Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Raja Standard

Redaksi by Redaksi
Agustus 9, 2021 12:13 pm
in Catatan
Hendro Fujiono dalam suatu acara/tugu malang

Hendro Fujiono dalam suatu acara. (Foto: Dokumen Hendro Fujiono)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh : Hendro Fujiono*

Tugumalang.id – Pagi ini diskusi kami diawali dengan obrolan mengenai banyak orang yang pernah kami jumpai.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Ada yang disebut pintar yang penuh imajinasi juga termotivasi dengan pencapaian-pencapaian. Entitlement-driven kami menyebutnyaa. Senang bergerak dengan cepat dan bisa dipastikan will get things done. Meski kadang tidak ragu untuk tabrak rambu sana sini.

Ada juga yang pintar, termotivasi dengan idealisme dan nilai-nilai. Value-driven kami menyebutnya. Anak-anak muda yang sebetulnya tidak begitu senang menjadi sorotan. Anak-anak muda yang tetap will get things done, tetapi mungkin bagi sebagian orang terlihat tidak seksi dan strategis.

Nah, ternyata ada juga yang biasa saja atau masih perlu suport untuk kemampuan kognitifnya. Ada yang masih berjuang keras untuk survive, ada yang termotivasi tinggi ingin seperti si value-driven dan si entitlemen-driven. Ada pula yang masih kebingungan.

Pertanyaan standard dari pemimpin bisnis yang biasanya saya temui adalah seperti ini:

“Gimana menumbuhkan lebih banyak yang pinter-pinter ini dan gimana cara ngaturnya?”

Baru pagi inilah saya mendapatkan pertanyaan yang berbeda dari sahabat saya Salman Subakat, CEO PT. Paragon Technology and Innovation. Kami biasa ngobrol virtual sambil ngopi di pagi hari.

“Ini kalau dicampur, bagaimana pembagian perannya ya agar optimal?” begitu pertanyaannya.

Pertanyaan yang didasari filosofi – no one left behind.

Dan, memang begitulah realitasnya. Anak bangsa sangat beragam kondisinya. Semua harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk terus berkembang.

Di suatu kesempatan, saya mendengarkan langsung bahwa program professional development yang benar-benar dikurasi dan dipikirkan secara matang dalam sebuah perusahaan, mungkin hanya akan menyentuh 4-11 persen of the top of the pyramid.

Padahal di sisi lain banyak bos dan atasan mengeluhkan betapa tidak capable-nya atau minimnya kemampuan mengambil keputusan dari para stafnya. Sebuah kontradiksi antara harapan dan fokus yang dilakukan.

Solusi standar dan pragmatis bagi pemimpin? Tentu menentukan standar dan memfilter siapa saja yang bisa masuk untuk dibina. Lalu diberikan pula standar yang lebih tinggi untuk menentukan siapa yang dapat mendapatkan promosi dan belajar.

Bangsa ini tidak bisa hidup dengan solusi pragmatis. Caranya dengan memahami bahwa selain standar, dibutuhkan juga pembagian peran yang memberdayakan dan menumbuhkan.

Karena itu kita perlu ber refleksi, apakah kita sudah menjadi pemimpin yang memberdayakan? Atau masih berkutat menjadi si Raja Standard.

*Executive Coach GlobalDISC Master Trainer Perth, Western Australia

Editor : Herlianto. A

Tags: bisnisPemimpinpemudaStandardWirausaha

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Ilustrasi puisi Runtuh Untuk-NYa/tugu malang

Runtuh Untuk-Nya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.