Sunday, July 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Sejarah Ketupat: Tradisi Kuliner yang Melekat pada Perayaan Lebaran

Redaksi by Redaksi
March 24, 2026 8:00 am
in Budaya
Ilustrasi sejarah ketupat. Foto: pixabay.com/ignartonosbg

Ilustrasi sejarah ketupat. Foto: pixabay.com/ignartonosbg

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Ketupat merupakan salah satu makanan tradisional yang sangat identik dengan perayaan Idul Fitri di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda (janur) ini biasanya disajikan dengan hidangan lain yang berbahan santan.

Di Jawa Timur, tradisi makan ketupat dilakukan pada hari ketujuh Idulfitri dan dikenal dengan nama kupatan atau rioyo kupat. Di momen tersebut, umat Islam di Jawa Timur saling mengantar ketupat, lepet, dan sayur untuk orang-orang terdekat.

READ ALSO

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Baca Juga: Pemkot Batu Matangkan Persiapan Libur Lebaran dan Nyepi 2026, Fokus Infrastruktur dan Keamanan

Ketupat telah dikenal masyarakat Indonesia sejak berabad-abad lalu, terutama di wilayah Jawa. Sebelum Islam masuk, ketupat dulu disajikan saat perayaan pasca panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Dewi Sri.

Daun kelapa yang masih muda digunakan menjadi pembungkus ketupat karena hidangan ini kerap disajikan oleh masyarakat pesisir. Pohon kelapa mudah ditemui di sekitar pantai sehingga daun kelapa cukup melimpah.

Pada abad ke-15, Sunan Kalijaga mengadopsi tradisi ini dan mengenalkan ketupat sebagai bagian dari tradisi Idulfitri. Melalui pendekatan budaya, Sunan Kalijaga menggunakan makanan tradisional sebagai media dakwah agar ajaran Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat Jawa saat itu.

Ketupat memiliki makna “ngaku lepat” atau pengakuan atas kesalahan dan permohonan maaf. Makna ini sejalan dengan tradisi saling memaafkan saat perayaan Idul Fitri.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Polres Malang Tingkatkan Patroli serta Pengamanan di Stasiun dan Terminal

Tradisi menyantap ketupat seminggu setelah Idulfitri berasal dari hadits yang menganjurkan umat Islam untuk berpuasa selama enam hari di bulan Syawal. Di hari ketujuh, umat Islam telah menyempurnakan ibadahnya sehingga ketupat disajikan untuk merayakan momen tersebut.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: idul fitriKetupatlebaransejarah ketupat

Related Posts

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Friday, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Thursday, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Sunday, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Tuesday, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Sunday, 31 May 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Thursday, 28 May 2026
Next Post
Ilustrasi pendaftaran paskibraka Kota Malang. (Foto/Rubianto)

Pendaftaran Paskibraka Kota Malang 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Tahapannya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.