Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Museum Singhasari Gudangnya Artefak Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
Maret 7, 2022 5:53 pm
in Asli Malang
Museum Singhasari

Replika Arca Bhairawa di Museum Singhasari. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Belajar sejarah akan lebih menyenangkan jika melihat langsung benda-benda kuno yang menjadi saksi peradaban nenek moyang.

Dengan melihat artefak, gambaran peristiwa-peristiwa yang terjadi ratusan tahun lalu akan terlihat lebih nyata dan lebih dekat.

READ ALSO

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Bagian depan Museum Singhasari. Foto: dok.

Salah satu tempat yang bisa dijadikan tempat belajar sejarah adalah Museum Singhasari yang terletak di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Museum ini berada di perumahan Singhasari Residence, sekitar 3 kilometer dari Pasar Singosari.

Begian depan museum berupa taman yang dilengkapi dengan patung Ken Dedes dan Ken Angrok, pemimpin Kerajaan Singosari yang terkenal akan kisahnya.

Jalan setapak di taman tersebut mengarahkan pengunjung ke Pendopo yang di bagian depannya “dijaga” oleh dua patung Dwarapala. Lalu di tengah pintu masuk Pendopo, pengunjung akan menemui pintu Lingga-Yoni.

Diorama sejarah Kerajaan Singosari. Foto: Aisyah Nawangsari

Di sisi kanan Pendopo, terdapat selasar yang dindingnya berisi gambar ilustrasi tokoh-tokoh dari kidung Topeng Malangan yang berjudul Panji Magasmara.

Turun ke bawah dari selasar, pengunjung akan menemui ruang pameran dengan koleksi-koleksi artefak dari berbagai jaman.

“Beberapa koleksi di sini ada yang asli, ada juga yang replika,” ujar pemandu museum, Bagus Roseno saat mendampingi Tugu Malang menjelajahi Museum Singhasari.

Koleksi Topeng Malangan karya Mbah Karimun. Foto: Aisyah Nawangsari

Salah satu koleksi replika di museum ini adalah Arca Bhairawa yang aslinya ada di Museum Leiden, Belanda.

“Kalau koleksi yang asli di museum ini ada batu-batu ini,” ucap Bagus sambil menunjukkan sekelompok batu berwarna merah bata dan kelabu yang berada di tengah-tengah ruangan.

Batu-batu tersebut merupakan bagian dari situs-situs bersejarah yang ada di Malang. Salah satunya berasal dari situs Sekaran dan Watugede.

Ada juga koleksi keris khas Singosari yang sebelumnya dimiliki kolektor keris asal Kecamatan Tumpang. Menariknya, dari tujuh buah keris yang dipamerkan, hanya satu yang asli.

“Dia (kolektor) bilang salah satu dari tujuh keris ini ada yang asli. Tapi nggak dikasih tahu yang mana,” ujar Bagus.

Tokoh-tokoh dalam kidung Panji Margasmara. Foto: Aisyah Nawangsari

Selain artefak dari masa kerajaan-kerajaan kuno, Museum Singhasari juga menyimpan koleksi topeng-topeng karya Maestro Topeng Malangan, Mbah Karimun.

“Ini adalah topeng-topeng karya Mbah Karimun sebelum beliau wafat. Ada 72 topeng yang mewakili 72 karakter manusia. Tapi nggak semuanya dipamerkan,” jelas Bagus.

Patung Ken Dedesa di bagian depan museum. Foto: Aisyah Nawangsari

Ada pula diorama atau sajian tiga dimensi dari kisah Ken Angrok saat merebut kekuasaan dan istri Akawu Tunggul Ametung. Diorama dibuat dengan apik dan mendetail sehingga pengunjung bisa langsung paham dan bisa membayangkan kejadian yang sebenarnya.

Ke depannya, Museum Singhasari akan lebih banyak menyajikan ilustrasi dan visualisasi sejarah dari kerajaan-kerajaan yang ada di Malang agar lebih menarik perhatian masyarakat.

“Kami berencana membuat komik dan juga kilas balik sejarah berdirinya Kerajaan Singosari dalam bentuk foto. Jadi, kami cosplay seperti tokoh-tokoh kerajaan dan berfoto di tempat-tempat bersejarah,” tutur Bagus.

Museum Singhasari buka setiap hari Senin-Jumat. Namun pengunjung bisa melakukan reservasi untuk berkunjung di hari Sabtu atau Minggu.

“Saat ini masih mengikuti jam kerja dinas. Tapi ke depan ada rencana hari Minggu buka,” kata Bagus.

Museum Singhasari tidak memiliki biaya masuk. Siapa saja boleh masuk dan melihat-lihat koleksi tanpa membayar sepeser pun.

Untuk menambah koleksi, Museum Singhasari bersedia membantu warga yang menemukan artefak. Penemuan bisa dilaporkan langsung ke Museum Singhasari atau bisa juga ke Kepala Dusun masing-masing.

Setelah mendapat laporan, pihak museum nanti akan membantu penyelamatan benda bersejarah tersebut beserta administrasinya.

 

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: artefakmalangMuseumMuseum Singhasarisingosari

Related Posts

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Relawan Operasi Semeru

Operasi Semeru 2022, Relawan di Kota Malang Dihadiahi Helm Polisi

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.