bekali Mahasiswa dengan Arah Riset
Kepala PSGAD UIN Malang Aprilia Mega Rosdiana, M.Si. menjelaskan berbagai bentuk kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi yang berpotensi terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Kekerasan tersebut dapat terjadi secara langsung maupun melalui media digital.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan, prosedur pelaporan, serta mekanisme penanganan yang tersedia di lingkungan kampus.
Aprilia menegaskan, menciptakan kampus yang aman tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan komitmen serta keterlibatan aktif seluruh unsur sivitas akademika kampus.
“Membangun kampus yang bebas dari kekerasan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang saling menghormati, menghargai perbedaan, dan berani mengambil sikap terhadap segala bentuk kekuasaan, perundungan, maupun intoleransi,” ungkap Aprilia.
Lebih lanjut, ia menyampaikan peningkatan literasi tentang isu kekerasan menjadi langkah penting dalam membangun budaya akademik yang sehat dan berkeadilan.
“Tidak sedikit tindakan yang dianggap sepele atau hanya candaan ternyata dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius,” jelasnya.
“Karena itu, edukasi dan kesadaran kolektif harus terus diperkuat agar setiap anggota kampus mampu menjadi bagian dari upaya pentingnya membangun sistem dukungan yang responsif dan berperspektif kemanusiaan,” imbuh Aprilia.
Baca juga: Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan
Sebagai calon akademisi, peneliti, dan praktisi psikologi, mahasiswa Magister Psikologi diharapkan mampu memahami secara komprehensif berbagai persoalan terkait kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi.
Pemahaman tersebut menjadi bekal penting untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan inklusif. Baik selama menempuh pendidikan maupun dalam praktik secara profesional di masa yang akan datang.
Melalui kegiatan ini, PSGAD UIN Malang menegaskan komitmen untuk memperkuat edukasi, advokasi, serta pengembangan kapasitas sivitas akademika. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah serta menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Dengan dukungan seluruh elemen kampus, diharapkan terwujud budaya akademik yang menghargai keberagaman, menjunjung tinggi martabat manusia, serta mendukung perkembangan akademik dan psikologis setiap individu secara optimal.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































