Oleh: Dr. Ahmad Syaifudin, S.H., M.H*
Tugumalang.id – Indonesia, negeri yang kaya akan keberagaman dan budaya, kembali merayakan satu momen paling sakral dalam perjalanan sejarahnya, yaitu Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80.
Pada 17 Agustus setiap tahun, bangsa ini mengenang perjuangan para pahlawan yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan.
Tahun 2025 ini, tema nasional yang diangkat “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, makna yang sulit untuk secara kongkret dapat diartikan bersatu, berdaulat, sejahtera.
Spirit utama mana yang akan digunakan, apapun itu semua merupakan ajakan kepada seluruh anak bangsa untuk merenungkan kembali dan memperbaharui tekad dalam mewujudkan impian bersama menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan makmur.
Baca Juga: Bupati dan Wakil Bupati Malang Ikuti Rangkaian Peringatan HUT ke-80 RI dengan Khidmat
Adagium Salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi), adalah asa dan harapan yang menjadi inti pijakan bagi seluruh bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman.
Merangkai asa bukan hanya sekadar menyusun keinginan tanpa arah, melainkan menyatukan tujuan dan harapan seluruh rakyat Indonesia, yang berdiri di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, menjadi sebuah kesatuan yang kokoh yang berpunjer pada kehendak rakyat sebagai cita-cita tertinggi bangsa ini.
Keberagaman tersebut seharusnya menjadi kekuatan, bukan pemisah. Asa yang terus dirangkai oleh bangsa ini adalah asa akan masa depan yang lebih baik. Keadilan sosial benar-benar harus dapat dirasakan oleh semua, ekonomi berkembang merata, serta lingkungan hidup terjaga dengan baik.
Asa ini juga berisi harapan agar setiap anak bangsa mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.
Selain menghidupkan asa, komitmen pemimpin bangsa ini sebagai sebuah janji suci yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata atau kepentingan sesaat.
Baca Juga: Gelar Upacara HUT RI ke-80, Jatim Park Gaungkan Spirit Indonesia Maju, Wisata Mendunia
Menegakkan komitmen berarti konsisten dalam menjunjung nilai-nilai Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menerapkan prinsip demokrasi serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Facta sunt potentiora verbis” (waktunya pemimpin bangsa ini harus lebih menguatkan tindakan dari pada kata-kata).
Setiap individu dan lembaga di Indonesia memiliki peran dalam menegakkan komitmen ini. Pemerintah harus hadir sebagai penggerak dan fasilitator, menciptakan kebijakan yang berpihak pada rakyat, mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kualitas pendidikan serta kesehatan.
Masyarakat sipil pun harus aktif berpartisipasi, menjaga nilai-nilai sosial, dan memupuk solidaritas antar sesama. Tidak kalah penting adalah peran aktif dan konstruktif generasi muda yang merupakan estafet perjuangan bangsa.
Mereka harus siap menegakkan komitmen dalam bentuk terus belajar, berinovasi, dan mengabdi demi kemajuan bangsa. Komitmen kolektif inilah yang akan menggerakkan Indonesia dari ketertinggalan menuju negara yang lebih maju dan sejahtera.
Memasuki era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, merangkai asa yang ditopang dengan komitmen tinggi berarti membangun daya saing bangsa sekaligus menjaga jati diri.
Bangsa Indonesia harus mampu bersaing di panggung dunia tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar negara, yaitu Pancasila.
Cita-cita luhur bangsa yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan tekad bangsa ini untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur secara merata.
Cita-cita tersebut harus senantiasa menjadi panduan dalam membuat setiap kebijakan dan langkah pembangunan. Mewujudkannya dibutuhkan kerja keras, sinergi, dan kesungguhan seluruh elemen bangsa.
Pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi harus berjalan beriringan.
Tidak hanya di kota besar, tetapi juga sampai ke pelosok negeri agar seluruh rakyat merasakan manfaat kemerdekaan secara langsung. Mewujudkan cita-cita tersebut, tantangan pasti ada.
Mulai dari ketimpangan sosial, perubahan iklim yang mengancam kelestarian alam, sampai dinamika politik yang terkadang memecah belah.
Namun, dengan merangkai asa dan menegakkan komitmen, setiap tantangan dapat dijawab dengan semangat optimisme, kebersamaan, dan kerja keras.
Memperingati hari kemerdekaan Indonesia tahun ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dan meneguhkan niat untuk terus berjuang.
Merangkai asa berarti tidak mudah menyerah pada keadaan, tetap percaya masa depan yang cerah ada di depan mata, asalkan kita bersatu padu.
Menegakkan komitmen mengingatkan kita agar selalu bersikap jujur, bertanggung jawab, dan disiplin dalam menjalankan peran masing-masing. Dari pimpinan negara hingga masyarakat biasa, semua mempunyai bagian dalam memajukan Indonesia.
Dengan semangat “Merangkai Asa, Menegakkan Komitmen Mewujudkan Cita-Cita Luhur Bangsa,” kita diajak untuk menjadikan HUT RI bukan hanya sebagai simbol kebanggaan, melainkan sebagai panggilan untuk terus bergerak maju, membangun bangsa tanpa mengenal lelah dengan tetap mengedepan nilai-nilai ketimuran yang menjunjung etika dan kepedulian.
Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka!
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
*Penulis adalah dosen FH Unisma Juga Koordinator Bidang Politik & Pemerintahan PW Ansor Jatim
Editor: Herlianto. A





























