Malang, Tugumalang.id – Bergulirnya isu penutupan program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan dengan dunia kerja dan industri memantik respons dari Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. Ia menegaskan pemerintah tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan strategis di sektor pendidikan tinggi.
Menurut Prof. Junaidi, pendekatan pembinaan prodi jauh lebih dibutuhkan dibandingkan penutupan secara sepihak. Ia menilai mekanisme penutupan harus melalui kajian yang matang dan komprehensif agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang.
“Saya kira kebijakan penutupan itu memang perlu pengkajian yang sangat mendalam dan jangan gegabah. Pembinaan agar prodi bisa berkembang dan tetap sesuai kebutuhan zaman itu jauh lebih bijak daripada penutupan,” kata Prof. Junaidi, Minggu (3/5/2026).
Baca juga: Sejarah Rektor Unisma: Kiprah, Inovasi, dan Transformasi Menuju Kampus NU Terbaik
Prodi Keguruan Dinilai Tetap Relevan
Diketahui, prodi yang kerap menjadi sorotan dalam isu ini salah satunya adalah prodi keguruan. Namun, Prof. Junaidi menilai penutupan prodi keguruan tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia memastikan prodi tersebut akan tetap bertahan, mengingat peran pendidikan tidak akan pernah tergantikan.
“Selama masih ada manusia, maka pendidikan itu selalu diperlukan. Insya Allah soal itu tidak akan sampai menyentuh di Unisma,” tegasnya.
Kritik Arah Kebijakan Pendidikan
Prof. Junaidi juga mengkritisi arah wacana kebijakan yang dinilai terlalu berfokus pada kebutuhan industri atau perusahaan. Ia menilai pendekatan tersebut perlu ditinjau kembali agar tidak menggeser esensi pendidikan.
“Seharusnya, tidak semua hal atau bidang selalu dikaitkan dengan kebutuhan industri. Dalam hal ini, profesi guru dan tenaga pendidik tetap yang utama,” ujarnya.
Baca juga: Rektor Unisma Prof Junaidi Mistar Dilantik Jadi Ketua DPD ADRI Jatim
Ia menambahkan, momentum Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi refleksi agar kebijakan pendidikan tetap berpijak pada nilai dasar pendidikan, bukan semata kepentingan korporasi.
Sebagai informasi, kabar terbaru terkait polemik penutupan prodi disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. Ia menegaskan pemerintah tidak akan menutup program studi di perguruan tinggi secara masif.
“Evaluasi prodi diperlukan untuk terus dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Alih-alih menghapus prodi yang dianggap tidak relevan, pemerintah mendorong pembaruan materi ajar agar selaras dengan kebutuhan industri,” tegas Brian.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























