Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Mosi Tidak Percaya, Sejumlah Aremania Putuskan Gantung Syal

Redaksi by Redaksi
Oktober 25, 2022 5:27 pm
in Peristiwa
Aksi simpatik suporter gantung syal di Jembatan penyeberangan di wilayah Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sebagai respon atas penegakan hukum peristiwa kelam di Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022 itu.

Aksi simpatik suporter gantung syal di Jembatan penyeberangan di wilayah Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sebagai respon atas penegakan hukum peristiwa kelam di Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022 itu. Foto/Rubianto

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Sejumlah Aremania memutuskan untuk ‘gantung syal’ atau pensiun ke tribun sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya 135 suporter dalam insiden Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu. Selain itu, aksi itu dilakukan sebagai bentuk mosi tak percaya terhadap penanganan hukum tragedi itu.

Aksi simbol gantung syal itu seperti dilakukan oleh komunitas suporter Blimbing. Mereka melakukan aksi simpatik dengan mengikat syal kebanggaan mereka di Jembatan penyeberangan di wilayah Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

READ ALSO

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Selain itu, ekspresi kekecewaan suporter juga terlihat dari tagar ‘Sejenak Menepi’ hingga ‘Gantung Syal’ yang beredar di media sosial. Mereka seolah sudah geram melihat penegakan hukum Tragedi Kanjuruhan yang terkesan bertele-tele.

Sindu, perwakilan kelompok suporter Blimbingham, tidak ingin berpendapat terlalu jauh. Hanya saja, hingga kini, pihaknya menilai tidak ada keseriusan dari berbagai pihak, terutama dari aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini.

Sebagai contoh, pernyataan resmi atau pengakuan para tersangka pada publik terkait motif mereka menembakkan gas air mata ke arah tribun tidak ada sama sekali. Berbanding terbalik dengan institusi TNI yang sudah mengakui kesalahan anak buahnya pasca kejadian.

Di sisi lain, sambung dia, petinggi federasi juga seolah menganggap kejadian yang hingga saat ini sudah merenggut 135 nyawa ini adalah hal sepele. Bahkan, tidak terlihat respon yang memuaskan dari petinggi federasi.

“Nonton bola saja bisa ada korban meninggal segitu banyak. Gak masuk akal. Kalau kayak gini udah gak usah Arema Arema-an. Kami memutuskan untuk gantung syal sampai kasus ini diusut tuntas,” kata Sindu pada tugumalang.id, Selasa (25/10/2022).

Respon Manajemen Klub Tidak Memuaskan

Begitu juga respon dari manajemen klub yang menurutnya jauh dari kata puas. “Sampai hari ini kami belum melihat sikap konkret dari klub. Kalau berkunjung ke rumah-rumah korban, santunan dana itu kan ya kewajiban. Kami gak butuh berita proses-proses saja, kita butuh hasil. Klub harus aktif ikut usut tuntas,” paparnya.

Di situasi seperti ini, bahkan federasi seolah masih bersikukuh agar kompetisi tetap digelar kembali. Menurut dia, itu sudah di luar nalar, di mana 135 orang suporter Aremania meninggal tanpa alasan yang jelas hingga kini.

“Ini soal nyawa, kawan-kawan kami yang meninggal butuh kejelasan, butuh keadilan. Untuk kali ini, kami menghormati mereka (respect, red),” kata Sindu.

“Kalau terus-terusan begini, ya sudah. Keputusan kami sudah bulat, untuk gantung syal sampai semua ini diusut tuntas seadil-adilnya. Kawan-kawan kami yang meninggal butuh keadilan,” tegasnya.

Dunia Sepakbola Tak Aman

Keputusan yang sama juga disampaikan salah satu Aremanita asal Singosari, Rizka Farly (23). Bagi dia, dunia sepakbola yang digemarinya sejak duduk di bangku SMP itu sudah tak lagi aman. Menurut dia, peristiwa 1 Oktober itu tak seharusnya terjadi.

Rizka menuturkan sudah terlanjur mencintai Arema karena suasana tribun yang diciptakan aman sejak dia mengenal Arema. Bahkan, sejak dia menikah, masih kerap mengajak anaknya yang kini sudah berusia 4 tahun menonton Arema.

“Tapi semenjak kejadian kemarin saya jadi trauma. Saya putuskan untuk gantung syal, mungkin untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Kemarin itu saya sebenarnya ngotot untuk nonton. Untung saja saya enggak diizinin sama suami,” ucapnya.

Pendapat serupa datang dari sejumlah kelompok suporter lain. Seperti lewat tagar ‘Sejenak Menepi’. “Belum adanya perbaikan di tubuh PSSI dan para penembak gas air mata, yang sampai hari ini masih berbahagia dengan keluarga mereka setelah membantai ratusan nyawa,” begitu pernyataan dari postingan @arema_bluearmy.

Lebih lanjut, dari pernyataan tersebut mereka memutuskan untuk tidak mendukung Arema FC dalam kegiatan apapun, selain upaya penuntasan hukum dan keadilan bagi para suporter benar-benar ditegakkan.

“Mari menepi, sampai mereka tahu apa itu arti dari kemanusiaan,” timpal Iqbal Pamungkas dalam postingan tersebut.

Korban Meninggal Terus Bertambah

Seperti diketahui korban meninggal akibat insiden penembakan gas air mata di stadion itu masih terus bertambah. Terakhir, mahasiswa asal UMM, Farza Dwi Kurniawan menjadi korban meninggal ke-135. Ia meninggal saat dalam perawatan di RSSA Malang pada Minggu (23/10/2022).

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) telah melakukan pendataan dan penanganan medis untuk korban Tragedi Kanjuruhan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten dan Kota Malang.

Sebagai rumah sakit rujukan utama, RSSA Malang telah menerima 88 orang pasien terdiri dari 20 orang jenazah, 19 orang korban luka berat dan 49 orang korban luka ringan/sedang. Dari enam orang korban yang masih dirawat, empat telah meninggal dunia dan tersisa dua orang yang masih koma.

dr Kohar, Dirut RSSA Malang dalam Laporan TGIPF mengatakan bahwa umumnya penonton dalam Tragedi Kanjuruhan mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen. Hal ini disebabkan oleh masifnya asap gas air mata yang dihirup oleh korban.

Namun dari hasil rekonstruksi yang digelar di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, mendapati para tersangka tidak mengakui menembakkan gas air mata ke arah tribun. Merunut pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetya yang menuturkan bahwa keterangan itu sah dalam materi penyidikan.

“Secara materi penyidikan, itu penyidik yang akan menyampaikan. Kalau misal tersangka mau menyebutkan seperti itu (tidak menembak ke arah tribun), itu haknya dia, tersangka punya hak ingkar,” ujar Dedi.

Dedi mengungkapkan penyidik memiliki bukti yang bisa dipertanggungjawabkan di Kejaksaan hingga pengadilan saat proses persidangan nantinya.

“Penyidik memiliki keyakinan. Dengan seluruh kesaksian kemudian alat bukti yang dimiliki penyidik, nanti penyidik akan bertanggung jawab baik di kejaksaan maupun dalam persidangan,” ucap dia.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: AremaniaAremania Gantung SyalHeadlineMosi Tidak PercayaSuporterSyaltragedi kanjuruhanTrahedi Kanjuruhan

Related Posts

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total
Peristiwa

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Kamis, 27 Agu 2026
Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu
Peristiwa

Pria Ditemukan Tewas di Joglo Taman Wilis Kota Batu

Rabu, 12 Agu 2026
Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang
Peristiwa

Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sumur Warga Bululawang

Sabtu, 1 Agu 2026
Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas
Peristiwa

Tabrakan Hiace dan Truk di Tol Pandaan-Malang, Tiga Penumpang Tewas

Kamis, 23 Jul 2026
Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta
Peristiwa

Tiga Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang dalam Sehari, Total Kerugian Capai Rp130 Juta

Sabtu, 18 Jul 2026
Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Next Post
Komisioner Komnas HAM saat berada di Kantor Arema FC pada 3 Oktober 2022 lalu.

Soal Penahanan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Pertanyakan Pengembangan Kasus

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.