Tugumalang.id – Pasca acara Pesona Gondanglegi 2025, ratusan santri putri Pondok Pesantren Al-Falah Al-Makky menunjukkan komitmen tinggi terhadap kebersihan lingkungan.
Mereka menggelar aksi bersih-bersih massal bertajuk SAPU LIDI (Sampah Angkut dan Pungut Untuk Lingkungan Indah Dengan Ikhlas) pada Minggu siang (16/11/2025).
Sebanyak 300 santri putri secara sukarela berpartisipasi dalam kegiatan yang berfokus pada pembersihan sisa-sisa sampah pasca-acara yang berserakan di sepanjang area publik di sekitar lokasi.
Baca Juga: Kisah Penonton dan Pedagang Pesona Gondanglegi 2025 Bertahan Berhari-Hari Meski Panas Menyengat
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan pesantren sebagai bentuk nyata penerapan nilai-nilai cinta lingkungan dan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan bermasyarakat.

Durasi pelaksanaan aksi ini tercatat singkat, yakni hanya selama dua jam. Hal ini menunjukkan efisiensi dan tingginya semangat gotong royong para peserta. Sampah yang terkumpul selanjutnya dikoordinasikan dan diangkut oleh Tim Pengelola Sampah Gondanglegi.
Tim pengelola sampah setempat menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi sukarela santri yang dinilai sangat membantu tugas pembersihan pasca-acara besar.
KH. Luqman Hakim, M.Pd, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Al-Makky, menjelaskan bahwa SAPU LIDI memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar membersihkan sampah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan manifestasi peran santri di tengah sosial kemasyarakatan.
Baca Juga: Pesona Gondanglegi XII Berlangsung Meriah Meski Diguyur Hujan
“Ini merupakan wujud nyata peran santri dalam sosial kemasyarakatan. Kita tanamkan kepedulian, dan ini adalah sebuah program untuk menanamkan kepada para santri bahwa lingkungan itu adalah tanggung jawab bersama,” ujar KH. Luqman.
Dia juga menegaskan bahwa aksi nyata ini sekaligus menjadi respons dan langkah konkrit pesantren untuk menjawab berbagai isu negatif yang mungkin muncul terkait pesantren.
“Dengan langkah dan wujud nyata yang diapresiasi banyak pihak ini, kita tunjukkan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam menanamkan jiwa sosial,” tambahnya.
KH. Luqman memastikan bahwa partisipasi santri bersifat sukarela dan jauh dari eksploitasi, terbukti dari suasana kerja yang diwarnai canda tawa dan semangat riang gembira.
Bagi para santri putri yang terlibat, SAPU LIDI memberikan pengalaman yang unik dan positif. Tugas membersihkan lingkungan yang berat disikapi dengan antusiasme tinggi.
Amira, salah satu santri, menyampaikan kesannya. “Senang sekali karena bisa membersihkan lingkungan dan seru-seruan bersama teman-teman. Salah satu hal yang unik adalah kami bisa mencoba naik mobil sampah,” kata Amira, mencerminkan adanya pengalaman baru di luar rutinitas pondok.
Selain membersihkan, aspek kepedulian sosial juga terlihat dalam aksi tersebut. Amira menyebutkan momen saat mereka berinisiatif membagikan minuman kepada para petugas kebersihan yang bertugas.
“Kami juga senang bisa memberikan minuman kepada bapak-bapak yang bekerja keras. Rasanya gembira sekali bisa keluar pondok dan bersenang-senang sambil melakukan hal bermanfaat,” pungkasnya.
Kegiatan SAPU LIDI ini memperkuat citra Pondok Pesantren Al-Falah Al-Makky sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga aktif membentuk karakter santri yang peduli, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi langsung pada lingkungan dan masyarakat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Ita Rosyida (Magang)
Editor: Herlianto. A
























