MALANG, Tugumalang.id – Mengasuh anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran dan perhatian ekstra. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh orang tua adalah kewajiban untuk terjaga sepanjang malam.
Berbagai alasan menjadi penyebabnya, seperti gangguan tidur pada anak, kecemasan, hingga kebutuhan pengawasan ketat agar anak tidak mengalami hal berbahaya saat malam hari.
Penawar Special Learning Centre (PSLC) mengungkapkan bahwa gangguan tidur merupakan masalah umum yang sering dijumpai pada anak dengan sindrom autisme. Mereka ketika tidur sering terbangun di malam hari, sulit untuk tidur kembali, atau menunjukkan perilaku gelisah yang membuat orang tua harus siap sedia setiap saat.
Kondisi ini tentunya menyebabkan kelelahan yang kronis pada orang tua, yang berimbas juga pada kondisi kesehatan dan kesejahteraan emosional mereka.
Baca juga: PSLC Mengungkap Alasan Mengapa Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Mudah Marah
“Malam-malam panjang, mata yang lelah, tubuh yang ingin menyerah. Tapi tetap harus bangun, karena anak butuh ditemani, ditenangkan, dan didekap,” ungkap Clinical Director PSLC, Dr. Ruwinah Abdul Karim.
“Banyak keluarga menjalani ini sendirian. Tanpa panduan, tanpa komunitas, dan tanpa solusi,” imbuhnya.
Faktor Penyebab dan Dampak Kelelahan Orang Tua
Selain gangguan tidur, anak dengan kebutuhan khusus sering mengalami kecemasan yang memuncak di malam hari. Mereka mungkin mengalami mimpi buruk, ketakutan, atau kesulitan berkomunikasi tentang rasa tidak nyaman yang dirasakan.
Orang tua yang memahami betapa pentingnya pengawasan ekstra kerap mengorbankan waktu istirahat demi memastikan anak merasa aman dan nyaman.
Kelelahan yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan stres berat, bahkan depresi pada orang tua. PSLC sangat memahami hal ini dan menempatkan perhatian khusus pada kesejahteraan keluarga sebagai satu kesatuan dalam terapi dan program pembelajaran anak.
Peran PSLC Melalui PSLCNet dalam Mendukung Orang Tua dan Anak
Melalui PSLCNet yang ada di beberapa daerah di Indonesia, PSLC tidak hanya berfokus pada pembelajaran dan terapi anak berkebutuhan khusus. Tetapi juga aktif memberikan edukasi dan dukungan psikososial bagi orang tua.
PSLC rutin mengadakan sesi pelatihan dan support group untuk membekali orang tua dengan strategi mengelola kondisi anak, termasuk cara-cara mengatasi masalah tidur dan menjaga keseimbangan emosional keluarga.
Baca juga: PSLC Ungkap Permasalahan Anak Berkebutuhan Khusus yang Selalu Cemas Akibat Dibanding-Bandingkan dengan Anak Lain
Untuk itu, PSLCNet mengajak masyarakat untuk berkolaborasi di daerah masing-masing untuk membuka layanan pusat terapi dan pendidikan yang secara komprehensif. Memberikan perhatian tidak hanya kepada anak, namun juga kondisi orang tua.
“PSLCNet adalah undangan terbuka bagi siapapun yang ingin membangun pusat pendampingan. Bukan hanya terapil tapi tempat aman, tempat bernafas, dan tempat pulih,” ujar Ruwinah.
“Jika Anda percaya bahwa kelelahan tidak boleh jadi warisan turun temurun. Inilah panggilan bagi Anda, jadilah bagian dari solusi bersama PSLCNet,” sambungnya.
Dengan pendekatan yang holistik, PSLC ingin memastikan bahwa orang tua tidak merasa sendirian dalam perjalanan berat mereka. Sekaligus membantu membangun lingkungan yang lebih positif dan kondusif untuk tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























