MALANG, Tugumalang.id – Museum Singhasari semakin diminati sebagai destinasi untuk belajar tentang sejarah Malang Raya. Di tahun 2023, tercatat lebih dari 9 ribu orang mengunjungi museum yang terletak di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini.
Pemelihara Koleksi dan Museum di Museum Singhasari, Adhika Erwien Pribadi mengatakan rata-rata pengunjungnya adalah pelajar SD, SMP, dan SMA. Hampir setiap hari, terdapat rombongan pelajar yang datang untuk melihat langsung koleksi keris, topeng, arca, hingga diorama yang berkaitan erat dengan sejarah di Malang Raya.
Kunjungan ini sebagai bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Selain edukasi sejarah, mereka juga disuguhi berbagai aktivitas seru agar tidak bosan saat berkunjung ke museum.
“Kami kerja sama dengan seniman dari Jabung. Di sini kami ada (aktivitas) membatik dan mewarnai topeng yang bahannya dari limbah,” kata Erwien beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Diorama dan Patung Ken Arok Jadi Koleksi Baru Museum Singhasari
Meski kawasannya tak terlalu luas, Museum Singhasari memiliki koleksi yang cukup beragam. Kebanyakan koleksi di sana berkaitan dengan Kerajaan Singosari, seperti patung Ken Arok dan Ken Dedes serta diorama yang menceritakan asal mula Kerajaan Singosari.

Terbaru, mereka menambah koleksi berupa dua patung Ken Arok dan satu diorama yang menunjukkan masa Ken Arok berguru ke Tuan Tita. Selain itu, mereka juga memiliki berbagai replika arca.
Baca Juga: Museum Singhasari Gudangnya Artefak Kabupaten Malang
Koleksi di Museum Singhasari juga meliputi peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno. Sejumlah artefak dari Situs Srigading di Lawang yang baru diekskavasi pada 2022 lalu juga dipamerkan di museum ini.
Dengan koleksi sebanyak ini, tak heran jika Museum Singhasari sering dijadikan destinasi edukasi bagi pelajar. Pengunjung yang datang tak hanya berasal dari Kabupaten Malang, tetapi juga dari daerah lain.
“Baru saja kami menerima 50 siswa dari Blitar,” kata Erwien.
BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko