Malang, Tugumalang.id- Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggaungkan transformasi besar untuk menciptakan lulusan tangguh yang mampu bersaing secara global. Komitmen itu digaungkan dalam puncak peringatan Diesnatalis ke-43 Polinema yang berlangsung semarak di Graha Polinema pada Rabu (18/6/2025) malam.
Diesnatalis Polinema Refleksi Kinerja Kampus
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT mengatakan bahwa diesnatalis kali ini menjadi momentum untuk merefleksikan kinerja kampus dalam kontribusi mencerdaskan generasi bangsa melalui pendidikan. Capaian capaian pengghargaan juga akan menjadi pelecut bagi Polinema untuk bertumbuh memajukan kualitas pendidikan terbaik.
Supriatna juga mengungkap berbagai tantangan Polinema sebagai perguruan tinggi. Peta tantangan perguruan tinggi terutama di kancah global menurutnya telah dianalisa untuk menentukan arah Polinema di masa depan. Dengan demikian, tantangan yang ada bisa menjadi jembatan berinovasi yang tak menghambat proses penyaluran wawasan bagi generasi muda.
Baca juga : Kukuhkan 5 Guru Besar, Polinema Tegaskan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Dikatakan, Polinema akan terus berkomitmen menciptakan lulusan tangguh yang mampu bersaing secara global. Hal ini juga selaras dengan visi besar Polinema.
“Visi Polinema yakni ingin menjadi lembaga pendidikan vokasi yang unggul dalam persaingan global,” ucapnya.

Visi ini menurutnya telah dirumuskan dalam dokumen rencana pengembangan terbaru Polinema 2025-2045. Untuk mencapai visi ini pihaknya tengah memetakan berbagai transformasi. Salah satunya bergerak melakukan perubahan dari yang sebelumnya kurang menjadi yang terbaik di berbagai bidang seperti kelembagaan, organisasi, tridharma perguruan tinggi dan lainnya.
“Tentu transformasi ini akan terus kami lakukan secara bertahap sesuai perencanaan,” ujarnya.
Salah satu transformasi kecil yang dilakukan dalam puncak peringatan Diesnatalis ke-43 Polinema, pihaknya menghadirkan pertunjukan wayang digital. Pertunjukan wayang ini memadukan keindahan pesan kekayaan budaya nusantara yang divisualkan dengan teknologi dengan tetap menghadirkan dalang.
“Ini upaya kami memberikan gambaran bahwa perkembangan teknologi telah berkembang pesat. Di satu sisi kita punya nilai nilai budaya yang baik. Sehingga kami padukan budaya lokal wayang ini dengan teknologi,” urainya.
“Kami mempertemukan 2 sisi (budaya dan teknologi) sehingga nilai nilai budaya dalam pewayangan bisa dibawa dengan menyesuaikan perpembangan teknologi. Sehingga generasi muda bisa menerima pesan pesan budaya kita,” sambungnya.
Ia juga berharap melalui inovasi ini, dapat memicu generasi muda semakin mencintai budaya nusantara bahkan turut serta mengembangkan kekayaan budaya Indonesia. Terlebih, budaya juga merupakan sebuah identitas suatu bangsa.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Redaktur: jatmiko





























