MALANG – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pondok Pesantren Al-Falah Al-Makky, yang beralamat di Jalan Kenanga, Putat Lor, Gondanglegi, menggelar serangkaian kegiatan inspiratif bertajuk “THREE EM”—singkatan dari Mengaji, Membersihkan lingkungan sekitar, dan Mari Belanja Gratis.
Kegiatan ini menjadi simbol nyata kiprah santri sebagai pilar keilmuan, kepedulian lingkungan, dan sosial kemasyarakatan, sejalan dengan tema HSN 2025: “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”
Selama dua hari, santri Al-Falah Al-Makky melaksanakan tiga program utama yang memadukan spiritualitas, aksi sosial, dan kepedulian lingkungan.
1. Kajian Ushul Fiqih Bersama Ulama Internasional
Aspek keilmuan menjadi pilar pertama dalam peringatan Hari Santri kali ini. Pada Senin (21/10) pukul 12.30 WIB, para santri mengikuti kajian Kitab Nadhom Waroqot Lil Imam Imriti yang disampaikan langsung oleh Dr. Syekh Muhammad bin Ahmad Ar-Ruqoimy, pakar Ilmu Ushul Fiqih asal Makkah Al-Mukarromah.
Pengasuh Pondok, Bu Nyai Hj. Azizah Mislan, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya membangun daya pikir santri.
“Kajian Ushul Fiqih ini kami laksanakan untuk membuka akal dan memperdalam nalar berpikir. Dengan bekal ilmu yang kuat, para santri diharapkan siap menghadapi tantangan modernisasi dengan bijaksana,” ujar Bu Nyai.
Baca juga: Hari Santri 2025, Wali Kota Malang Gratiskan Pengurusan PBG dan SLF untuk Seluruh Pondok Pesantren
Senada dengan itu, KH. Dr. Luqman Hakim, M.Pd., menyampaikan bahwa pemahaman mendalam terhadap Ushul Fiqih sangat penting bagi kemajuan peradaban.
“Jika Ushul Fiqih dikaji secara mendalam, ia mampu membuka cakrawala berpikir yang luas. Kedewasaan berpikir dari Ushul Fiqih inilah yang menjadi modal penting menghadapi tantangan global,” jelasnya.
2. Santri Peduli Lingkungan: Aksi Bersih-Bersih Sekitar Pondok

Pada Rabu (22/10), selepas upacara Hari Santri, para santri melanjutkan aksi kepedulian lingkungan dengan kegiatan bersih-bersih wilayah sekitar pondok pesantren mulai pukul 08.30 WIB.
Aksi ini menjadi wujud nyata tanggung jawab santri terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, sekaligus menanamkan nilai bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari keimanan.
3. MBG (Mari Belanja Gratis): Gerakan Sosial untuk Masyarakat

Puncak kegiatan peringatan HSN 2025 di Al-Falah Al-Makky ditandai dengan digelarnya Bazaar MBG (Mari Belanja Gratis) di halaman sekolah pondok pada pukul 09.30 WIB.
Dalam program ini, pondok menyalurkan 1.200 voucher belanja gratis bagi santri dan masyarakat sekitar. Voucher tersebut dapat ditukarkan di enam stand berbeda, yaitu Sembako, Sayuran, Jajanan Basah, Snack, Minuman, dan Perlengkapan Rumah Tangga.
Kegiatan MBG ini disambut hangat dan penuh haru oleh warga sekitar.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Zahro, mengaku sangat terbantu.
“Yang paling saya butuhkan adalah sembako dan sayur mayur. Alhamdulillah hari ini bisa dapat lengkap tanpa keluar uang. Terima kasih Pondok Pesantren Al-Falah Al-Makky, semoga semakin jaya,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Baca juga: Peringati Hari Santri 2025, Wali Kota Malang Ajak Santri Jadi Motor Pembangunan Perdaban Dunia
Santri Sebagai Pilar Keilmuan dan Peradaban Dunia
Melalui sinergi tiga kegiatan — Kajian Ushul Fiqih, Aksi Bersih Lingkungan, dan Program MBG — Pondok Pesantren Al-Falah Al-Makky membuktikan bahwa santri tidak hanya berperan dalam ranah spiritual, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan penjaga peradaban dunia.
“Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk menunjukkan kontribusi nyata santri bagi bangsa dan dunia,” tutup Bu Nyai Azizah Mislan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Ita Rosyida(magang)
redaktur: jatmiko





























