Polres Malang Waspadai Sopir Travel yang Nekat Bawa Penumpang Mudik Lewat Jalur Tikus

  • Whatsapp
Penyekatan arus mudik di pintu exit Tol Madyopuro. Foto: Rubianto

MALANG – Polres Malang mewaspadai sopir travel gelap yang nekat membawa para pemudik lebaran melewati jalur tikus. Untuk itulah, polisi sudah melakukan upaya penyekatan di setiap jalur tikus yang masuk Kabupaten Malang.

Bahkan, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, memberikan perhatian yang cukup serius kepada sopir-sopir travel gelap yang berusaha menyisir jalur-jalur tikus guna menghindari razia petugas.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah mengantisipasi angkutan travel yang nekat membawa penumpang melalui  jalur tikus. Kami siapkan petugas di  5 jalur tikus yang merupakan jalur antar desa yang tempatnya cukup jauh dan jalannya tidak cukup bagus dengan mengantisipasi para pemudik melewati jalur tersebut,” kata Kapolres belum lama ini.

Polres Malang melalui Satlantas telah membuat beberapa cek poin mandiri di titik-titik yang memiliki jalur-jalur tikus. “Kita siapkan cek poin mandiri di Desa Jamboer di Kecamatan Kromengan untuk antisipasi Malang-Blitar, Desa Ngadas di Kecamatan Poncokusumo untuk antisipasi Malang-Lumajang dan Pasuruan-Probolinggo, Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo untuk antisipasi dari Blitar, dan di Desa Kemiri di Kecamatan Jabung,” terangnya.

Lebih lanjut, Kapolres Malang kelahiran Solok, Sumatera Barat, ini juga menjelaskan jika pihaknya sudah menyiapkan 20 pos selama Idul Fitri 1442 H ini.

“Total ada 20 pos yang terdiri dari 4 Posko Penyekatan yang terdiri dari exit tol Lawang, exit tol Pakis, exit tol Singosari, dan di Karangkates,” tuturnya.

Kemudian juga ada 3 Pos Pelayanan dan 1 Pos Pengamanan yang berfungsi untuk mengatasi kemacetan selama libur lebaran.

Baca Juga  Isu Sawit Menyerap Air Secara Berlebihan, Sanusi: Itu Hoaks

“Kami juga punya 3 Pos Pelayanan dan 1 Pos Pengamanan untuk mengantisipasi kemacetan dan masyarakat yang datang ke tempat-tempat wisata. Kita siapkan Pos Pelayanan di Kepuharjo, di JLS, dan di Karanglo,” ungkapnya.

Selain itu, ada Pos Observasi untuk memantau apakah ada pemudik di tempat-tempat umum seperti stasiun, terminal dan bandara.

“Kita juga punya 7 Posko Observasi Mudik yang kita siapkan di stasiun, terminal dan bandara yang sifatnya antar provinsi. Contohnya di Stasiun Singosari, Stasiun Lawang, Stasiun Kepanjen, Bandara Abdulrahman Saleh, Terminal Landungsari Dau dan di Terminal Dampit,” bebernya.

Terakhir, Cek Poin Mandiri yang berfungsi memantau jalur-jalur tikus seperti yang sudah dibicarakan Hendri sebelumnya.

“Kemudian 5 Check Poin Mandiri yang ada di Kromengan, Donomulyo, Kalipare, Poncokusumo dan Jabung,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *