Tugumalang.id – Sebanyak lebih dari 44 ribu anak dari keluarga kurang mampu kini mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Capaian ini menjadi salah satu penanda satu tahun pelaksanaan program yang digagas untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan, puluhan ribu siswa tersebut telah mengikuti pembelajaran formal dan pendidikan karakter di 182 Sekolah Rakyat. Sementara itu, lebih dari seribu anak lainnya masih menjalani proses rehabilitasi di sentra-sentra Kementerian Sosial (Kemensos).
“44.000 sudah berada di kelas di Sekolah Rakyat, dan yang 1.000 lebih sedang mengikuti proses rehabilitasi di sentra-sentra Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul dalam peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga: Satu Tahun Sekolah Rakyat, Kemensos Tegaskan Pendidikan sebagai Jalan Memutus Kemiskinan Antargenerasi
Peringatan yang mengusung tema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita” tersebut digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Gus Ipul menjelaskan, jumlah siswa yang menjadi sasaran program Sekolah Rakyat pada tahun ini mencapai 45 ribu anak. Mereka berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terbatas dan membutuhkan dukungan agar dapat memperoleh akses pendidikan yang layak.

Anak-anak yang dijangkau program ini memiliki latar belakang berbeda. Sebagian di antaranya pernah putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan formal, bahkan ada yang harus bekerja di jalanan atau menjadi buruh demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Kondisi tersebut, menurut Gus Ipul, menunjukkan pentingnya pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar di kelas, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan kebutuhan masing-masing anak.
Karena itu, anak-anak yang belum siap mengikuti pembelajaran masih menjalani proses rehabilitasi di sentra-sentra Kemensos. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mereka agar dapat mengikuti pendidikan dengan lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Salah satunya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, yang turut mendukung penyediaan lahan dan pelaksanaan program.
Baca Juga: Siswi Sekolah Rakyat Ikut Lestarikan Budaya Banyuwangi Lewat Gandrung Sewu 2026
Dengan jangkauan yang telah meluas ke puluhan provinsi, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan. Program ini juga diarahkan untuk membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki bekal pengetahuan, karakter, dan keterampilan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Bahkan, dalam proses penjangkauan, ditemukan anak usia 17 hingga 18 tahun yang belum pernah bersekolah serta siswa pada jenjang SMP dan SMA yang masih memerlukan pendampingan untuk belajar membaca.
“Semua ini adalah anak-anak bangsa yang menurut Bapak Presiden harus mendapatkan akses untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas,” ujar Gus Ipul.
Karena itu, Kemensos memadukan pendidikan dengan rehabilitasi sosial. Anak-anak yang membutuhkan pemulihan mendapatkan pendampingan terlebih dahulu sebelum bergabung dalam pembelajaran di Sekolah Rakyat.
“Data-data yang kami miliki memang anak-anak ini memerlukan di samping edukasi juga rehabilitasi,” jelasnya.
Pendampingan tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan, kesiapan belajar, serta kebutuhan emosional anak. Pemeriksaan kesehatan, pemetaan bakat, dan matrikulasi menjadi bagian dari proses untuk membantu siswa menyesuaikan diri dan mengejar ketertinggalan.
Setelah satu tahun pendampingan, perubahan mulai terlihat. Anak-anak yang semula menghadapi persoalan kesehatan dan belum memiliki semangat belajar kini semakin sehat, bugar, serta percaya diri menatap masa depan. Orang tua juga semakin bersemangat mendampingi pendidikan anak-anaknya.
Perubahan itu terlihat dalam penampilan para siswa pada peringatan satu tahun Sekolah Rakyat. Mereka penuh percaya diri menampilkan tari Saman, tari kreasi spirit of Cenderawasih, Tari Komodo, pembacaan puisi, atraksi bela diri, drum band, penampilan koreografi tongkat Pramuka, baris variasi, hingga pertunjukan kolosal. Dari sisi prestasi, mereka juga berhasil meraih ratusan penghargaan tingkat nasional dan internasional.
“Terharu atas perkembangan mereka selama 1 tahun terakhir ini,” ungkap Gus Ipul.
Untuk mendukung pembinaan siswa, pemerintah terus memperkuat sarana pendidikan. Dari 100 titik pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat tahun ini, 93 titik telah digunakan, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.
Kemensos juga terus memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, pengasuh, dan tenaga pendukung melalui seleksi terbuka. Pembenahan dilakukan secara bertahap agar pembelajaran dan pengasuhan dapat berjalan dengan baik.
“Kami terus berbenah, kami terus memperbaiki, mencukupi seluruh kekurangan-kekurangan itu,” tegas Gus Ipul.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan secara terpadu. Pendidikan anak berjalan beriringan dengan perlindungan sosial dan pemberdayaan orang tua.
Keluarga siswa mendapatkan dukungan bantuan sosial, jaminan kesehatan melalui PBI JK, perbaikan rumah, serta pemberdayaan ekonomi.
Tercatat 10.140 rumah orang tua siswa telah diperbaiki, 11.274 orang tua menerima bantuan modal usaha, dan 9.021 orang tua mendapatkan layanan rehabilitasi sosial ATENSI.
“Jadi ini pendekatannya utuh sebagai model pengentasan kemiskinan yang terpadu,” kata Gus Ipul.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, Founder ESQ Corporation Ary Ginanjar Agustian, serta Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Meutia Farida Hatta Swasono.
Turut hadir pula Sekretaris Jenderal Kemensos Hasan Chabibie, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemensos, staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial, serta ratusan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, pendamping PKH, TKSK, PSM, dan kader Karang Taruna.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Kemensos
Editor: Herlianto. A






































