Malang, Tugumalang.id – Komunitas pecinta sepak bola PS Namoy di Malang, Jawa Timur, memadukan turnamen mini soccer dan gigs hardcore punk untuk menggalang donasi bagi anak-anak penyintas kanker. Kegiatan bertajuk PS Namoy Cup itu mengusung tema For The Children.
PS Namoy Cup menjadi perhelatan kreatif yang memadukan sejumlah aktivitas, mulai turnamen sepak bola, gigs musik, hingga penggalangan donasi. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi olahraga dan subkultur musik untuk menggerakkan solidaritas kemanusiaan.
Project Manager PS Namoy Cup Rama Charis menjelaskan, inisiatif tersebut bermula dari keinginan komunitas merayakan perjalanan tiga tahun dengan kegiatan yang memberikan dampak lebih luas. Gagasan itu kemudian berkembang dengan menghadirkan berbagai aktivitas lain, seperti gigs musik, live mural, lapak zine, hingga pop-up market.

“Sejak awal, kami memang ingin membuat acara charity sehingga profitnya nanti disalurkan kepada yang membutuhkan. Awalnya teman-teman ingin bikin mini soccer saja, lalu ada ide menggabungkan dengan gigs musik hardcore punk dan jadilah seperti hari ini,” ujar Rama, Minggu (1/11/2026).
Baca juga: One Pink One Hope, Campaign Wardah Tingkatkan Awareness Tentang Kanker Payudara
Rama menerangkan, seluruh profit dari penyelenggaraan PS Namoy Cup didonasikan kepada Sahabat Anak Kanker. Yayasan dan komunitas tersebut aktif memberikan pendampingan kepada anak-anak penderita kanker dan penyakit kronis di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Pemilihan Sahabat Anak Kanker sebagai penerima manfaat dilakukan setelah melalui diskusi panjang. Rama menyebut masih banyak anak-anak penyintas kanker di RSSA Malang maupun tempat lain yang membutuhkan bantuan dan perhatian khusus.
“Dari momen ini, kami ingin membangun sebuah awareness bahwa di Kota Malang ada adik-adik penyintas kanker yang mungkin belum banyak mendapat perhatian lebih dari negara. Kami ingin mengajak lebih banyak orang melihat bahwa mereka juga butuh dukungan,” tegasnya.
Berawal dari Komunitas Sepak Bola

Berdiri sejak 2023 di Kota Malang, PS Namoy tumbuh dari ruang warkop dan kegemaran bersama terhadap sepak bola. Komunitas ini konsisten membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen kreatif, band, hingga brand lokal.
Bagi PS Namoy, semangat solidaritas yang melekat pada kultur hardcore punk dan sepak bola harus diwujudkan dalam aksi nyata. Bukan sekadar teriakan di atas panggung atau selebrasi di lapangan.
“Bagi kami, kita bisa melakukan banyak hal dengan cara bersolidaritas. Sepak bola dan musik punya semangat yang sama untuk mempertemukan orang-orang. Kami ingin energi itu juga bisa dirasakan oleh adik-adik yang berjuang melawan kanker. They can’t fight cancer alone!” pungkas Rama.
Libatkan 12 Tim dan Tujuh Band Lokal
PS Namoy Cup juga menghadirkan beragam aktivitas yang melibatkan ratusan peserta dan pegiat kreatif. Turnamen mini soccer diikuti 12 tim dari Malang dan Mojokerto dengan total 170 peserta.
Di panggung musik, PS Namoy menghadirkan tujuh band hardcore punk lokal, yakni Pain Embrace, Severance Core, Keep It Real, Stomper Boots, Glich Pow, Still Broken, dan Dazzle.
Kegiatan tersebut juga diisi pertunjukan live mural oleh McEvan, lapak zine dari Malang Finnest, serta tenant pop-up market dan UMKM lokal.
PS Namoy Cup membawa pesan bahwa sepak bola bukan sekadar urusan menang dan kalah. Begitu pula musik, bukan hanya tentang siapa yang paling riuh di atas panggung. Energi kolektif keduanya dapat disatukan menjadi gerakan sosial yang nyata dan membawa dampak.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































