Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Sederet Fakta Aneh Komodo, Mulai Muntah Pelet Lambung hingga Makan Bayinya Sendiri

Redaksi by Redaksi
Juni 18, 2021 9:26 am
in Berita
Komodo, sisa-sisa peninggalan zaman Disourus yang masih bertahan hidup. foto/pixabay

Komodo, sisa-sisa peninggalan zaman Disourus yang masih bertahan hidup. foto/pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Semua pasti sudah tak asing dengan Komodo (Varanus Komodoensis), reptil endemik asli Indonesia, di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil sekitaran Nusa Tenggara Timur. Bisa dibilang, kadal besar ini adalah spesies purba alias dinosaurus yang masih survive hingga saat ini.

Menariknya, Komodo juga bisa dibilang merupakan spesies teraneh? Tak hanya purba, komodo juga punya banyak kebiasaan aneh dan tak lazim yang bikin bergidik. Berikut sederet fakta aneh kadal besar dari zaman lampau ini yang berhasil dihimpun Tugu Malang ID.

READ ALSO

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

1. Kerap Muntahkan Pelet Lambung Usai Makan

Dilansir dari berbagai sumber, komodo diketahui bisa memakan mangsa yang seukuran dengan badannya dalam satu kali lahap. Artinya, satwa ini tercatat sebagai predator yang buas, rakus dan mematikan.

Namun, ada satu fakta unik. Bahwa usai kadal besar ini menyantap mangsa buruannya, dia akan selalu memuntahkan ‘pelet lambung’. Jadi, mekanisme pencernaan reptil ini secara alamiah akan memuntahkan sisa makanan yang tak dapat dicerna seperti tanduk, bulu, gigi dan lain-lain.

2. Kanibal Pemangsa Bayinya Sendiri
Fakta ini tentu akan membuat bulu kuduk anda berdiri. Karena hewan ini suatu saat bisa jadi kanibal karena terkadang bisa dengan polosnya memakan bayinya sendiri.

Kebiasaan ini biasanya dilakukan komodo betina. Dimana dia seperti seolah merasa putus asa jika tak mendapat mangsa buruan. Maka, bayinya sendiri bisa jadi mangsa yang empuk agar dirinya tetap dapat bertahan hidup.

Maka dari itu, biasanya kadal-kadal muda secara alamiah biasanya menghabiskan banyak waktu di atas pohon untuk menghindari jalur kadal-kadal lain berukuran besar.

3. Komodo Betina Bisa Bertelur Tanpa Kawin

Fakta aneh lagi, bahwa komodo betina bisa saja berkembang biak tanpa harus kawin alias wikwik. Hal ini pun pernah diteliti pada tahun 2006 dan diverifikasi, bahwa komodo betina tetap dapat bereproduksi secara aseksual melalui proses yang disebut partenogenesis.

Jadi, meski tidak dibuahi oleh pejantannya, maka dia masih dapat bisa bertelur. Analisis genetik pada beberapa telur juga ditegaskan tidak ada kontribusi lahir dari dibuahi si jantan. Dengan kata lain, betina adalah ibu dan ayah dari para bayi-bayinya.

4. Komodo Juga Suka Main-Main

Selain aneh dan menyeramkan, dinosaurus terakhir ini juga sama seperti makhluk hidup lainnya. Suka bermain. Hal ini diamati oleh para ahli dari sejumlah individu komodo yang tampak bahagia bermain sekop dan sepatu. Cara hewan ini berinteraksi dengan benda, dikatakan tidak memiliki indikasi agresi atau motivasi menyerang.

Sebagai informasi, komodo sebagai reptil purba ini kini hanya dapat ditemukan di sejumlah kepulauan kecil di timur IndonesIa. Namun faktanya, dari hasil jejak rekam fosil para penekiti, tercatat komodo juga pernah ada di daratan Australia.

Namun, komodo ini diprediksi bermigrasi ke daratan Indonesia timur dan tiba di Pulau Flores 900.000 tahun yang lalu. Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal PLOS One tahun 2009, komodo di Australia punah sekitar 50.000 tahun yang lalu.

Tak hanya itu, kadal raksasa ini hilang dari semua pulau kecil. Sebab itu, status populasinya saat ini dinyatakan ‘rentan terhadap kepunahan’.

Tags: hewan langkakomodo

Related Posts

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
undangan - Akhir Pekan Menyenangkan Memenuhi Undangan Sang Guru yang Rendah Hati

Ero Mampir meski Jadwalnya Padat

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.