Rektor Unisma, Prof Maskuri Apresiasi Muktamar Pemikiran Dosen PMII di Tulungagung

  • Whatsapp
Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Dr H Maskuri MSi. Foto: Feni Yusnia
MALANG – Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Dr H Maskuri M.Si, memberikan apresiasi terhadap gelaran Muktamar Pemikiran Dosen PMII untuk pertama kalinya, di Tulungagung, Jawa Timur.
Rektor yang sekaligus kader PMII ini juga menyatakan, forum yang akan berlangsung pada 5-7 April 2021 ini, merupakan momen sinergitas sekaligus wadah guna menyatukan potensi yang berserakan dari setiap dosen, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta (PTN/S) di seluruh Indonesia.
Sebab, menurut Maskuri, saat ini dosen dari PMII di Indonesia sudah menjamur dan belum terorganisir sedemikian rupa. “Ibarat potensinya masih berserakan. Mereka alumni PMII yang sekarang menjadi dosen ini sudah menyebar di berbagai PTN/S di lingkungan Kemendikbud maupun Kemenag. Jumlahnya juga luar biasa, baik yang guru besar, doktor, maupun magister ada lebih dari puluhan ribu,” ujarnya, pada Minggu malam (04/04/2021)
Nantinya, dalam muktamar yang dilaksanakan secara hybrid atau daring dan luring ini, akan mengakomodir pemikiran-pemikiran luar biasa yang bermuara dari para dosen.
Misalnya, menyikapi isu-isu radikalisme, terorisme dan antitoleran di Indonesia hingga isu ketenagakerjaan. Mengingat banyaknya pekerja yang didominasi oleh lulusan SLTP/sederajat.
Bahkan, Maskuri juga berkesempatan memberikan materi bertema Indonesia Emas dan Praktik Baik Perguruan Tinggi, bersama 7 rektor lainnya.
“Nantinya pemikiran yang ada bersama ini akan di develop (organisir) sehingga dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam melaksanakan pembangunan di era abad 21 serba teknologi,” tambahnya.
Apalagi, PT juga memiliki peran sangat penting dalam menyiapkan SDM unggul dan berwawasan.
“Karena terus terang, dengan ledakan ilmu pengetahuan dan teknologi ini butuh pemikiran yang out the box, bisa beradaptasi dengan dunia global sekaligus mempertahankan tradisi,” bebernya.
Tak hanya itu, jiwa enterpreneur dan sosialpreneur perlu kian diasah untuk mengimbangi bonus demografi sehingga benar-benar tercipta generasi emas tahun 2045 dengan tetap mengemban sikap dan moralitas sebagai pijakan utama.
Dia berharap, Muktamar Pemikiran Dosen PMII ini dapat menjadi lokomotif yang membawa perubahan dan berdampak positif. Dengan demikian, akan semakin memperkaya khazanah pengalaman, pengetahuan, maupun pemahaman yang ada hingga pada akhirnya melahirkan imajinasi, inspirasi, kreativitas untuk mendorong inovasi maupun produktifitas para dosen PMII di masa depan.
“Maka sekali lagi, saya Rektor Unisma dan kader PMII menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada para penyelenggara. Mudah-mudahan melahirkan keputusan yang sangat monumental dan saya harapkan ada tindak lanjut konkrit untuk hasilnya sehingga kita (PMII) betul-betul bisa memberikan kontribusi besar pada negara dan bangsa,” tandasnya.(ads)
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Lizya Kristanti
Baca Juga  FEB UNISMA Gelar Etika Pengembangan Diri, Bekali Lulusan Masuk Dunia Kerja

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *