Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Refleksi Wajah Kota Malang dalam Motif Baru Batik Celaket

Redaksi by Redaksi
September 29, 2022 10:19 am
in Asli Malang
Peragaan busana batik tahun 2019 dalam rangka Peringatan Hari Batik Nasional.

Peragaan busana batik tahun 2019 dalam rangka Peringatan Hari Batik Nasional. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kota Malang bakal punya hajat besar menjelang Hari Batik Nasional yang jatuh pada Minggu, 2 Oktober 2022 mendatang.

Hajat itu berupa Fashion on The Street, Batik Tulis Celaket (BTC) Hari Batik Nasional. Acara bertema ‘Wajah Kota Malang dalam Selembar Kain’ tersebut nanti bakal berlangsung di Pedestrian Kayutangan Heritage pada hari yang sama.

READ ALSO

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Kegiatan yang dikemas sebagai refleksi optimisme bangkitkan ekonomi usai dua tahun didera pandemi COVID-19 ini diinisiasi oleh Batik Tulis Celaket, Andre Modelling School dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Satrio Turonngo Jati, serta Kelurahan Rampal Celaket.

Kawasan Kayutangan, bagi masyarakat yang pernah tinggal di Kota Malang, merupakan kawasan bangunan era kolonial. Dibangun pada masa VOC, kawasan itu menjadi saksi bisu perjalanan Kota Malang, melalui berbagai masa sulit yang mampu bertahan sampai saat ini.

Hal ini selaras dengan makna yang tersirat di koleksi terbaru Batik Tulis Celaket yakni selalu ada harapan untuk hari yang lebih baik.

Batik Tulis Celaket. Foto/dok

Sebab itu, Desainer Batik Tulis Celaket Ira Hartanti, menyampaikan dari lokasi bersejarah itu akan kembali menghadirkan semangat optimisme kebangkitan lewat kreasi kombinasi corak dan motif batik khas Malang di tahun 2023.

Konsep Peragaan Batik Tahun Ini

Masih membekas betul di memori ini, bagaimana peragaan tunggal tahunan Batik Celaket di setiap 2 Oktober, Terkadang digelar di selasar kantor Pemkot Malang, di lampu merah perempatan jalan, bahkan di atas truk yang lagi berjalan.

Mungkin pemilihan lokasi yang tak biasa untuk sebuah peragaan busana meninggalkan impresi tersendiri sampai sulit dilupakan.

Memang, nantinya bukan sebuah pemandangan biasa saat para model akan berlalu-lalang di depan bangunan berusia hampir 300 tahun ini dengan iringin musik tradisional Jaranan dan Gandrung Banyuwangi.

Bahkan tak ada panggung untuk catwalk. Melainkan, lantai batu andesit diusung sebagai landasan peraganya. Para model berjalan mengikuti nalurinya akan meliuk-liuk bak labirin.

Tak ada tamu yang duduk diistimewakan, semua berdiri. Artinya, semua tamu mendapat akses front row sehingga dapat melihat lebih jelas. Terlebih, peragaan kali ini menjadi yang pertama bagi Batik Tulis Celaket setelah dua tahun absen karena pembatasan sosial yang dipicu oleh pandemi COVID-19.

Peragaan Batik Tulis Celaket. Foto/dok

Namun demikian, kreativitas para desainer asli kampung Celaket ini tidak mati. Mereka tetap rutin membatik motif baru. Sampai akhirnya, kesempatan untuk menggelar fashion show secara langsung datang lagi dan tak mau menyia-nyiakannya.

Pemilihan lokasi memang selalu menjadi bagian penting bagi seniman batik generasi ke-4 itu dalam mengemas peragaannya demi mendukung konteks dan visualisasi koleksi yang ditampilkan.

Tahun ini, kemegahan patung Chairil Anwar, arsitektur Gereja yang berhadapan dengan Oen Corner, tempat ngopi kaum kompeni dijamannya, Pertokoan Sarinah yang kental dengan desain art deco akan merefleksikan estetika paduan motif teranyar dengan warna ceria yang melambangkan harapan usai pandemi mendera.

Desainer yang mulai serius berkiprah di industri batik sejak akhir tahun 90 an ini kembali menampilkan koleksi batik malangan dengan corak yang tak pernah biasa.

Motif Batik Celaket memang dirancang mengedepankan konsep busana yang unisex, alias tidak mengenal gender.

Lebih dari itu, pemilihan warna tabrakan sebenarnya merefleksikan optimisme Kota Malang akan masa depan yang lebih baik di tengah situasi yang penuh tantangan dan tak menentu. Pandemi belum berakhir. Peperangan masih terjadi di mana-mana. Masalah inflasi ekonomi juga makin serius.

Ditambahkan Ira, dengan penggunaan warna-warni yang cerah ia ingin orang-orang menjadi lebih optimis dalam menghadapi apapun yang ada di depannya.

“Selama pandemi dua tahun ke belakang motif batik celaket lebih mencerminkan keadaan manusia yang ingin mengesampingkan formalitas dengan pakaian yang bervolume nyaman dan relaks,” imbuhnya.

Sebagai informasi, gelaran fashion on the street tahun ini, akan menghadirkan runner up Miss Indonesia 2022, 57 Perempuan Inspiratif Kota Malang, 20 Sosialita Kota Malang, 20 Peragawan peragawati SMP Katolik Santa Maria dan 15 peragawati dari Andre Modelling School (AMS).

Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 08.30 itu akan dibuka oleh Wali Kota Malang Sutiaji.

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Herlianto. A

Tags: Batik CelaketHari Batik Nasionalkota malang

Related Posts

Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Rekomendasi Tempat Beli Kopi Roasting di Malang: Surga Pecinta Kopi dengan Rasa Otentik
Asli Malang

Menelusuri Jejak Kuno: 4 Situs Sejarah di Kota Malang yang Wajib Dikunjungi

Minggu, 19 Okt 2025
Next Post
Tari Nusantara dalam acara wawasan kebangsaan Lesbumi PCNU Kabupaten Malang.

Lesbumi Gelar Wawasan Kebangsaan, Tampilkan Mocopat dan Tari Nusantara

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.