Kota Batu – Program beasiswa 1.000 sarjana yang digagas Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto dipastikan membutuhkan alokasi anggaran besar. Setidaknya, Pemkot Batu harus menyiapkan dana sekitar Rp13 miliar setiap tahun untuk merealisasikan program pendidikan gratis tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, menyebutkan bahwa realisasi penuh program ini kemungkinan baru dapat berjalan pada 2026 mendatang. Meski demikian, tahap awal sudah dimulai pada 2025 dengan 200 penerima beasiswa.
Baca juga: Wali Kota Batu Luncurkan Program 1.000 Sarjana di Momen Hardiknas 2025, Dukung Indonesia Emas 2045
“Target 1.000 penerima baru bisa terealisasi pada tahun depan karena anggaran APBD 2025 sudah ditetapkan. Tahun ini masih terbatas,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Perhitungan Anggaran Rp13 Miliar
Menurut Chori, kebutuhan anggaran tersebut dihitung berdasarkan rata-rata uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa. “Rata-rata UKT Rp6,5 juta per semester. Jika dikalkulasikan setahun, kebutuhan mencapai Rp13 miliar,” jelasnya.
Pada 2025 ini, pembiayaan untuk 200 penerima berasal dari APBD Kota Batu sebesar Rp1,5 miliar ditambah dana Rp325 juta dari program tanggung jawab sosial perusahaan (TSP) salah satu perbankan.
Antusiasme Pendaftar Tinggi
Animo masyarakat terhadap program beasiswa ini terbilang tinggi. Dari target 200 penerima, jumlah pendaftar mencapai 284 orang. Setelah melalui proses verifikasi, 214 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat.
“Kalau anggaran masih cukup, pendaftar tambahan tetap bisa diprioritaskan tahun ini. Namun bila tidak memungkinkan, akan kami realisasikan pada tahun depan,” terang Chori.
Syarat Penerima Beasiswa Program 1.000 Sarjana
Beasiswa 1.000 sarjana Kota Batu dapat diakses oleh mahasiswa dengan syarat utama:
Ber-KTP Kota Batu
Menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS) dengan akreditasi minimal B
Dengan program ini, Pemkot Batu menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Batu.
Selain itu, lanjut Chori, calon penerima manfaat juga wajib memiliki prestasi akademik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,25. Atau memiliki prestasi non-akademik di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
“Untuk keluarga tidak mampu juga tetap menjadi prioritas. Kalau untuk universitas yang sudah bekerja sama ada 11 kampus di Malang Raya dan juga ada di Surabaya,” kata dia.
Chori menegaskan bahwa program Beasiswa 1.000 Sarjana ini tidak hanya menyasar mahasiswa berprestasi, tapi juga memberikan kesempatan bagi penghafal Al-Quran. Bahkan, program ini juga terbuka bagi pelaku UMKM, penggiat koperasi, dan perangkat desa melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Chori optimistis program yang digagas oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Nurochman-Heli Suyanto, ini akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang bisa berkontribusi besar pada pembangunan Kota Batu. “Dengan SDM yang semakin baik, daya saing daerah mampu meningkat. Yang paling penting anak-anak asal Kota Batu bisa membangun daerahnya,” tuturnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























